Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Islam Wasathiyah Dalam Muhammadiyah: Menjaga Keseimbangan Puritanisme dan Kemajuan

Islam Wasathiyah Dalam Muhammadiyah: Menjaga Keseimbangan Puritanisme dan Kemajuan

  • account_circle Najihus Salam
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Awaluddin Rahmat (Kader IMM FAI UMY)

Islam hadir sebagai ajaran yang memberikan pedoman hidup bagi umat manusia dengan menekankan keseimbangan antara nilai-nilai spiritual dan realitas kehidupan. Dalam sejarah perkembangannya, Islam sering dihadapkan pada tantangan bagaimana mempertahankan kemurnian ajarannya di tengah dinamika sosial dan kemajuan zaman. Di Indonesia, Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi Islam yang menonjol dalam upaya mengharmoniskan antara purifikasi ajaran Islam dan pembaruan pemikiran. Sebagai gerakan tajdid (pembaruan), Muhammadiyah dikenal dengan pendekatan puritanisme dalam membangun pemahaman Islam yang lebih murni, bebas dari unsur takhayul, bid’ah, dan khurafat. Namun, di sisi lain, Muhammadiyah juga mengusung semangat Islam Berkemajuan, yang mendorong umat Islam untuk terbuka terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan sosial tanpa kehilangan identitas keislamannya. Pendekatan ini sejalan dengan konsep Islam Wasathiyah, yaitu Islam yang moderat, tidak ekstrem dalam konservatisme, tetapi juga tidak terjebak dalam liberalisme yang berlebihan.

Oleh karena itu Muhammadiyah dengan gerakan purifikasinya serta paham dengan mdernisasi beragama yang menjadikan Muhammadiyah acapkali di identitaskan sebagai Islam Modernis, Islam Murni, Islam Reformis, Islam Puritan, Islam Progresif, Islam Moderat, hingga Wahabi. Maka dalam praktiknya, Muhammadiyah mendirikan berbagai lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, sebagai wujud komitmennya dalam mengembangkan Islam yang berbasis ilmu pengetahuan. Bahkan tidak hanya itu, Muhammadiyah juga memiliki karakteristik yang unik dengan adanya, MUNU (Muhammadiyah-NU), hingga Krismuha (Kristen-Muhammadiyah).

Islam Wasathiyah Dalam Muhammadiyah

Gerakan dakwah Muhammadiyah berfokus pada pemurnian akidah sekaligus mendorong umat Islam untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Konsep Islam Wasathiyah yang diusung Muhammadiyah tercermin dalam sikapnya yang menolak ekstremisme, baik dalam bentuk konservatisme yang kaku maupun liberalisme yang berlebihan. Muhammadiyah juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan, sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dengan kombinasi antara purifikasi dan pembaruan, Muhammadiyah terus berusaha menjaga keseimbangan antara keteguhan dalam prinsip Islam dan keterbukaan terhadap perubahan sosial.

