Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Guru Besar UMS Tekankan Pentingnya Tata Kelola Terpadu dalam Penanggulangan Bencana

Guru Besar UMS Tekankan Pentingnya Tata Kelola Terpadu dalam Penanggulangan Bencana

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat risiko bencana alam tertinggi di dunia. Letak geografis dan kondisi iklim tropis menjadikan berbagai wilayah, termasuk Jawa Tengah, rentan terhadap banjir dan perubahan cuaca ekstrem. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dalam peringatan International Day for Disaster Risk Reduction.

Menurut Isa, banjir menjadi bencana paling sering terjadi di Jawa Tengah, disusul dengan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. “Kalau gunung merapi tidak begitu besar dampaknya, yang utama justru banjir dan perubahan iklim. Ini harus diantisipasi bersama,” jelasnya, Senin (13/10).

Hari Internasional untuk Pengurangan Risiko Bencana, lanjutnya, menjadi momentum penting untuk menegaskan kesadaran bersama terhadap dampak besar bencana bagi kehidupan masyarakat. “Konsep disaster risk reduction ini terus berkembang. Intinya, bagaimana kita bisa mengurangi dampak bencana agar tidak mengganggu kesejahteraan masyarakat, bahkan tidak menghambat pertumbuhan ekonomi,” ungkap Guru Besar UMS itu.

Ilustrasi Bencana. Foto: Unsplash

Dalam kacamata ekonomi, Isa menegaskan bahwa bencana tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga ekonomi dan sosial. Ia menjelaskan, konsep dasar pengurangan risiko bencana berangkat dari rumus sederhana: risiko adalah hasil dari perkalian antara bahaya (hazard) dan kerentanan (vulnerability).

“Kami di bidang sosial fokus pada bagaimana meningkatkan kapasitas adaptif masyarakat agar kerentanannya menurun,” terangnya.

Kerentanan masyarakat dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu exposure (tingkat keterpaparan), sensitivity (tingkat kepekaan), dan adaptive capacity (kemampuan adaptasi). “Kuncinya adalah meningkatkan kapasitas adaptif dan menurunkan sensitivitas. Misalnya di wilayah pesisir, masyarakat perlu diberdayakan agar tidak terlalu rentan secara sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa setiap daerah memiliki karakteristik bencana dan tingkat kerentanan yang berbeda. “Di Solo berbeda dengan di pesisir. Kalau di perkotaan, aspek adaptif kapasitasnya yang perlu diperkuat. Jadi penanganannya tidak bisa disamaratakan,” tambahnya.

Isa menilai, penanggulangan bencana di Indonesia secara umum sudah menunjukkan kemajuan. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam hal tata kelola dan koordinasi antar pemangku kepentingan. “Sekarang masih banyak yang berjalan parsial. Pemerintah, LSM, dan perguruan tinggi sering bekerja sendiri-sendiri. Padahal penanganan bencana itu harus kolaboratif,” ujarnya.

Dari hasil risetnya, Isa menawarkan model tata kelola pengurangan risiko bencana berbasis kolaborasi yang disebut konsep ABGC+M, singkatan dari Academics, Business, Government, Community, dan Media. “Akademisi berperan dalam riset dan edukasi, bisnis dalam pendanaan dan inovasi, pemerintah dalam regulasi, masyarakat dalam kesiapsiagaan, dan media dalam edukasi publik,” papar Isa.

Ia menegaskan, peran perguruan tinggi seperti UMS menjadi sangat strategis dalam mendukung pengurangan risiko bencana. “UMS punya banyak ahli di berbagai bidang. Ada dari Teknik Sipil, Arsitektur, Ekonomi, dan Psikologi. Melalui riset, pengabdian, seminar, dan pendampingan, UMS berkontribusi nyata membangun masyarakat yang tangguh bencana,” ungkapnya.

Konsep pembangunan ketahanan atau resilience, kata Isa, bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan sosial dan ekonomi masyarakat. “Kita tidak bisa menunggu bencana terjadi baru bergerak. Mitigasi dan kesiapsiagaan harus jadi bagian dari perencanaan sejak dini,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya investasi dalam pengurangan risiko bencana, baik oleh pemerintah maupun swasta. “Program seperti desa tangguh bencana itu bagus, tetapi masih perlu diperluas. Karena membangun resiliensi butuh investasi jangka panjang dan kesadaran kolektif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pemahaman terhadap risiko bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. “Perguruan tinggi, masyarakat, tokoh agama, media, semuanya punya peran. Mitigasi itu harus dilakukan jauh hari sebelum bencana datang,” tegasnya.

