Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dosen Farmasi UMS Masuk Daftar Ilmuwan Terbaik Dunia 2025

Dosen Farmasi UMS Masuk Daftar Ilmuwan Terbaik Dunia 2025

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dr. MD. Sanower Hossain, Associate Professor di Fakultas Farmasi UMS, berhasil masuk dalam daftar Top 2% Scientists in the World 2025 versi Stanford University.

Penghargaan prestisius ini menempatkan Dr. Sanower di jajaran ilmuwan dengan pengaruh terbesar di bidang penelitian, khususnya mikrobiologi, berdasarkan dampak sitasi dan kontribusi ilmiah. Konsistensi publikasi di jurnal bereputasi, kiprahnya di dewan editorial internasional, serta jejaring riset global juga menjadi faktor penting yang membawanya ke pengakuan tingkat dunia.

“Alhamdulillah, ini adalah sebuah kehormatan. Pencapaian ini bukan hanya pengakuan bagi saya pribadi, tetapi juga kebanggaan untuk Universitas Muhammadiyah Surakarta,” ungkap Sanower, Senin (22/9).

Sejak bergabung di UMS pada Juni lalu, Sanower merasakan dukungan penuh dari kampus. Ia bahkan diberi kepercayaan untuk membentuk kelompok riset baru di bidang advanced drug delivery yang dipimpinnya secara langsung.

“UMS memberi ruang kepemimpinan riset dan mendorong kolaborasi internasional. Ini menjadi modal besar untuk membawa universitas menuju visi World Class University 2029,” katanya.

Sanower berpesan kepada mahasiswa agar tidak hanya mengejar publikasi, tetapi juga menjadikan riset sebagai solusi nyata bagi permasalahan kesehatan.

“Jadilah ambisius, tetapi konsisten. Hubungkan teori dengan aplikasi, bangun jejaring global, dan kerjakan riset dengan disiplin. Dengan begitu, mahasiswa UMS bisa berkontribusi di tingkat internasional,” pesannya.

Sanower menceritakan perjalanan studinya. Studi sarjananya ditempuh di bidang bioteknologi dan rekayasa genetika dari Universitas Sains & Teknologi Mawlana Bhashani (MBSTU), Bangladesh, dilanjutkan dengan gelar magister di bidang yang sama di Universitas Islam Malaysia (IIUM). Ia kemudian melanjutkan studi doktoral di bidang farmakologi di IIUM, dengan fokus pada penghantaran obat tingkat lanjut menggunakan biodegradable polymers untuk pengobatan infeksi tulang (osteomielitis). Risetnya berlanjut pada green synthesis zinc oxide nanoparticles yang memiliki aplikasi di bidang biomedis maupun lingkungan.

“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada pembimbing PhD saya dulu, Associate Professor Dr. Mohd. Affendi Bin Mohd Shafri dan Profesor Dr. Farahidah Mohamed dari IIUM, atas bimbingan mereka yang tak ternilai sepanjang perjalanan penelitian saya dan atas inspirasi yang telah saya berikan untuk berjuang menjadi ilmuwan yang diakui secara global,” ungkapnya.

Sanower juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pembimbing pascadoktoralnya dulu, Dr. Jun Haslinda Shariffuddin dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah, Malaysia, karena telah memberikan kesempatan penelitian yang berharga dan dukungan berkelanjutan selama perjalanan pascadoktoral.

Menurut Sanower, ada tiga faktor yang berperan besar dalam keberhasilan penelitiannya. Pertama, pendekatan interdisipliner yang menghubungkan bioteknologi, farmakologi, dan nanoteknologi. Kedua, kerja tim dengan mahasiswa dan kolaborator internasional. Ketiga, konsistensi dalam menerbitkan karya ilmiah berkualitas meskipun menghadapi keterbatasan pendanaan maupun fasilitas.

“Ketekunan dalam menulis dan mempublikasikan riset yang bermakna, meskipun penuh tantangan, adalah kunci yang membawa saya sampai ke titik ini,” jelasnya.

Penelitian utama Sanower saat ini berfokus pada ‘drug delivery dan nanomedicine’, dengan mengembangkan sistem penghantaran antibiotik berbasis polimer biodegradable serta eksplorasi nanopartikel ramah lingkungan. Salah satu riset yang paling berkesan baginya adalah pemanfaatan limbah nanas untuk sintesis nanopartikel zinc oxide.

“Riset ini berkesan karena menggabungkan inovasi biomedis dengan pengelolaan limbah berkelanjutan,” ujarnya. Selain itu, karyanya di bidang kanker kolorektal telah memperoleh lebih dari 588 di Scopus dan 926 di Google Scholar.

Meski meraih prestasi besar, perjalanan riset Sanower tidak lepas dari tantangan, mulai dari keterbatasan dana, mahalnya bahan laboratorium, hingga persaingan ketat publikasi di jurnal internasional. Namun, menurutnya, tantangan justru memperkuat tekad untuk menghasilkan penelitian transformatif.