Dalam hal ini Muhammadiyah sudah cukup mejaga kekokohan dalam purufikasi dan dinamisasi. Mengutip dari KH. Abdul Mu’ti (Sekretaris Umum PP Muhamadiyah) bahwa “Islam Wasathiyah bukan hanya soal keseimbangan, tetapi juga keberpihakan terhadap keadilan, kemanusiaan, dan kemajuan”. Ada beberapa hal yang dapat kita maknai bersama sebagai bentuk representasi diri. Pertama, Islam Wasathiyah Bukan Sekadar Keseimbangan, tetapi sikap aktif. Banyak yang mengartikan Islam Wasathiyah (Islam Moderat) hanya sebagai posisi tengah antara ekstrem kanan (konservatif-radikal) dan ekstrem kiri (liberal-sekular). Namun, KH. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Islam Wasathiyah bukan hanya soal “netral” atau mengambil posisi tengah, melainkan memiliki keberpihakan terhadap nilai-nilai yang lebih besar, yaitu keadilan, kemanusiaan, dan kemajuan. Kedua, Keberpihakan terhadap Keadilan. Keadilan dalam Islam tidak hanya berarti kesetaraan di mata hukum, tetapi juga mencakup keadilan sosial, ekonomi, dan politik. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam Wasathiyah selalu berpihak pada umat yang tertindas dan mendorong pemerintahan yang bersih serta bebas dari korupsi. Salah satu contoh konkritnya adalah Muhammadiyah sering menyuarakan kritik terhadap ketimpangan sosial dan mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil. Dan Muhammadiyah aktif dalam advokasi kebijakan publik, seperti dalam isu pendidikan dan kesehatan. Sebagai organisasi Islam yang berpegang pada prinsip tajdid (pembaruan), Muhammadiyah telah berhasil menjaga keseimbangan antara purifikasi ajaran Islam dan dinamisasi dalam merespons perkembangan zaman. Dengan pendekatan Islam Wasathiyah, Muhammadiyah tidak hanya menghindari ekstremisme dalam beragama, tetapi juga aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kemajuan. Hal ini tercermin dalam berbagai aspek, seperti pendidikan, kesehatan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan. Muhammadiyah berperan dalam membangun tatanan masyarakat yang inklusif, menolak fanatisme berlebihan, serta mendorong umat Islam untuk beradaptasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan jati diri keislaman.

Keseimbangan Puritanisme dan Kemajuan Muhammadiyah

Berbicara puritanisme dalam Muhammadiyah tercermin dari semangat pemurnian ajaran Islam yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Muhammadiyah menolak praktik keagamaan yang dianggap sebagai bid’ah, takhayul, dan khurafat (TBC) serta menegakkan ajaran Islam yang bersih dari penyimpangan. Dalam aspek ini, Muhammadiyah memiliki kesamaan dengan gerakan-gerakan pembaruan Islam yang menitikberatkan pada tauhid yang murni dan pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Namun, berbeda dengan paham puritan yang rigid dan eksklusif, Muhammadiyah tetap mempertahankan sikap wasathiyah atau moderasi dalam menjalankan purifikasi agama. Sikap ini menjauhkan Muhammadiyah dari ekstremisme dan memungkinkan fleksibilitas dalam menghadapi realitas sosial yang dinamis.

Sedangkan, kemajuan Muhammadiyah juga memiliki karakter modernis dan progresif. Semangat tajdid (pembaruan) yang diusung Muhammadiyah tidak hanya dalam aspek teologis, tetapi juga dalam ranah sosial, pendidikan, dan ekonomi. Organisasi ini berperan aktif dalam mendirikan sekolah, universitas, rumah sakit, dan berbagai lembaga sosial sebagai bentuk nyata dari Islam yang berkemajuan. Pemikiran keislaman Muhammadiyah menekankan pentingnya ijtihad, yaitu upaya memahami Islam sesuai dengan konteks zaman. Oleh karena itu, Muhammadiyah tidak menolak ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan justru menggunakannya untuk kemajuan umat. Dengan demikian, Muhammadiyah mampu menghadirkan Islam sebagai solusi bagi tantangan kehidupan modern, tanpa kehilangan esensi nilai-nilai Islam yang autentik.

Penutup

 Sebagai penutup, Islam Wasathiyah dalam Muhammadiyah itu tentang menjaga keseimbangan antara menjaga kemurnian ajaran Islam dan mengikuti perkembangan zaman. Muhammadiyah bukan hanya berfokus pada pemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, tapi juga terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi agar umat Islam bisa terus maju. Sebagai organisasi Islam yang moderat, Muhammadiyah menolak sikap beragama yang terlalu kaku atau terlalu bebas. Mereka punya komitmen kuat terhadap keadilan, kemanusiaan, dan kemajuan, yang diwujudkan lewat berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, kegiatan sosial, dan advokasi kebijakan publik. Dengan cara ini, Muhammadiyah terus berusaha menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, maju, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. Islam Wasathiyah dalam Muhammadiyah bukan cuma soal keseimbangan, tapi juga tentang berpihak pada nilai-nilai yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa.

