Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Andri Nirwana, Ph.D., menegaskan bahwa persoalan kebangsaan modern tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum positif dan ideologi formal. Menurutnya, akar persoalan bangsa saat ini justru terletak pada krisis etika publik dan moralitas sosial.

Hal tersebut disampaikan Andri dalam Jumpa Pers Pengukuhan Guru Besar UMS bertajuk “Ilmu Tafsir dan Tanggung Jawab Etika Kebangsaan: Membaca Asta Cita dalam Horizon Al-Qur’an”. Ia menilai maraknya kasus korupsi, polarisasi politik, hingga konflik berbasis agama menunjukkan lemahnya fondasi etika masyarakat.

“Regulasi antikorupsi kita sudah sangat ketat, operasi tangkap tangan dilakukan di mana-mana. Tapi kenapa korupsi tidak selesai-selesai? Masalahnya bukan di hukumnya, tapi etika publik kita yang lemah,” ungkapnya, Senin, (19/1).

Ia menambahkan, sistem demokrasi prosedural juga belum mampu meredam polarisasi politik. Bahkan, konflik berbasis agama tetap muncul meski kebebasan beragama telah dijamin konstitusi. Kondisi tersebut, kata Andri, menunjukkan bahwa pendekatan normatif legal belum menyentuh akar persoalan bangsa.

Ia mengutip Q.S. al-Ḥujurāt [49]: 13) yang artinya “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal”. Ayat ini adalah pernyataan universal tentang kemajemukan dan tanggung jawab moral manusia untuk hidup berdampingan dalam harmoni.

“Dalam konteks bangsa Indonesia yang majemuk, ayat ini menegaskan bahwa perbedaan bukan sumber pertentangan, melainkan ruang untuk membangun etika sosial yang saling menghormati. Di sinilah Ilmu Tafsir memiliki relevansi besar, karena ia berfungsi menjembatani nilai-nilai wahyu dengan realitas kebangsaan yang kompleks,” ujar Andri.

Andri menawarkan ilmu tafsir sebagai sistem penalaran etis berbasis wahyu. Menurutnya, tafsir tidak hanya berhenti pada penjelasan makna ayat, tetapi mampu menghadirkan nilai-nilai moral yang memandu tindakan korektif dalam kehidupan berbangsa.

“Tafsir itu bukan sekadar menjelaskan teks Al-Qur’an, tapi menguak nilai-nilai moral di dalamnya. Nilai-nilai itulah yang bisa kita jadikan sumber dalam menyelesaikan problem kebangsaan,” ujarnya.

Ia mencontohkan persoalan korupsi yang sejatinya berbeda dengan pencurian biasa. Korupsi merupakan penyalahgunaan wewenang yang kerap dilakukan secara berjamaah. Karena itu, pendekatan hukum semata tidak cukup, melainkan perlu pemaknaan lebih dalam melalui tafsir maqashidi, yakni memahami tujuan dan hikmah di balik ayat-ayat Al-Qur’an.

“Dalam Al-Qur’an memang ada konsep potong tangan bagi pencuri. Tapi kita perlu mencari maqashid-nya, tujuannya apa. Bagaimana punishment yang efektif sehingga korupsi bisa benar-benar hilang, tanpa melahirkan masalah sosial baru,” jelasnya.

Andri juga menekankan pentingnya menjaga kemaslahatan umat sebagai validasi utama dalam etika kebangsaan. Ia mencontohkan berbagai persoalan lingkungan seperti penebangan pohon, pengerukan tanah, hingga kerusakan laut yang sejatinya bertentangan dengan semangat Al-Qur’an.

“Al-Qur’an jelas melarang perusakan di bumi setelah diperbaiki. Baik itu kerusakan laut, darat, maupun tatanan sosial seperti korupsi. Semua itu merusak kemaslahatan umum,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai disiplin ilmu sebenarnya sudah menunjukkan bahwa perusakan lingkungan adalah kesalahan. Nilai-nilai tersebut sejatinya sejalan dengan spirit Al-Qur’an.

Lebih jauh, Andri merekomendasikan agar ilmu tafsir diposisikan sejajar dengan pendidikan moral, Pancasila, dan pendidikan karakter bangsa. Ia berharap tafsir dapat menjadi bagian dari kurikulum pembentukan karakter generasi muda.

