Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Fahdhi Fauzi Akbar

(Mahasiswa Progam Doktor Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka Jakarta)

Melihat kabar berita beberapa pekan belakang Indonesia sedang tidak baik, seperti politik ,kriminal, korupsi dan masih lain lain. Pendidikan pun tidak lepas dari isu isu atau berita yang negatif mulai dari kasus pegawai negeri sipil yang diberhentikan oleh pemerintah karena membantu guru honor lewat iuran orang tua atau wali mudir yang nominalnya hanya 20 ribu rupiah dan sudah sama sama disepakati oleh semua orang tua wali murid. Yang kedua kasus percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri 72 Kepala Gading. Ketiga Kasus bullying di perguruan tinggi yang paling menonjol pada tahun 2025 adalah yang menimpa mahasiswa Universitas Udayana (Unud).

Indonesia kembali dihadapkan pada realitas pahit di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat teraman kedua bagi anak-anak sekolah. Dalam satu pekan terakhir, deretan kasus kekerasan dan perundungan yang mencuat mulai dari tingkatan dasar hingga perguruan tinggi bukan hanya menjadi trending topic, tetapi juga alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan institusi pendidikan. Dari lembaga formal yang diagungkan, tiba-tiba menjelma menjadi ruang pengujian mental dan fisik bagi sebagian siswa yang rentan.

Gambaran Kasus Bully pada tahun 2025 Sumber Data: KPAI, JPPI

Data 2025 menunjukkan bahwa masalah kekerasan di dunia pendidikan telah bertransformasi menjadi ancaman yang mematikan dan sistemik. Kasus-kasus fatal tidak lagi terbatas pada jenjang tertentu, melainkan menjadi perhatian utama publik dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi.

Benang merah isu dalam satu pekan

Isu-isu yang baru saja kita saksikan, mulai dari sanksi terhadap kepala sekolah yang dianggap lalai, hingga ancaman serius dari Kementerian yang menuntut penanganan perundungan, menunjukkan adanya dua masalah mendasar: kegagalan sistem pencegahan dan buruknya respon pasca-kejadian.

Kita melihat sebuah anomali. Di satu sisi, pemerintah gencar meluncurkan program digitalisasi dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Namun, di sisi lain, infrastruktur psikososial di lingkungan pendidikan masih rapuh. Peristiwa kekerasan yang berulang kali terjadi membuktikan bahwa kurikulum canggih atau fasilitas mewah tidak akan berarti apa-apa jika lingkungan belajarnya dipenuhi rasa takut. Jeritan korban perundungan pekan lalu adalah penanda bahwa fokus kita selama ini terlalu banyak pada capaian kognitif, namun abai terhadap pembentukan karakter dan keamanan emosional peserta didik.

Mengubah Agenda Menjadi Aksi Konkret

Menyambut pekan ke depan, isu keamanan lingkungan pendidikan harus bergeser dari sekadar wacana menjadi agenda prioritas tanpa kompromi. Ada tiga langkah mendesak yang harus dilakukan. Pertama, Audit Keamanan dan Psikososial menyeluruh setiap Lembaga Pendidikan harus diwajibkan melakukan Audit Keamanan dan Psikososial (bukan hanya fisik) secara berkala. Audit ini harus melibatkan pihak independen untuk menilai seberapa efektif mekanisme pelaporan, penanganan, dan sanksi terhadap pelaku kekerasan. Hasil audit ini harus menjadi dasar pemetaan kerentanan di setiap satuan pendidikan.

Kedua, Kesejahteraan dan Pelatihan tenaga pendidik baik di lingkungan sekolah tau pun perguruan tinggi . Mereka harus diperkuat, baik dari segi jumlah, pelatihan, maupun kesejahteraan. Tenaga Pendidik (Guru BK dan Dosen) tidak boleh lagi dianggap sebagai “tenaga,” melainkan sebagai fasilitator dan mediator yang kompeten dalam menangani isu kesehatan mental dan konflik siswa. Pelatihan khusus tentang trauma healing dan deteksi dini perundungan wajib diimplementasikan. Ketiga, Sanksi Tegas dan Transparan bagi Lembaga Jika ultimatum instansi pendidikan aman dari kementerian benar-benar serius, maka sanksi harus ditegakkan secara transparan dan tegas, baik kepada pelaku maupun lembaga yang terbukti lalai. Sanksi ini bisa berupa peninjauan kembali akreditasi sekolah atau perguruan tinggi pencopotan jabatan pimpinan yang gagal menciptakan lingkungan yang aman.

