Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Andri Nirwana, Ph.D., menegaskan bahwa persoalan kebangsaan modern tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum positif dan ideologi formal. Menurutnya, akar persoalan bangsa saat ini justru terletak pada krisis etika publik dan moralitas sosial.

Hal tersebut disampaikan Andri dalam Jumpa Pers Pengukuhan Guru Besar UMS bertajuk “Ilmu Tafsir dan Tanggung Jawab Etika Kebangsaan: Membaca Asta Cita dalam Horizon Al-Qur’an”. Ia menilai maraknya kasus korupsi, polarisasi politik, hingga konflik berbasis agama menunjukkan lemahnya fondasi etika masyarakat.

“Regulasi antikorupsi kita sudah sangat ketat, operasi tangkap tangan dilakukan di mana-mana. Tapi kenapa korupsi tidak selesai-selesai? Masalahnya bukan di hukumnya, tapi etika publik kita yang lemah,” ungkapnya, Senin, (19/1).

Ia menambahkan, sistem demokrasi prosedural juga belum mampu meredam polarisasi politik. Bahkan, konflik berbasis agama tetap muncul meski kebebasan beragama telah dijamin konstitusi. Kondisi tersebut, kata Andri, menunjukkan bahwa pendekatan normatif legal belum menyentuh akar persoalan bangsa.

Ia mengutip Q.S. al-Ḥujurāt [49]: 13) yang artinya “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal”. Ayat ini adalah pernyataan universal tentang kemajemukan dan tanggung jawab moral manusia untuk hidup berdampingan dalam harmoni.

“Dalam konteks bangsa Indonesia yang majemuk, ayat ini menegaskan bahwa perbedaan bukan sumber pertentangan, melainkan ruang untuk membangun etika sosial yang saling menghormati. Di sinilah Ilmu Tafsir memiliki relevansi besar, karena ia berfungsi menjembatani nilai-nilai wahyu dengan realitas kebangsaan yang kompleks,” ujar Andri.

Andri menawarkan ilmu tafsir sebagai sistem penalaran etis berbasis wahyu. Menurutnya, tafsir tidak hanya berhenti pada penjelasan makna ayat, tetapi mampu menghadirkan nilai-nilai moral yang memandu tindakan korektif dalam kehidupan berbangsa.

“Tafsir itu bukan sekadar menjelaskan teks Al-Qur’an, tapi menguak nilai-nilai moral di dalamnya. Nilai-nilai itulah yang bisa kita jadikan sumber dalam menyelesaikan problem kebangsaan,” ujarnya.

Ia mencontohkan persoalan korupsi yang sejatinya berbeda dengan pencurian biasa. Korupsi merupakan penyalahgunaan wewenang yang kerap dilakukan secara berjamaah. Karena itu, pendekatan hukum semata tidak cukup, melainkan perlu pemaknaan lebih dalam melalui tafsir maqashidi, yakni memahami tujuan dan hikmah di balik ayat-ayat Al-Qur’an.

“Dalam Al-Qur’an memang ada konsep potong tangan bagi pencuri. Tapi kita perlu mencari maqashid-nya, tujuannya apa. Bagaimana punishment yang efektif sehingga korupsi bisa benar-benar hilang, tanpa melahirkan masalah sosial baru,” jelasnya.

Andri juga menekankan pentingnya menjaga kemaslahatan umat sebagai validasi utama dalam etika kebangsaan. Ia mencontohkan berbagai persoalan lingkungan seperti penebangan pohon, pengerukan tanah, hingga kerusakan laut yang sejatinya bertentangan dengan semangat Al-Qur’an.

“Al-Qur’an jelas melarang perusakan di bumi setelah diperbaiki. Baik itu kerusakan laut, darat, maupun tatanan sosial seperti korupsi. Semua itu merusak kemaslahatan umum,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai disiplin ilmu sebenarnya sudah menunjukkan bahwa perusakan lingkungan adalah kesalahan. Nilai-nilai tersebut sejatinya sejalan dengan spirit Al-Qur’an.

Lebih jauh, Andri merekomendasikan agar ilmu tafsir diposisikan sejajar dengan pendidikan moral, Pancasila, dan pendidikan karakter bangsa. Ia berharap tafsir dapat menjadi bagian dari kurikulum pembentukan karakter generasi muda.

“Ilmu tafsir idealnya masuk sebagai ilmu etika kebangsaan. Dulu ada PPKN, tapi sekarang bagaimana Pancasila dipahami sebagai nilai, bukan sekadar hafalan. Tafsir bisa memperkuat itu,” katanya.

