Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » DEAR K-POPERS: MOVE ON YUK!

DEAR K-POPERS: MOVE ON YUK!

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 14 Nov 2020
  • visibility 15.567
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andi Rezti M*

Masyarakat Indonesia terkhusus para muda-mudi generasi milenial dan generasi Z sudah tak asing lagi dengan budaya Korea. Selain terkenal dengan genre musiknya, Korea juga identik dengan drama serta life style-nya yang kekinian. Sehingga tak aneh jika banyak digandrungi oleh anak muda Indonesia bahkan dunia.

Menurut John Storey, konsumsi atas suatu budaya populer akan selalu memunculkan adanya kelompok penggemar. “Penggemar adalah bagian paling tampak dari khalayak teks dan praktik budaya pop”.  Demikian halnya penggemar K-Pop yang dijuluki sebagai K-Popers (Korean pop lovers).

Nah guys, pasti banyak yang bertanya-tanya, “Kapan sih K-Pop mulai masuk ke Indonesia?”

Aku pernah membaca sebuah jurnal dari Yeni Nur dengan judul “Perilaku Penemuan Informasi pada Komunitas K-Pop Ever Lasting Friends (ELF)”. Yeni menuturkan bahwa perkembangan K-Pop pertama kali masuk pada saat piala dunia Korea-Jepang 2002, di mana Korea sukses sebagai salah satu dari empat negara terkuat peserta piala dunia pada masa itu. Sehingga melalui kesuksesan tersebut media massa mulai menyiarkan tentang budaya Korea termasuk K-Pop. Pengenalan budaya Korea ke seluruh penjuru dunia memunculkan sebuah fenomena demam Korea atau biasa disebut dengan Hallyu atau Korean Wave yang muncul akibat ketertarikan yang luar biasa terhadap budaya Korea, seperti musik, film, dan hiburan.

Jika teman-teman sekarang sedang duduk di bangku SMA, masih ingatkah kalian dengan Super Junior zaman kita SD? Ternyata lagu-lagu bergenre K-Pop ini sejak kita duduk di bangku SD sudah menjadi konsumsi publik. Dan pada saat itu kalau tak salah yang sedang naik daun adalah group boyband Super Junior. Ramai anak-anak mengdengarkan lagu dari Super Junior dan menirukan tarian-tarian mereka. Sampai-sampai mengetahui banyak dari sisi kehidupan personil boyband itu. Nampak sangat antusiasnya ya!

Virus K-Pop ini pun tak tergerus zaman. Tak seperti sesuatu yang hanya viral di zamannya. Virus K-Pop mampu mempertahankan eksistensinya dengan menyuguhkan berbagai macam hiburan yang sangat cocok dan relate untuk anak muda sekarang. Tak heran virus satu ini mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Selalu menghadirkan “something new” untuk para penikmatnya.

Bagaimana dengan Kondisi Fanatisme yang Berlebihan Terhadap Budaya Ini?

Dari segi budaya, aku menemukan penelitian dari Aida Setyowati pada tanggal 12 Januari 2014 yang berjudul, “Pengaruh Budaya K-Pop Terhadap Remaja Indonesia.” Dalam penelitian ini, ia menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Fenomenologi digunakan agar dapat diketahui persepsi pengaruh budaya K-Pop terhadap remaja dan dampak yang ditimbulkan. Dari hasil penelitian terbukti bahwa keberadaan budaya K-Pop yang berlebihan di Indonesia membawa dampak negatif yang menjadikan remaja di Indonesia menjadi malas dan mulai meninggalkan identitas dirinya sebagai warga negara Indonesia. Karena cenderung lebih mencintai budaya Korea dibanding budaya Indonesia.

Selain dari dampak negatif di atas. Dampak negatif lainnya adalah perilaku konsumtif, protektif terutama terhadap idol mereka, dan lupa waktu. Sering kita temui, K-Popers garis keras sering saling menyindir satu sama lain karena memiliki idol yang sama. Terkadang, berlebihan dengan membayangkan sesuatu yang tak seharusnya, seperti membayangkan diri menjadi istri/suami idol mereka. Membuat mereka menjadi zina mata sampai zina pikiran.