  • Penulis: Najihus Salam

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 22 Tahun Lazismu: Gerakan Filantropi Muhammadiyah Berkontribusi untuk Indonesia

    22 Tahun Lazismu: Gerakan Filantropi Muhammadiyah Berkontribusi untuk Indonesia

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 249
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Tepat 4 Juli, genap 22 tahun usia Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu). Resmi berdiri pada tanggal 4 Juli 2002, namun gerakan filantropi yang dilakukan oleh Muhammadiyah sudah masif jauh sebelum itu. Ibnu Tsani, Direktur Utama Lazismu menyampaikan, gerakan filantropi Muhammadiyah sudah dilakukan jauh sebelum Indonesia merdeka. Meskipun saat itu, Muhammadiyah […]

  • Melek Organisasi: HMP PAI UMS Adakan Sharing Session bagi Maba

    Melek Organisasi: HMP PAI UMS Adakan Sharing Session bagi Maba

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA- Pada hari Ahad, 31 Agustus 2025, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan untuk mahasiswa baru yang digelar di lapangan kampus IV Universitas Muhammadiyah Surakarta. Acara ini berlangsung hari ba’da Ashar hingga menjelang Maghrib.   Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh HMP PAI […]

  • Masta IMM ITS PKU Muhammadiyah Solo Diikuti Mahasiswa Baru dari 28 Provinsi

    Masta IMM ITS PKU Muhammadiyah Solo Diikuti Mahasiswa Baru dari 28 Provinsi

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 171
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Masa Taaruf (Masta) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Institut Teknologi Sains dan Kesehatan atau ITS PKU Muhammadiyah Solo diikuti mahasiswa baru dari 28 provinsi di Indonesia. Masta IMM itu digelar di Kampus ITS PKU Muhammadiyah Solo pada Rabu-Kamis (4-5/9/2024). Wakil Rektor III ITS PKU Muhammadiyah Solo, Suyanto, menyampaikan Masta IMM adalah agenda […]

  • Santri Asy-Syifa’ Blimbingrejo Rayakan Hari Santri Nasional dengan Semangat Kebersamaan

    Santri Asy-Syifa’ Blimbingrejo Rayakan Hari Santri Nasional dengan Semangat Kebersamaan

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jepara, 22 Oktober 2025 — Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo menyelenggarakan kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional di Pantai Moro Rejo dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri, asatidz, dan panitia pondok sebagai bentuk penghormatan terhadap peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa dan pembangunan peradaban. Sejak pukul […]

  • Muhammadiyah Hadir di Baduy: Pesantren Ramadan dan Santunan bagi Mualaf

    Muhammadiyah Hadir di Baduy: Pesantren Ramadan dan Santunan bagi Mualaf

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebak – Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1446 H/2025 M, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerja sama dengan LazisMu PP Muhammadiyah menggelar Pesantren Ramadan, kesempatan kali ini bagi para mualaf di suku Baduy, Kampung Kompol, Leuwidamar, Lebak, Banten. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (7/3/2025) dengan berbagai rangkaian program keislaman. Pesantren Ramadan ini meliputi […]

  • Eco-Surya Sukoharjo Tanam 1000 Pohon Sebagai Aksi Peduli Lingkungan

    Eco-Surya Sukoharjo Tanam 1000 Pohon Sebagai Aksi Peduli Lingkungan

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 125
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo sukses melaksanakan kegiatan “Tanam 1000 Pohon” yang digelar di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kreatif Bulu Sukoharjo, pada Sabtu, 30 November 2024. Kegiatan ini mengusung tema “Eco-Resilience: Aksi Tanam 1000 Pohon sebagai Amal Jariyah Lingkungan” dan menjadi bagian dari program Eco-Surya […]

expand_less