Ia menilai, selama ini pakar tafsir masih berada di ranah masyarakat dan belum banyak dilibatkan dalam penyusunan kebijakan publik. Padahal, nilai-nilai Qurani sangat relevan untuk merumuskan regulasi yang berkeadilan dan beretika.

“Pakar tafsir belum masuk ke stakeholder kebijakan. Ini kendala kita. Padahal nilai-nilai Al-Qur’an bisa menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan publik,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Guru Besar Ilmu Tafsir UMS itu menegaskan bahwa ilmu tafsir perlu diteguhkan sebagai disiplin etika kebangsaan. Tafsir harus bergerak melampaui penafsiran tekstual menuju konstruksi nilai publik yang menopang kehidupan bernegara.

“Ilmu tafsir harus berdialog dengan ilmu sosial, kebijakan publik, dan studi kebangsaan tanpa kehilangan akar metodologisnya. Inilah yang kami tawarkan: tafsir sebagai ilmu etika kebangsaan,” pungkasnya.

Kontributor: Fika/Humas

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Kelompok 09 Desa Purut UMSURA Gelar Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut serta PHBS

    Mahasiswa KKN Kelompok 09 Desa Purut UMSURA Gelar Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut serta PHBS

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 46
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PROBOLINGGO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menggelar edukasi kesehatan gigi dan mulut serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD Negeri Purut 1, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi, mulut, dan lingkungan sejak […]

  • IMM Sukoharjo-HW UMS Kolaborasi Galang Dana untuk Masyarakat Terdampak Bencana NTT

    IMM Sukoharjo-HW UMS Kolaborasi Galang Dana untuk Masyarakat Terdampak Bencana NTT

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo, 28 Agustus 2026 — Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukoharjo berkolaborasi dengan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kafilah Penuntun Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan aksi penggalangan dana pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan penggalangan dana dilaksanakan di […]

  • HMP IQT UMS Gelar Tasmi’ Asghor dan Bukber, Mahasiswa Antusias Sambut Ramadan dengan Al-Qur’an

    HMP IQT UMS Gelar Tasmi’ Asghor dan Bukber, Mahasiswa Antusias Sambut Ramadan dengan Al-Qur’an

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 97
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Memasuki hari ke-5 Ramadan, Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an & Tafsir (HMP IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara Tasmi’ Asghor Bil Ghaib 1 Juz dan buka bersama pada hari Rabu, 5 Maret 2025 bertempat di Masjid Fadlurrahman, Kampus 1 UMS. Tasmi’ Asghor adalah kegiatan mendengarkan hafalan Al-Qur’an secara bergantian, di mana […]

  • UMS Gelar Gathering Malibujari, Pererat Kebersamaan Mahasiswa Lintas Budaya dan Alumni

    UMS Gelar Gathering Malibujari, Pererat Kebersamaan Mahasiswa Lintas Budaya dan Alumni

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARUMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar acara Gathering Malibujari (Mahasiswa Lintas Budaya Luar Jawa dan Luar Negeri), Kamis (18/9) malam. Bertempat di Lobi Gedung Induk Siti Wal idah UMS, kegiatan tersebut menjadi ajang temu hangat antara mahasiswa, wali, dan pimpinan universitas menjelang prosesi wisuda. Mengundang 207 calon wisudawan dari berbagai daerah luar […]

  • Jalin Sinergi dengan Kemenag Sumedang, Dikdasmen PNF Muhammadiyah Sumedang Siap Tingkatkan Pelayanan di Bidang Pendidikan

    Jalin Sinergi dengan Kemenag Sumedang, Dikdasmen PNF Muhammadiyah Sumedang Siap Tingkatkan Pelayanan di Bidang Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 135
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Sumedang – Majlis Dikdasmen PNF Muhammadiyah Kabupaten Sumedang beserta jajarannya lakukan kunjungan ke Kemenag Sumedang di kantor Kementrian Agama Kabupaten Sumedang, Jalan Kutamaya No. 25 Islamic Center, Sumedang (2/12). Ketua Dikdasmen PNF Muhammadiyah Sumedang Dr Enang Ahmadi, M.Pd beserta jajarannya diterima langsung oleh kepala kantor kementrian agama kabupaten sumedang H. Hamzah Rukmana, S.Ag., […]

  • Prof. Abdul Mu’ti: Pentingnya Dakwah Komunitas yang Terfokus dan Relevan

    Prof. Abdul Mu’ti: Pentingnya Dakwah Komunitas yang Terfokus dan Relevan

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 141
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, menyampaikan pentingnya dakwah yang lebih terfokus pada komunitas tertentu, yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan mereka. Dalam acara Silaturahim Nasional Dai Komunitas PP Muhammadiyah pada 12 November di Jakarta, beliau menegaskan bahwa dakwah komunitas lebih efektif […]

expand_less