“Sekarang  kan ada J-pop , Bollywood, Hollywood. kenapa harus K-Pop aja sih?”

Karena yang sangat menonjol dari budaya-budaya di atas hanyalah budaya K-Pop. Para K-Popers garis keras haruslah menerima kenyataan, bahwa di samping mereka memiliki komunitas yang besar. Mereka juga sering dikabarkan memakan banyak korban. Banyak berita yang kita jumpai di televisi tentang seseorang yang bunuh diri karena idol mereka. Dan hal-hal yang membuat para netizen agak ilfeel dengan K-Popers garis keras. Seperti K-Popers yang menjadikan idol mereka tuhan. Dan masih banyak lagi.

Dear my K-Poper’s friends, tak salah untukmu mengidolakan seseorang. Namun fanatisme yang terlalu berlebihan apalagi kepada idol Korea itu tak baik. Aku tahu, banyak dari kalian yang kesepian sehingga melakukan pelarian dengan mendambakan idol-idol tersebut. Sebenarnya, hal ini sering sekali disinggung oleh para asatidzah tentang bahaya mengidolakan artis Korea.

Disini, sebagai sesama muslim. Kita saling mengingatkan. Apa yang kalian dambakan adalah sesuatu yang tak seharusnya menjadi harapan. Jangan sampai kecintaan kita terhadap idol Korea mengalahkan rasa cinta kita kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ dan Allaah Ta’ala.  Jangan sampai kita lebih hafal nama idol korea dibanding nama sahabat-sahabat nabi. Jangan sampai kita merelakan sesuatu yang berharga hanya untuk sesuatu yang sia-sia. Ya! Maksudku, waktu. Jangan sampai fanatisme yang terlalu berlebihan akan membuatmu menyesal di kehidupan selanjutnya. Setelah kehidupan di dunia yang singkat ini, kita akan melewati banyak dunia sebelum akhirnya kita kekal antara di Surga dan Neraka.

Dear my K-Poper’s friends, belum terlambat untuk bisa keluar dari dunia fanatisme K-Pop yang mematikan. Sebelumnya, aku pun sempat masuk menjadi seorang army – nama untuk fans BTS. Aku paham benar, ketika keluar dari dunia K-Pop sangat butuh effort yang besar. Terlebih lagi, kamu yang sudah sering menonton konser mereka, membeli album mereka. Rasanya berat pakai banget!

Salah satu kakak kelasku juga berhasil keluar dari dunia K-Pop, kemudian membagikan pengalamannya ke dalam highlight instagram-nya. Sedikit pesannya untuk kamu yang sekarang masih terjebak dalam fanatisme K-Pop,

“Ibarat sedang berpuasa. Kenapa kita bisa tahan? Padahal di tv sering muncul iklan makanan dan minuman. Karena kita tahu hukum berpuasa, sehingga kita mampu menahan diri. Tidak ada yang salah dengan Korea-nya. Hanya kita yang sering menjadikannya segalanya. Ketika ingin berusaha move on dari Korea. Kita jangan membenci namun berdamai dengan situasi. Jangan membenci namun menjaga diri untuk tak tenggelam lagi. Nafsu di tahan!”

Sekali lagi, tak ada yang salah dari Korea-nya. Mungkin teman-teman K-Popers ada yang mendapat manfaat seperti dapat menulis dengan tulisan hangul, bisa berbahasa Korea, bisa tahu tempat-tempat di Korea. Kembali lagi tanyakan pada diri. Itu hanyalah segelintir manfaat yang didapat dari banyaknya mudharat. Katanya orang sunda mah, “Napsu nyaeta hiji perkawis anu mipiboga sipat samentara nu lewih langkung direseupan, tibatan perkawis-perkawis anu langgeng.” (Nafsu adalah suatu hal yang bersifat sementara yang lebih dulu disukai, daripada hal-hal yang abadi). Untuk itu, berjuanglah dalam memerangi hawa nafsu dalam diri kita ini.  Semangat!