“Ilmu tafsir idealnya masuk sebagai ilmu etika kebangsaan. Dulu ada PPKN, tapi sekarang bagaimana Pancasila dipahami sebagai nilai, bukan sekadar hafalan. Tafsir bisa memperkuat itu,” katanya.

Ia menilai, selama ini pakar tafsir masih berada di ranah masyarakat dan belum banyak dilibatkan dalam penyusunan kebijakan publik. Padahal, nilai-nilai Qurani sangat relevan untuk merumuskan regulasi yang berkeadilan dan beretika.

“Pakar tafsir belum masuk ke stakeholder kebijakan. Ini kendala kita. Padahal nilai-nilai Al-Qur’an bisa menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan publik,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Guru Besar Ilmu Tafsir UMS itu menegaskan bahwa ilmu tafsir perlu diteguhkan sebagai disiplin etika kebangsaan. Tafsir harus bergerak melampaui penafsiran tekstual menuju konstruksi nilai publik yang menopang kehidupan bernegara.

“Ilmu tafsir harus berdialog dengan ilmu sosial, kebijakan publik, dan studi kebangsaan tanpa kehilangan akar metodologisnya. Inilah yang kami tawarkan: tafsir sebagai ilmu etika kebangsaan,” pungkasnya.

Kontributor: Fika/Humas

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meredam Kecemasan Akan Masa Depan

    Meredam Kecemasan Akan Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ibnu Masngud Kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS Hari Esok Yang Mencemaskan Dalam hidup ini ada yang disebut dengan hari kemarin, hari esok, dan hari ini. Hari kemarin dengan segala peristiwanya terkadang menimbulkan kesedihan, itulah masa lalu. Hari esok dengan segala misterinya terkadang melahirkan kecemasan, itulah masa depan. Sedangkan hari ini adalah […]

  • Kemegahan Edutorium UMS Sebagai Tuan Rumah POMNAS XIX 2025 Cabor Pencak Silat

    Kemegahan Edutorium UMS Sebagai Tuan Rumah POMNAS XIX 2025 Cabor Pencak Silat

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KABARMU.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali membuktikan kemampuannya sebagai penyelenggara event nasional dengan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 cabang olahraga Pencak Silat. Kemegahan Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS menjadi sorotan atlet-atlet di seluruh di Indonesia dalam menunjang kesuksesan kegiatan ini, baik dari segi kemudahan akses hingga fasilitas […]

  • Options de paiement acceptées chez Planet 7 Casino quelles alternatives cryptos

    Options de paiement acceptées chez Planet 7 Casino quelles alternatives cryptos

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 45
    • 0Komentar

    La plateforme Planet 7 Casino propose une gamme variée d’options de paiement, adaptées aux besoins des joueurs modernes. Pour une présentation détaillée de leurs méthodes et alternatives crypto, le site officiel https://planet-7casino.org offre une source fiable et complète. Cette étude analyse les solutions financières disponibles, en portant une attention particulière aux cryptomonnaies, qui gagnent en […]

  • UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

    UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 28
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan dalam rangka penjajakan dan konsultasi untuk membuat Rencana Aksi Daerah (RAD). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang BPH, Gedung Induk Siti Walidah, Selasa (28/4). Sekarang ini, dalam menyusun RAD terkait Sustainable Development Goals […]

  • Mahasiswa UMS Raih Silver Medal IPITEX Thailand Lewat Inovasi QryptoPay

    Mahasiswa UMS Raih Silver Medal IPITEX Thailand Lewat Inovasi QryptoPay

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah internasional. Tim QryptoPay dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS berhasil meraih Silver Medal dalam ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) yang digelar di Thailand. Penghargaan ini diraih melalui inovasi platform […]

  • Dua tangan sedang memegang amplop kuning bermotif floral yang berisi beberapa lembar uang kertas Rupiah pecahan 5.000, 10.000, dan 20.000."

    Tradisi Berbagi THR saat Lebaran

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 27
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tradisi berbagi. Salah satu yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak, adalah pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) dalam amplop-amplop kecil yang penuh makna. Di balik tradisi tersebut, tersimpan nilai spiritual yang tidak sekadar tentang memberi materi, tetapi juga tentang melanjutkan kebiasaan baik yang […]

expand_less