Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Berkembang atau Tumbang di Tengah Jalan?

Berkembang atau Tumbang di Tengah Jalan?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2020
  • visibility 1.439
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rahiman Albanjari (KSO Kokam Kaltim)

“KITA akan menjadi saksi perubahan. baik dari hal-hal kecil yang dapat mengubah kebiasaan, hingga revolusi besar yang dalam senyap memusnahkan peradaban. Hanya akan ada dua pilihan; berkembang atau tumbang di tengah jalan?”

Stephen Elop, CEO Nokia, sebelum menyerahkan divisi handset perusahaannya kepada Microsoft berkata, “We didn’t do anything wrong, but then we lost.” Nokia tidak melakukan satu pun kesalahan, tetapi kemudian perusahaannya hilang, produknya jatuh, kalah, tergusur dan tidak diminati pasar.

Bisa kita bayangkan bagaimana Nokia, perusahaan asal Finlandia yang sempat menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di Finlandia dan dunia. Perusahaan menghasilkan produk-produk telekomunikasi mulai dari produk telepon genggam sampai perangkat telekomunikasi lainnya seperti HLR, MSC, BSC, RNC dan lain-lain.
Pada awal 1981, Nokia berhasil meluncurkan produk bernama Nordic Mobile Telephony (NMT). NMT merupakan jaringan selular multinasional yang pertama di dunia. Karenanya, sepanjang dekade 1980-an NMT diperkenalkan ke sejumlah negara dan mendapat sambutan yang luar biasa dengan 2.100 seri ponsel Nokia yang mendulang sukses.

Bahkan target penjualan sebanyak 500.000 unit berhasil dicapai pada 1994 dan tenaga karyawan sebanyak 54.000 orang dengan produk yang terjual di 130 negara. Pada 1998, Nokia memfokuskan pada telekomunikasi dan investasi awal dalam teknologi GSM, membuatnya menjadi perusahaan pemimpin ponsel di dunia.
Namun, hal itu ternyata tinggal cerita berselimut duka, tepat pada tanggal 25 April 2014, Nokia resmi diakuisisi oleh Microsoft yang lalu mengakhiri kejayaan Nokia perusahaan dalam bisnis telepon selular selama 34 tahun lamanya. Hal ini, tidak hanya terjadi pada perusahaan-perusahaan besar, namun juga terjadi pada institusi-institusi yang tak pernah menjembatani lintas generasi.

Dalam roda kehidupan dunia yang terus berubah dan berkembang, industri bahkan institusi lama pasti terdisrupsi tanpa bisa terelakkan lagi. Ketika hal itu terjadi, banyak orang yang memilih untuk tidak menghadapinya lantaran merasa tak berdaya. mereka memilih untuk ribut dan bertengkar sesama mereka sendiri, daripada berfikir dan berinovasi mencari solusi untuk menghadapi.

Menarik perkataan Peter Drucker, “Satu hal yang kita tahu tentang masa depan adalah pasti masa depan akan berbeda (dengan masa kini).” Perubahan bagai air yang mengalir, tidak pernah mengenal lelah dan berhenti. Saat kita diam dan berhenti untuk mengembangkan dan melakukan perubahan terhadap diri, industri, organisasi maupun instansi, berarti sama halnya kita mengundang badai yang akan menumbangkan dan mengakhiri.

Oleh karenanya, penting bagi kita untuk paham dan mengerti bahwa kita semua tengah menghadapi persoalan sama; terbelenggu oleh pola pikir lama sehingga kadang sulit menerima fakta-fakta dan cara-cara yang baru. Waktu kita disibukkan oleh perdebatan dan pertengkaran yang tak berujung, hingga akhirnya menyeret kita pada titik penyesalan.

Dalam situasi seperti ini, hal pertama yang harus diubah adalah pola pikir kita. kalau pola pikir kita masih saja kolot, maka selamanya kita akan berada dalam kemunduruan. Maka, pola pikir terlebih dahulu harus maju, kemudian ada keinginan dan usaha untuk berbenah dan berubah sehingga menjadi bagian dari Agent of Change yaitu orang-orang yang bertindak sebagai katalis atau pemicu terjadinya sebuah perubahan.

Tentunya perubahan di sini menuju pada perubahan yang baik dan berkemajuan dan untuk menyongsong hal tersebut mestinya diperlukan semangat fastabiqul khairat, sebagaimana firman Allah yang artinya; “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S Al Baqarah :148).

