Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » H. Darlis Pattalongi, Dakwah Muhammadiyah Harus Teguhkan Wawasan Kebangsaan

H. Darlis Pattalongi, Dakwah Muhammadiyah Harus Teguhkan Wawasan Kebangsaan

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam paparannya yang berapi-api namun sejuk, Ketua LHKP PWM Kaltim, H. Darlis Pattalongi, mengajak para muballigh untuk meneguhkan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari gerakan Islam berkemajuan.

:

Babulu, PPU – “Indonesia bukan milik kelompok, tapi hasil perjuangan seluruh anak bangsa. Maka jangan biarkan semangat kebangsaan pudar,” ucap H. Darlis Pattalongi, Ketua LHKP PWM Kaltim, membuka paparannya dalam kegiatan Silaturahim Temu Muballigh dan Penggiat Pengajian Muhammadiyah Regional Paser–PPU, Ahad (26/10/2025).

Dalam materi bertajuk “Meneguhkan Wawasan Kebangsaan dalam Gerakan Islam Berkemajuan,” Darlis mengingatkan para muballigh agar tidak memisahkan dakwah dengan cinta tanah air. “Gerakan Islam berkemajuan bukan hanya mengajak orang beribadah, tapi juga menjaga negara agar tetap utuh dan damai,” ujarnya.

Di hadapan para peserta, Darlis menekankan pentingnya memahami empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya, kata dia, merupakan fondasi yang tidak bisa ditawar bagi setiap warga negara, termasuk para muballigh Muhammadiyah.

“Pancasila bukan lawan agama. Ia adalah payung besar yang justru lahir dari nilai-nilai tauhid dan kemanusiaan,” jelasnya. Ia menegaskan, pemahaman yang keliru terhadap dasar negara sering menimbulkan konflik identitas dan kesalahpahaman terhadap Islam. “Kalau muballigh Muhammadiyah tidak menegaskan ini di mimbar, maka siapa lagi yang meluruskan?” tanyanya retoris.

Darlis mengutip keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar bahwa Indonesia adalah Darul Ahdi wa Syahadah, yakni negeri perjanjian dan kesaksian. “Artinya, Indonesia adalah hasil kesepakatan para pendiri bangsa, termasuk ulama-ulama Islam. Maka menjaga NKRI adalah bagian dari ibadah,” tegasnya.

Darlis juga memaparkan sejumlah ancaman yang kini dihadapi bangsa Indonesia, mulai dari menurunnya rasa nasionalisme, derasnya arus globalisasi, hingga merebaknya paham-paham ekstrem. “Kita kehilangan banyak hal: keteladanan pemimpin, rasa bangga sebagai bangsa, dan penghargaan terhadap keberagaman,” ujarnya dengan nada prihatin.

Ia menambahkan, di tengah arus digital dan globalisasi yang kian deras, muballigh memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan. “Dakwah bukan hanya tentang akidah dan ibadah, tapi juga menjaga harmoni sosial dan persatuan nasional,” katanya.

Menurutnya, wawasan kebangsaan adalah benteng moral dari ancaman disintegrasi. “Kalau cinta tanah air hilang, yang tersisa hanya egoisme kelompok,” tegasnya. Ia pun mengingatkan agar setiap muballigh mampu menyampaikan pesan kebangsaan dengan cara yang santun, mencerahkan, dan membangun optimisme.

Dalam konteks Muhammadiyah, Darlis menyebut bahwa gerakan Islam berkemajuan menempatkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi seluruh alam. Ia menjelaskan, semangat ini diwujudkan dalam tiga bentuk ukhuwah: ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), serta ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).

“Kalau tiga ukhuwah ini dijaga, maka tidak akan ada ruang bagi perpecahan. Di situlah dakwah Muhammadiyah punya peran besar,” ucapnya. Darlis juga menegaskan bahwa dakwah harus menampilkan wajah Islam yang ramah, bukan marah. “Muhammadiyah tidak mengajarkan kebencian. Kita berdakwah dengan hikmah dan keteladanan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Darlis mengingatkan pentingnya keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa sejarah bangsa ini lahir dari pengorbanan dan perjuangan panjang para pendahulu. “Mereka menumpahkan darah, air mata, dan waktu untuk kemerdekaan. Maka kita harus menghargainya dengan menjaga persatuan,” katanya.

Pesan moral itu disambut hangat oleh para peserta. Salah satu penggiat pengajian dari Paser mengaku terinspirasi. “Kami jadi sadar bahwa cinta tanah air itu bagian dari dakwah. Kita harus menyampaikan Islam yang membangun, bukan memecah,” ujarnya.

