
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMP PGSD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Smart-Eco: Transformasi Edukasi Ramah Lingkungan Melalui Sabun Organik dan Kreativitas Mozaik Anak Sekolah Dasar”, di SDN Jipangan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui edukasi kreatif dan pelatihan berbasis kearifan lokal. Program menyasar dua kelompok utama, yaitu siswa kelas 1–2 SD serta ibu-ibu Desa Jipangan.
Ketua Panitia, Ahmad Said, menjelaskan bahwa Smart-Eco merupakan akronim dari Sabun Mozaik Aksi Ramah Lingkungan Transformasi Edukasi Cinta Organik, yang mencerminkan semangat kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam mengubah pola pikir tentang kebersihan dan pengelolaan sampah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah plastik secara kreatif. Selain itu, kami juga mengajak masyarakat untuk memahami manfaat bahan alami seperti daun sirih untuk membuat sabun antiseptik,” terang Ahmad, Kamis, (9/10).
Desa Jipangan ini dipilih sebagai lokasi kegiatan karena sebagian besar warganya bekerja sebagai petani dan masih perlu ditingkatkan kesadaran terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), khususnya kebiasaan mencuci tangan setelah bekerja.
Kegiatan ini turut melibatkan Pemerintah Desa Jipangan, SDN Jipangan, serta kader PKK setempat.
Dalam pelaksanaan pelatihan sabun cair dan sosialisasi PHBS, HMP PGSD UMS berkolaborasi dengan Ketua Kader Desa Jipangan, Sri Senjati, serta menghadirkan narasumber profesional, Kirani Raudhahtul Jannah, S.Tr.Keb., yang berprofesi sebagai bidan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan. Anak-anak tampak antusias saat membuat karya mozaik dari sampah plastik, yang tidak hanya melatih motorik halus tetapi juga menanamkan nilai peduli lingkungan.

Sementara itu, ibu-ibu desa berpartisipasi aktif dalam pelatihan pembuatan sabun cair berbahan daun sirih yang berfungsi sebagai antiseptik alami sekaligus bentuk pemanfaatan potensi lokal.
Melalui kegiatan Smart-Eco yang dilaksanakan pada Sabtu (4/10) lalu, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan manajerial dan kepemimpinan, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan produk ramah lingkungan yang bernilai estetis dan ekonomis.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi langkah kecil menuju perubahan besar dalam pola pikir masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola lingkungan secara bijak,” tutup Ahmad Said. (Luthfi/Fika/Humas)
editor: unaise albunayya