Isa menyampaikan pesan reflektif untuk momentum International Day for Disaster Risk Reduction. “Bencana adalah sunatullah, sesuatu yang pasti terjadi. Maka yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan diri. Kadang bencana justru menjadi momentum untuk tumbuh, karena melahirkan inovasi dan pelaku usaha baru yang lebih tangguh,” pungkasnya.

Kontributor: Fika

Editor: Alfarabi

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serah Terima Bantuan Sembako, Lazismu KL Sebulu Jalin Sinergi Dengan Pengusaha H. Sutikno

    Serah Terima Bantuan Sembako, Lazismu KL Sebulu Jalin Sinergi Dengan Pengusaha H. Sutikno

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.338
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, KUKAR – Lazismu Kantor Layanan Sebulu dan Keluarga H. Sutikono Toha menjalin sinergi dalam mengatasi pandemi Covid-19. Kegiatan ini diwujudkan pada Selasa(14/04/20), bertempat di Kediaman H. Sutikno Toha Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang. Pada kesempatan ini diadakan serah terima bantuan sebanyak 50 paket Sembako dan 200 lembar masker atau setara 10 juta rupiah […]

  • Dua Pesilat Asal Tapak Suci Pimda 159 Samarinda Raih 1 Emas dan 1 Perunggu di POMNAS Jawa Tengah

    Dua Pesilat Asal Tapak Suci Pimda 159 Samarinda Raih 1 Emas dan 1 Perunggu di POMNAS Jawa Tengah

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet binaan Tapak Suci Pimda 159 Samarinda dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) yang digelar di Provinsi Jawa Tengah. Pada cabang olahraga pencak silat yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta, dua pesilat muda berhasil membawa pulang medali untuk kontingen Kalimantan Timur. Medali Emas diraih oleh pesilat […]

  • Energi Gen Z Siap Menginspirasi, FIK UMS Lepas 176 Calon Wisudawan

    Energi Gen Z Siap Menginspirasi, FIK UMS Lepas 176 Calon Wisudawan

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelepasan calon wisudawan/wisudawati periode 1 tahun 2025/2026 di Ruang Seminar Lt 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS. Pada periode ini, FIK UMS melepas 176 calon alumni. Dekan FIK UMS Dr. Umi Budi Rahayu, SSTFT., M.Kes., menyebut bahwa wisuda bukan berarti pendidikannya berakhir, hanya […]

  • SUMU Fasilitasi Pertemuan Prof. Abdul Fattah El-Awaisi dan Fadli Zon: Sinergi Ilmu dan Budaya untuk Pembebasan Baitul Maqdis

    SUMU Fasilitasi Pertemuan Prof. Abdul Fattah El-Awaisi dan Fadli Zon: Sinergi Ilmu dan Budaya untuk Pembebasan Baitul Maqdis

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) memfasilitasi pertemuan strategis antara Prof. Dr. Abdul Fattah El-Awaisi, akademisi terkemuka asal Palestina dan pelopor kajian Ilmu Pembebasan Baitul Maqdis, dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Museum Nasional Indonesia, Jakarta (22/10/25). Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Saladin Camp: Daurah Ilmiah Pembebasan Baitul Maqdis, sebuah […]

  • MDMC Lampung Hadiri Sharing Session PALUMA Nusantara bersama NGO se-Lampung

    MDMC Lampung Hadiri Sharing Session PALUMA Nusantara bersama NGO se-Lampung

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 129
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Perkumpulan perempuan, anak, Lingkungan, Usaha Mikro, dan Agribisnis (PALUMA) Nusantara yang bermitra dengan Asian disaster Preparadnes Centre (ADPC) melaksanakan program Memperkuat Kemitraan untuk Ketangguhan Masyarakat (MITRA TANGGUH) di Desa Canti dan Desa Rajabasa Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. PALUMA Nusantara melakukan Sharing Session tentang modul pendampingan tentang ketahanan iklim berlangsung pada 13 […]

  • IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Farich Al Mughni, Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik Magelang Pikiran ini berangkat atas keresahan penulis, akan tingkah kader IMM yang mulai mempunyai sifat superioritas Dan mulai tidak peduli dengan kaum-kaum mustadhafin (kaum yang tertindas) Dan juga Sikap para kader IMM yang Mengenyampingkan humanitas dalam trikoda Dan hilang nya Kemasyarakatan pada idealisme […]

expand_less