Moderator acara, Ust. Agus Suarto Edy, menutup sesi dengan refleksi singkat: “Pak Darlis mengingatkan kita bahwa tabligh bukan hanya soal ayat dan hadits, tapi juga soal menjaga negeri.”

Dengan suara mantap, H. Darlis menutup paparannya dengan kalimat yang menggugah:

“Indonesia ini titipan, bukan warisan. Maka jangan biarkan titipan ini hancur di tangan kita.”(ay.1)

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikhtiar Dakwah IMM Saat Awal Mahasiswa Baru

    Ikhtiar Dakwah IMM Saat Awal Mahasiswa Baru

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Oleh: Moch. Muzaki, TKK DPD IMM Jatim Masa awal menjadi mahasiswa adalah sebuah fase peralihan yang tidak sederhana. Seseorang yang sebelumnya berada dalam dunia sekolah, dengan pola kehidupan yang relatif terarah, tiba-tiba memasuki ruang baru bernama kampus. Ia bertemu dengan lingkungan yang lebih luas, karakter manusia yang lebih beragam, kebebasan yang lebih besar, tuntutan akademik […]

  • 13 Pimpinan Ranting Aisyiyah se-Cabang Bumiayu Brebes Ikuti Lomba Senam Bahagia Gebyar Milad Aisyiyah ke-107

    13 Pimpinan Ranting Aisyiyah se-Cabang Bumiayu Brebes Ikuti Lomba Senam Bahagia Gebyar Milad Aisyiyah ke-107

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 179
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pimpinan Cabang Aisyiyah Bumiayu Gelar Lomba Senam Bahagia antar PRA se-Cabang Bumiayu dalam Rangka Gebyar dan Semarak Milad Aisyiyah ke-107 di Hanggar SMK Muhammadiyah Bumiayu, Jum’at (24/05/2024). Acara Perlombaan Senam Bahagia ini diikuti oleh 13 kelompok senam (terdiri dari 10 orang) yang berasal dari 25 Pimpinan Ranting Aisyiyah yang ada di bawah […]

  • UMS Jadi Tuan Rumah Seleksi Jawa Tengah Menuju Tapak Suci 2nd World Championship

    UMS Jadi Tuan Rumah Seleksi Jawa Tengah Menuju Tapak Suci 2nd World Championship

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga bela diri tradisional dengan menjadi tuan rumah kegiatan Seleksi Jawa Tengah Road to Tapak Suci 2nd World Championship. Kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (17/7) di Auditorium Moh. Djazman UMS, yang diawali dengan tradisi khas pembukaan Tapak Suci yang sarat nilai […]

  • The Wincleo Casino Blog’s – Insights Announcements and Developments

    The Wincleo Casino Blog’s – Insights Announcements and Developments

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 64
    • 0Komentar

    We created this blog as a single place where you can end the confusion and start understanding how online casino entertainment truly functions. Instead of a parade of promotional headlines, we examine the logic behind game choices, payment systems, and platform changes. We encompass the whole Wincleo Casino experience, from the math that drives slot […]

  • UMS Kukuhkan Empat Doktor Ilmu Hukum, Disertasi Soroti Urgensi Hukum Transenden

    UMS Kukuhkan Empat Doktor Ilmu Hukum, Disertasi Soroti Urgensi Hukum Transenden

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukuhkan empat doktor baru. Pengukuhan ini diselenggarakan di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana UMS, Senin (22/9). Kali ini, PDIH UMS mengukuhkan FX Ary Setiawan sebagai doktor ke 98, Jhonsen Ginting sebagai doktor ke-99 Moh. Indra Bangsawan sebagai doktor ke-100, dan Suryani sebagai […]

  • PWM Kaltim Tegaskan Komitmen Membangun Wirausaha Berdaya dan Beretika

    PWM Kaltim Tegaskan Komitmen Membangun Wirausaha Berdaya dan Beretika

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Semangat dakwah Muhammadiyah dalam membangun ekonomi umat kembali terasa kuat pada Seminar Nasional Kewirausahaan “Start Up With Purpose” yang diselenggarakan pada Kamis, 4 Desember 2025, di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Acara ini menjadi ruang besar bagi kader persyarikatan, pelaku UMKM binaan, serta anggota Nasyiatul Aisyiyah untuk menguatkan kompetensi bisnis sebagai bagian dari misi tajdid […]

expand_less