Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Pendidikan Parenting dalam Surah Luqman ayat 13-19

Pendidikan Parenting dalam Surah Luqman ayat 13-19

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
  • visibility 855
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Fajry Annur, Mahasiswa FKIP UMS

Sebagai anak muda yang baru mengenal dan belajar parenting, rasanya belajar langsung dari surah Luqman ini merupakan sebuah paket sederhana dan ringan untuk dipahami serta dipelajari. Karena belajar pola asuh ini sejatinya agak tricky. Akan tetapi, jika melihat dari surah Luqman ini sendiri kita akan diberikan gambaran umum secara ringkas, bagaimana pola asuh yang baik. Saya berasumsi, bagi kita yang baru belajar tentang parenting, mengetahui isi kandungan surah Luqman ini mengenai pola asuh, merupakan sebuah hal yang ringkas dan akan mampu menjadi fondasi yang baik untuk kita belajar parenting selanjutnya.

Sebenarnya, Luqman sendiri bukanlah sosok Nabi atau Rasul, tetapi namanya abadi dalam Al-Qur’an sebab kepandaiannya dalam memberikan pola asuh terhadap anaknya. Luqman sendiri dikaruniai oleh Allah dengan Ilmu Hikmahnya, antara lain berupa ilmu, agama, benar dalam ucapan.

Keimanan yang Membentuk Amal Ma’ruf Nahi Munkar

Dalam Al-Qur’an surah Luqman ayat 13, Allah swt berfirman, yang artinya:

“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar.”

Dalam sebuah kitab Tafsir karya Ibnu Katsir, Luqman berpesan kepada putranya sebagai orang yang paling disayanginya dan paling berhak mendapat pemberian paling utama dari pengetahuannya. Oleh karena itulah Luqman dalam wasiat pertamanya berpesan agar anaknya menyembah Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Maka, dengan membuka pola asuh kita terhadap anak dengan keimanan merupakan bentuk cinta kita terhadap anak kita kelak.

Bekal keimanan merupakan bekal utama sebagai pembuka yang Luqman berikan kepada anaknya. Sebab keimanan di sini sebagai fondasi yang kuat, dari orang tua yang sangat menyayangi anaknya. sSma seperti kita, jika kita menyayangi dan mencintai anak kita, maka bekal utama dan pertama yang harus kita tanamkan padanya adalah rasa Iman kepada Allah swt. Karena dengan bekal iman inilah seorang anak mampu berdiri dengan fondasi yang kokoh dalam hidupnya.

 “Hai anakku, sesungguhnya jika ada suatu perbuatan seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman:16).

Ibnu Katsir sendiri mengatakan bahwa seandainya amal sekecil dzarrah itu dibentengi dan ditutupi berada di dalam batu besar yang membisu atau hilang dan lenyap di kawasan langit dan di dalam bumi, maka sesungguhnya Allah pasti akan membalasinya. Demikianlah sesungguhnya Allah, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya dan tiada sebutir dzarrah pun yang terhalang dari penglihatannya. Pesan ini memberikan pelajaran kepada kita untuk diajarkan kepada anak-anak sebagai bentuk pengawasan atas perbuatan yang kelak mereka lakukan bahwa segala sesuatu di awasi oleh Allah, maka ini akan menumbuhkan rasa takut dan taat kepada Allah swt.

Dari sana kita dapat mengambil hikmah, bahwasannya dalam mendidik anak perlu adanya penanaman nilai-nilai kebaikan amalan perbuatan, memberikan pengertian kepada anak mana yang baik dan yang salah, memberikan nasihat kepada anak bahwa segala sesuatu yang dia kerjakan pastilah diketahui oleh Allah swt, dan setiap perbuatan yang dikerjakannya pasti akan mendapat   balasan. Demikianlah anak akan lebih paham dan berhati-hati dengan perbuatan yang dilakukannya. Maka, tentulah anak akan selalu taat dalam berbuat kebaikan karena memiliki rasa takut dalam dirinya.

Dalam surah Luqman ayat 17, Allah swt berfirman yang artinya: “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegalah mereka dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah.”

Dalam ayat tersebut Luqman berpesan kepada anaknya agar selalu mengerjakan yang baik. Tidak hanya itu, ia pun berpesan agar anaknya juga mampu membawa kemaslahatan terhadap sekitarnya dengan mencegah dari apa-apa yang buruk terjadi di sekelilingnya. Luqman pun mengajarkan bahwa selalu ada masalah yang akan menimpa, maka dari itu rasa sabar haruslah senantiasa kita siram pada diri kita. Begitulah yang ia ajarkan terhadap anaknya, keduanya saling berhubungan yaitu membawa kebaikan dan rasa sabar, keduanya saling menguatkan, sebab dalam berbuat baik kita pasti akan mendapat kesulitan dan kita harus bersabar karenanya.

Tidak Sombong, dan Senantiasa Sederhana

“Dan janganlah kamu memalingkan muka dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18).

Sombong adalah suatu penyakit yang mana penyakit tersebut dapat merusak amal perbuatan yang dimiliki oleh seseorang. Pesan Luqman dari surah di atas kepada anaknya memberikan pelajaran kepada kita, bahwasannya sebagai manusia, apapun yang kita miliki, dan dalam keadaan apapun, kita tidak dibenarkan untuk merasa lebih baik dengan cara yang angkuh, karena hal tersebut merupakan perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT. Dengan memberikan pelajaran yang demikian, anak akan memiliki sikap rendah diri, dan selalu menghormati apa yang dimilikinya dan juga orang lain.