Akhirnya, dengan semangat dan motivasi tinggi untuk melakukan kebaikan, pola pikir yang berkemajuan, tentunya akan berimbas pada sebuah gerakan dan terobosan baru untuk berkembang, menjadikan kita bagian dari penggerak bahkan pelaku revolusi untuk melakukan perbaikan dan perubahan ke arah yang lebih baik.

ditulis oleh : Rahiman Albanjari

Sumber : https://kaltim.prokal.co/read/news/345039-berkembang-atau-tumbang-di-tengah-jalan

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PRA Pondok Grogol bersama LazisMu Sukoharjo Gelar Berbagi Kado Ramadhan

    PRA Pondok Grogol bersama LazisMu Sukoharjo Gelar Berbagi Kado Ramadhan

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 39
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pondok kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menggelar kegiatan Berbagi Kado Ramadhan untuk jamaah pengajian Ranting Aisyiyah Pondok, guru dan karyawan BA ‘Aisyiyah dan Yatim Dhuafa, (16/3 /2025). Acara ini berlangsung di Masjid Baitussalam Pondok, Grogol yang dihadiri oleh seluruh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah ( PRA) Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( […]

  • Resmi Dilantik, MES Surakarta Tancap Gaskan Jalankan Program Kerja Unggulan

    Resmi Dilantik, MES Surakarta Tancap Gaskan Jalankan Program Kerja Unggulan

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta periode 2024-2029 segera tancap gas setelah resmi dilantik. Sejumlah program kerja unggulan secepatnya akan dikerjakan. Ketua Umum Badan Pengurus Harian MES Surakarta, Ibrahim Fatwa Wijaya, SE, MSc, PhD mengatakan, terdapat lima bidang di MES Surakarta, yakni bidang organisasi, bidang usaha, bidang keuangan, bidang ziswaf, serta bidang […]

  • Silaturahmi dan Dakwah: Safari Ramadhan PCM Muara Aman Semarakkan PRM Embong

    Silaturahmi dan Dakwah: Safari Ramadhan PCM Muara Aman Semarakkan PRM Embong

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Setelah sukses menggelar Safari Ramadhan perdana di Mushola Al Faruq, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muara Aman melanjutkan perjalanan dakwahnya ke Masjid Al-Jihad Muhammadiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Embong pada Senin, 3 Maret 2025. Safari Ramadhan kali ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan, dipimpin oleh koordinator kegiatan, Hambali. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCM […]

  • Ghufron Mustaqim: Muhammadiyah adalah Gerakan Islam Terkaya di Dunia

    Ghufron Mustaqim: Muhammadiyah adalah Gerakan Islam Terkaya di Dunia

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 182
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ghufron Mustaqim Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) sekaligus Wakil Ketua LP UMKM PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan grassroot non-profit terbesar di dunia. “Berdasarkan data publik yang saya dapatkan dari CNBC, aset Muhammadiyah saat ini mencapai angka 400 trilliun rupiah atau USD 27 Billion,” sebutnya. Kemudian, sambung Ghufron, berdasarkan data […]

  • Eco-Surya Sukoharjo Dorong Mencipta Karya Kreatif dari Sampah

    Eco-Surya Sukoharjo Dorong Mencipta Karya Kreatif dari Sampah

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 121
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Gedung LKSA Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Grogol menjadi muara berlangsungnya sebuah kegiatan Training Green Craft yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo. Acara ini memiliki tema “Eco-Art: Karya Kreatif untuk Menjaga Bumi”. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program Eco-Surya Sukoharjo, spirit implementasi ikhtiar menyelamatkan […]

  • Merawat Tradisi, Mendorong Inovasi: Disertasi Doktor UMS Hadirkan Bahan Ajar IPAS Berbasis Budaya Lokal dan STEAM

    Merawat Tradisi, Mendorong Inovasi: Disertasi Doktor UMS Hadirkan Bahan Ajar IPAS Berbasis Budaya Lokal dan STEAM

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Inovasi dalam dunia pendidikan dasar kembali hadir dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Melalui disertasinya, Erna Zumrotun mengembangkan bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang terintegrasi dengan budaya lokal dan pendekatan STEAM sebagai upaya mendorong pembelajaran holistik di sekolah dasar. Disertasi tersebut ia presentasikan saat ujian promosi doktor dari program […]

expand_less