
KABARMUH.ID, Yogyakarta – Wisuda pada Kamis, 9 April 2026 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menjadi momentum penting bagi Faishal Hazza. Pada hari bersejarah itu, ia resmi menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom).
Capaian ini menjadi penanda perjalanan intelektual seorang kader muda Muhammadiyah yang sejak awal tumbuh dalam semangat dakwah, kepemimpinan, dan pengabdian di ruang organisasi.
Faishal merupakan alumni Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan dan juga menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah 2 Balikpapan. Latar pendidikan ini membentuk fondasi keislaman, kedisiplinan, serta jiwa kader yang kuat dalam dirinya sejak usia muda.
Meski melanjutkan pendidikan menengah di Balikpapan, Faishal sejatinya tumbuh dan besar di Samarinda, sebuah kota yang menjadi ruang awal pembentukan karakter, nilai, dan semangat belajarnya.
Selepas menyelesaikan pendidikan SMA, Faishal sempat melanjutkan studi di Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Yogyakarta selama satu tahun. Pengalaman belajar di lingkungan kaderisasi ulama Muhammadiyah itu semakin memperkuat dasar pemikiran keislaman dan wawasan tarjihnya.
Namun, dalam perjalanan akademiknya, karena beberapa pertimbangan, ia memutuskan mengundurkan diri dan memilih melanjutkan jalan pengabdiannya melalui bidang komunikasi dengan mendaftar di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Pilihan tersebut terbukti menjadi ruang yang tepat bagi Faishal untuk menumbuhkan potensi dakwah dan kepemimpinannya. Ia dikenal sebagai sosok muda yang aktif menghidupkan gerakan Muhammadiyah melalui media dan organisasi. Kiprahnya di Radio Muhammadiyah Yogyakarta sebagai penyiar program Ruang Muhammadiyah dan OMOR menunjukkan kemampuannya dalam mengemas dakwah yang segar, komunikatif, dan dekat dengan anak muda.
Peran strategisnya juga terlihat saat menjadi bagian dari koordinasi media afiliasi pada agenda besar Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta, yang menjadi salah satu perhelatan paling monumental dalam sejarah persyarikatan.
Riwayat organisasinya semakin menonjol melalui keterlibatannya di Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) Bidang HKI. Dalam bidang ini, Faishal aktif membangun jejaring, kolaborasi, dan komunikasi lintas lembaga, sekaligus memperkuat relasi strategis kader Muhammadiyah di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu kiprah pentingnya adalah menjadi bagian dari penguatan program internasionalisasi kader melalui International Youth Inclusive Symposium Leadership Camp (IYISLC) 2024 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari forum tersebut, ia turut membuka ruang kerja sama dengan organisasi pelajar dan mahasiswa Islam lintas negara ASEAN.
Selain aktif di PP IPM, Faishal juga pernah dipercaya menjadi Director of Gamification Masa Ta’aruf UMY 2023 yang melibatkan ribuan mahasiswa baru. Amanah ini menunjukkan kapasitas kepemimpinannya dalam mengelola program besar dan membangun partisipasi generasi muda.
Faishal Hazza adalah gambaran kader muda Muhammadiyah yang ditempa oleh pesantren, diperkuat oleh tradisi kaderisasi, dimatangkan oleh pengalaman organisasi, dan dipertajam oleh dunia media dakwah. Wisuda ini bukan akhir, melainkan awal dari langkah baru menuju pengabdian yang lebih luas bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.