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Luqman: 19).

Seburuk-buruk suara ialah suara keledai, karena tatkala suaranya memekik karena melihat setan. Maka pesan selanjutnya adalah, bagaimana kita mendidik anak yang mampu melunakkan suaranya, tidak berteriak-teriak dalam berbicara karena hal itu adalah perbuatan yang kurang baik. Sebab di satu sisi kurang menghargai lawan bicara juga termasuk perbuatan yang tidak disukai Allah.

Kesederhanaan dalam berbuat menjadi pesan terakhir yang bisa di sampaikan dalam tulisan ini. Dengan sikap sederhana yang kita lakukan, artinya bersikap pertengahan (tidak berlebihan) seperti dalam berjalan maupun berbicara, merupakan perbuatan yang harus ditanamkan kepada anak, agar kelak dirinya mampu menjadi pribadi yang tidak berlebih-lebihan terhadap segala sesuatu.

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari pola asuh yang Luqman benar-benar tanamkan pada keluraga dan juga anak-anaknya. Dari sana kita dapat belajar bahwa seorang yang sederhana seperti Luqman dapat mengajarkan sesuatu yang sangat berarti bagi anak-anaknya, menjadikan diri kita tidak insecure meski bukan siapa-siapa yang memiliki kedudukan tinggi atau pun harta yang lebih. Akan tetapi dari hikmah kisah Luqman inilah, kita dapat belajar bahwa pola asuh yang baik berasal dari usaha seorang orang tua yang selalu ingin terbaik bagi anak-anaknya, tentunya dengan pondasi keutamaan iman yang kuat serta pendidikan yang senantiasa berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Dakwah Komunitas, LDK PP Muhammadiyah Gelar Konsolidasi Dai di Nias Utara

    Perkuat Dakwah Komunitas, LDK PP Muhammadiyah Gelar Konsolidasi Dai di Nias Utara

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 22
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Nias Utara – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melaksanakan kegiatan Syiar Ramadan 1447 H di Pulau Nias dengan agenda konsolidasi dai komunitas se-Nias. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, bertempat di Masjid Taqwa Idanondrawa, Nias Utara, dan dihadiri oleh para dai komunitas, pengurus Muhammadiyah, serta kader dakwah dari berbagai wilayah […]

  • Dosen dan Tendik FKM UMKT Gelar Senam Bersama untuk Wujudkan Kampus Sehat dan Penguatan Capacity Building

    Dosen dan Tendik FKM UMKT Gelar Senam Bersama untuk Wujudkan Kampus Sehat dan Penguatan Capacity Building

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Dalam rangka mewujudkan Kampus Sehat, dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (FKM UMKT) melaksanakan kegiatan *senam bersama* pada Kamis, 16 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung F ini diikuti dengan penuh semangat dan kebersamaan oleh seluruh sivitas akademika FKM. Senam bersama ini menjadi bagian dari […]

  • Istiqamah Bersama Al-Qur’an, Program Dakwah Mualaf Kulonprogo Tuai Perkembangan

    Istiqamah Bersama Al-Qur’an, Program Dakwah Mualaf Kulonprogo Tuai Perkembangan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kulonprogo — Memasuki bulan ketiga, Program Kemitraan Dakwah Pembinaan Mualaf kerja sama Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan BAZNAS RI di Kulonprogo semakin meneguhkan aspek spiritual peserta. Kegiatan yang didampingi Subandi kali ini difokuskan pada pembiasaan membaca Al-Qur’an, pengenalan huruf hijaiyah, serta hafalan doa dan surat pendek pada Halaqah hari Kamis, 12 Maret 2026. […]

  • Tanfidz Tanwir PP IPM: Kabar Bahagia atau Malapetaka?

    Tanfidz Tanwir PP IPM: Kabar Bahagia atau Malapetaka?

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ibnu Fauzan (Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kalimantan Timur Bidang Advokasi Dan Kebijakan Publik) Tanwir Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) telah 6 bulan berlalu, selama itu pula lah pelajar muhammadiyah se – Indonesia menunggu hasil keputusan induk dan pedoman berupa tanfidz hasil kerja kerja tanwir kemarin. 23 Juni 2025, tanfidz […]

  • PWM Lampung Gelar Leadership Camp di Edupark Metro untuk Perkuat Sinergi dan Karakter Kepemimpinan

    PWM Lampung Gelar Leadership Camp di Edupark Metro untuk Perkuat Sinergi dan Karakter Kepemimpinan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Metro – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Leadership Camp yang berlangsung di kawasan Edupark 29, Kota Metro. Agenda yang digelar selama dua hari, yakni Jumat hingga Sabtu 30-31 Januari 2025, merupakan hasil kolaborasi strategis antara PWM Lampung dengan Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Lampung. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum […]

  • Mahasantri Pondok Shabran UMS Gencarkan Dakwah Muhammadiyah di Sangihe, Sulawesi Utara

    Mahasantri Pondok Shabran UMS Gencarkan Dakwah Muhammadiyah di Sangihe, Sulawesi Utara

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dai Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hanif Syairafi, S.Pd., menjadi pembicara utama dalam pengajian rutinan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) ibu-ibu Desa Tariang Baru, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Meskipun hujan mengguyur wilayah dataran tinggi dan menyebabkan sebagian jamaah tidak dapat hadir, semangat para ibu majelis taklim […]

expand_less