Membangun Budaya Lembaga  yang Baru

Kasus-kasus perundungan yang baru-baru ini terjadi telah menghabiskan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. Mengubah persepsi ini membutuhkan lebih dari sekadar janji. Pekan depan, kita tidak hanya menanti pengumuman kebijakan baru, tetapi menantikan aksi nyata. Sekolah dan Perguruan Tinggi  harus bertransformasi menjadi ekosistem yang responsif, di mana setiap peserta didik merasa aman, didengar, dan dihargai. Fokus pada keamanan, empati, dan inklusivitas adalah investasi jangka panjang yang jauh lebih berharga daripada gedung baru atau kurikulum yang berganti-ganti. Jangan biarkan jeritan para korban pekan lalu hanya menjadi noise yang hilang ditelan hiruk pikuk berita lainnya. Sudah saatnya kita menempatkan keselamatan jiwa anak didik sebagai nilai tertinggi dalam sistem pendidikan kita.

Editor: Choiril Amirah Farida

 

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Muda Bicara Pendidikan Dorong Pemahaman Publik tentang TKA

    Forum Muda Bicara Pendidikan Dorong Pemahaman Publik tentang TKA

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tangerang Selatan – Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi tema utama dalam forum Muda Bicara Pendidikan yang digelar di Serambi Temu, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (3/9/2025). Acara ini mempertemukan tokoh pendidikan, praktisi, guru, hingga perwakilan pelajar untuk mendiskusikan peran TKA dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Kepala PSKP UAD sekaligus Tenaga Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan […]

  • Mondok Di Tengah Kuliah: Pilihan atau Kebutuhan

    Mondok Di Tengah Kuliah: Pilihan atau Kebutuhan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Oleh: Nailah Majid Mahasiswa merupakan agen perubahan di masa depan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun bangsa. Pada era modern ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang baik. Tuntutan tersebut sering kali menimbulkan tekanan tersendiri, terutama ketika harus menyeimbangkan antara capaian intelektual dan kebutuhan spiritual. Oleh […]

  • Perkuat Sinergi dan Mutu Akademik, Pimpinan FEB UMS Hadiri Pertemuan AFEB PTMA 2026

    Perkuat Sinergi dan Mutu Akademik, Pimpinan FEB UMS Hadiri Pertemuan AFEB PTMA 2026

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Jajaran pimpinan fakultas dan ketua program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadiri rangkaian agenda Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (AFEB PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), 4-5 Agustus 2026. Keikutsertaan tersebut diikuti seluruh struktural program studi di […]

  • Perkuat Filantropi LAZISMU Lampung Timur Gelar Rakerda Perdana untuk Optimalisasi Zakat di 26 Kecamatan

    Perkuat Filantropi LAZISMU Lampung Timur Gelar Rakerda Perdana untuk Optimalisasi Zakat di 26 Kecamatan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung Timur – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Daerah Lampung Timur resmi menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) perdana pada awal tahun 2026. Momentum ini menjadi tonggak sejarah baru bagi lembaga tersebut sejak pertama kali didirikan pada tahun 2018 silam. Bertempat di pusat kegiatan Muhammadiyah Lampung Timur pada 1 Februari 2026, agenda […]

  • Dai Digital, Pengendali Arus Baru dalam Dakwah Muhammadiyah

    Dai Digital, Pengendali Arus Baru dalam Dakwah Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta — Dalam menghadapi era digital yang terus bergerak cepat, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Akademi Dai Digital Muhammadiyah bertajuk “Dakwah Transformatif di Era Digital”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 21–22 Juni 2025, di Aula Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Sa’ad Ibrahim, M.A., […]

  • Raih Akreditasi Baik Sekali, Magister Manajemen UMKT Gelar Acara Tasyakuran

    Raih Akreditasi Baik Sekali, Magister Manajemen UMKT Gelar Acara Tasyakuran

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 416
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur menggelar acara tasyakuran atas hasil akreditasi baik sekali di Pantai Manggar Segarasari, Kota Balikpapan (19/11). Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Prodi, Dr. Fenty Fauziah, Para Dosen, diantaranya; Prof. Anis Rachma Utary, Dr. H. Fitriansyah dan Dr. Muhammad Risal. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri […]

expand_less