Ke depan, ia berencana mengembangkan produk komersial dari riset unggulannya, seperti green nanobit embedded hydrogel dressing untuk melawan resistensi antibiotik serta mucoadhesive hydrogels berbasis tanaman untuk terapi kanker kolorektal.

Sanower juga menyampaikan harapannya agar Indonesia semakin kuat dalam riset berkelanjutan. Ia mencatat bahwa Indonesia kini berada di peringkat 55 dalam indeks inovasi riset global.

“Saya yakin Indonesia bisa menembus 10% besar dunia. UMS memiliki peran strategis untuk mendorong riset transnasional, memberdayakan peneliti muda, dan membangun kolaborasi global di bidang kesehatan serta lingkungan,” tutupnya. (Fika/Humas)

Kontributor: Fika

Editor: Alfarabi

 

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teguhkan Komitmen menjadi Pusat Kaderisasi Muhammadiyah Tingkat Nasional, Pondok Shabran UMS Resmi Terima 40 Mahasantri Baru

    Teguhkan Komitmen menjadi Pusat Kaderisasi Muhammadiyah Tingkat Nasional, Pondok Shabran UMS Resmi Terima 40 Mahasantri Baru

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 89
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menetapkan 40 mahasantri baru Program S1 Tahun Akademik 2026/2027 setelah menyelesaikan seluruh rangkaian Penerimaan Mahasantri Baru (PMB) yang meliputi seleksi administrasi, tes hafalan al-Qur’an, tes tertulis (Bahasa Arab, Dirasah Islamiyah & Kemuhammadiyahan), serta tahapan terakhir tes wawancara. Seleksi tersebut dilaksanakan untuk menjaring kader-kader […]

  • Tim UMS Torehkan Prestasi Internasional Lewat Inovasi Filter Rokok dari Daun Nanas

    Tim UMS Torehkan Prestasi Internasional Lewat Inovasi Filter Rokok dari Daun Nanas

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Kolaborasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional di ajang International Science Technology and Engineering Competition (ISTEC). Tim mahasiswa lintas disiplin ilmu dari Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran UMS berhasil menciptakan inovasi filter rokok berbasis bahan alami yang mampu mengurangi paparan nikotin dan logam berat, seperti timbal, pada […]

  • BEM FAI UMS Wujudkan Pengabdian Nyata Lewat Program Madrasah Sabtu Ceria

    BEM FAI UMS Wujudkan Pengabdian Nyata Lewat Program Madrasah Sabtu Ceria

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) wujudkan pengabdian nyata kepada masyarakat melalui program yang bertema “Madrasah Sabtu Ceria: Membangun Generasi Qur’ani Bersama Ibu dan Anak” di kampung Gondang RT 01/02, Kelurahan Manahan, kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Program Pengabdian Masyarakat Ormawa ini dilaksanakan mulai tanggal 20 September hingga […]

  • Tapak Jejak Pendidikan Indonesia di Era 4.0

    Tapak Jejak Pendidikan Indonesia di Era 4.0

    • calendar_month Jumat, 25 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 654
    • 0Komentar

    Oleh : Ghinaa Masturina Berbicara mengenai Pendidikan di Indonesia, tanpa disadari kita sangatlah dekat dengan kata ‘penindasan’, baik dari segi politik, sosial, budaya, Pendidikan, dan lain-lain. Penindasan dominan dirasakan oleh kaum lemah atau kaum tertindas seperti orang miskin, kelompok minoritas, penyandang disabilitas, dan lain sebagainya. Hal seperti ini telah dibahas oleh Paulo Freire dalam bukunya […]

  • Eco Smart School Resmi Jadi Program Nasional PP IPM, Akan Diterapkan di 65 Titik Seluruh Indonesia

    Eco Smart School Resmi Jadi Program Nasional PP IPM, Akan Diterapkan di 65 Titik Seluruh Indonesia

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; JAKARTA – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) resmi meluncurkan Eco Smart School sebagai program nasional Bidang Lingkungan Hidup pada Sabtu, (18/07/2026). Program yang berawal dari inisiatif Pimpinan Wilayah IPM Lampung tersebut kini akan diterapkan di 65 titik di berbagai daerah di Indonesia setelah dinilai berhasil melalui tahap uji coba di Provinsi Lampung. […]

  • Perkuat Sinergi Tripartit, FK UMS Teken MoU Tripartit dan Gelar Rapat Komkordik

    Perkuat Sinergi Tripartit, FK UMS Teken MoU Tripartit dan Gelar Rapat Komkordik

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, Program Studi Profesi Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kolaborasi dengan beberapa Rumah Sakit pendidikan. Kolaborasi diperkuat dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Tripartit dan Rapat Komite Koordinasi Pendidikan (KOMKORDIK). Penandatanganan MoU Tripartit melibatkan FK UMS, Rumah Sakit Pendidikan Utama, yaitu RSUD Dokter Harjono Ponorogo, […]

expand_less