*Penulis merupakan santri dan aktivis pelajar di Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan

Editor: M. Andhim

Ilustrasi: Nesabamedia.com

 

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen UMS Raih Gold Medal di Ajang Riset Internasional EUROINVENT 2025 di Eropa

    Dosen UMS Raih Gold Medal di Ajang Riset Internasional EUROINVENT 2025 di Eropa

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs., kembali mengharumkan nama kampus dengan menyabet gold medal dalam ajang riset internasional European Exhibition of Creativity and Innovation EUROINVENT 2025 yang diselenggarakan di Rumania. EUROINVENT merupakan ajang pameran hasil riset dari berbagai peneliti dunia. Dias mengikuti […]

  • Quel est le profil type des utilisateurs actifs de Slotexo Casino

    Quel est le profil type des utilisateurs actifs de Slotexo Casino

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Le profil type des utilisateurs actifs de Slotexo Casino se dessine clairement au fil de l’analyse de la plateforme. Dès la première visite, accessible via https://slotexocasino.info, le joueur découvre une interface pensée pour un public à la recherche d’une expérience fluide et variée, ce qui indique une base d’utilisateurs engagés et diversifiés. Quels sont les […]

  • Santri MBS Bumiayu Sabet Juara 2 dan 3 Nasional OMBN 2025

    Santri MBS Bumiayu Sabet Juara 2 dan 3 Nasional OMBN 2025

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 94
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Santri SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu menjadi juara 2 dan 3 pada Kompetisi Olympiade Muhammadiyah Berprestasi Nasional (UMBN) di UNIMUS, Sabtu (25/1/2025). Prestasi tersebut diraih oleh 5 santri SMP MBS Bumiayu dalam event Nasional Olympiade Muhammadiyah Nasional (UMBN) yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah […]

  • Irwan Akib: Gelar Guru Besar Bukan Sekadar Hadiah, Melainkan Mandat Akademik Tertinggi

    Irwan Akib: Gelar Guru Besar Bukan Sekadar Hadiah, Melainkan Mandat Akademik Tertinggi

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 288
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah jumlah guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), pada Sabtu (17/2). Ketiga guru besar tersebut antara lain Prof. M. Farid Wajdi, S.E., M. Ph.D, Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen, Prof. Dr. Zulfikar, S.E., M.Si., Guru Besar Bidang Akuntansi, dan Prof. Dr. Ihwan Susila, S.E., M.Si., […]

  • Milad ke-46 Malimpa, Film Dokumenter “Djajo” Diputar di UMS: Angkat Sosok Humanis Pecinta Alam yang Menginspirasi

    Milad ke-46 Malimpa, Film Dokumenter “Djajo” Diputar di UMS: Angkat Sosok Humanis Pecinta Alam yang Menginspirasi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam rangka Milad ke-46, Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (Malimpa) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pemutaran film dokumenter berjudul “Djajo”. Film ini merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum Bang Djajo, sosok ikonik dalam dunia pecinta alam yang dikenal luas karena dedikasinya terhadap kegiatan sosial, kemanusiaan, dan spiritualitas. Ketua Steering Committee Milad ke-46 Malimpa, Yuzzri […]

  • Hadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke 112 di Dua Cabang Muhammadiyah, Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Komitmen Muhammadiyah Cerdaskan Bangsa

    Hadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke 112 di Dua Cabang Muhammadiyah, Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Komitmen Muhammadiyah Cerdaskan Bangsa

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Depok – Beberapa Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kota Depok serentak mengadakan Resepsi Milad Muhammadiyah ke-122 pada Sabtu (23/11). Dua resepsi Milad Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh PCM Sukmajaya dan PCM Limo dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ulhaq. Dalam sambutannya,  Wamendikdasmen Fajar mengapresiasi pengurus Muhammadiyah di level cabang […]

expand_less