Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Perkaya Praktikum Sekolah, UMS Latih Guru Biologi Ekstraksi DNA hingga Elektroforesis

Perkaya Praktikum Sekolah, UMS Latih Guru Biologi Ekstraksi DNA hingga Elektroforesis

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar workshop series sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat dalam Rencana Pengembangan Program Studi (RPPS) yang berkolaborasi dengan Pengembangan Individual Dosen (PID).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dr. Triastuti Rahayu, M.Si., Erma Musbita Tyastuti, M.Si., dan Yasir Sidiq, M.Sc., Ph.D., dengan dukungan beberapa asisten.

Awalnya, workshop ditujukan bagi guru biologi di wilayah eks Karesidenan Solo Raya. Namun, tingginya antusiasme membuat panitia membuka kesempatan bagi 20 pendaftar tercepat. “Jadi yang lebih cepat kita akomodasi, sehingga ini berwarna yang tadinya hanya Solo Raya, tetapi ada yang dari Semarang dan Madiun,” ujar Triastuti, Sabtu (22/11) di Laboratorium Biologi UMS.

Pada workshop perdana, peserta mendapatkan materi praktik ekstraksi DNA sederhana menggunakan buah dan tauge. Melalui praktik ini, para guru dapat membandingkan metode mana yang lebih sesuai diterapkan di sekolah masing-masing. Penggunaan alat serta bahan yang sederhana diharapkan mampu memperkaya variasi praktikum bagi siswa.

Selain itu, peserta juga menerima materi pengayaan mengenai elektroforesis dan PCR (Polymerase Chain Reaction). Meski praktik kedua teknik tersebut membutuhkan peralatan laboratorium yang tidak umum dimiliki sekolah menengah lantaran harga peralatan yang mahal, materi ini dinilai penting untuk menambah pemahaman guru.

“Materi 2 dan 3 (PCR dan Elektroforesis) seperti pengayaan bagi bapak-ibu guru supaya nanti kalau bapak-ibu guru itu paham terkait dengan materi DNA, pada saat mengajar ke siswa-siswi akan lebih mudah,” lanjut Trias.

Ke depan, penyelenggara berharap materi yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah, mengingat sebagian peserta mengaku belum pernah melakukan praktik ekstraksi DNA di sekolah masing-masing. Trias juga menyebut, rangkaian workshop series ini direncanakan berlangsung lima kali, dengan topik lanjutan meliputi pedagogi, penyusunan perangkat pembelajaran, coding, dan materi lainnya.

Sahasika Sean Putra, peserta dari Madiun, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya pengalaman baru sekaligus memperluas relasi, termasuk bertemu sesama alumni. “Yang jelas ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai guru di sekolah untuk menambah wawasan sekaligus update ilmu yang nanti bisa disampaikan kepada siswa,” ujarnya.

Melalui praktik demikian, ia berniat memberi pemahaman kepada siswanya bahwa perkembangan teknologi biologi tidak hanya sebatas apa yang ada di buku teks.

Sementara itu, Dhinar Dewi Istini dari Semarang menilai materi DNA memberi tantangan tersendiri baginya. “Ini ada hal yang baru, justru kesempatan ini saya tunggu-tunggu, hal yang menantang,” tuturnya.

Meski harus menempuh perjalanan jauh, Sahasika Sean dan Dhinar sama-sama merasa memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan demi siswa yang mereka ajar. (Maysali/Humas)

Editor: Farhan Shiddiq

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raih Akreditasi Baik Sekali, Magister Manajemen UMKT Gelar Acara Tasyakuran

    Raih Akreditasi Baik Sekali, Magister Manajemen UMKT Gelar Acara Tasyakuran

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 416
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur menggelar acara tasyakuran atas hasil akreditasi baik sekali di Pantai Manggar Segarasari, Kota Balikpapan (19/11). Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Prodi, Dr. Fenty Fauziah, Para Dosen, diantaranya; Prof. Anis Rachma Utary, Dr. H. Fitriansyah dan Dr. Muhammad Risal. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri […]

  • Semarak Musycab Kunduran, Meriah dan Mencerahkan

    Semarak Musycab Kunduran, Meriah dan Mencerahkan

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kunduran, dalam rangka menyambut Musycab (musyawarah cabang) Muhammadiyah dan Aisyiyah periode muktamar ke 48, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kunduran selenggarakan rangkaian acara yang menarik sejak  jum’at lalu ( 21/7/2023). Rangkaian acara dimulai dari kegiatan Pawai Ta’aruf, menurut laporan panita kurang lebih ada sekitar 700 peserta yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Kepesertaan […]

  • RISALAH ISLAM (YANG) BERKEMAJUAN

    RISALAH ISLAM (YANG) BERKEMAJUAN

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Oleh: Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Alhamdulillah, membersamai teman-teman di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam Seminar bertajuk, “Risalah Islam Berkemajuan dalam Dakwah dan Pendidikan, Rabu, 31 Mei 2023 yang lalu. Hadir menyampaikan pidato kunci Prof. Dr. Sofyan Anif (Rektor), dan Prof. Dr. M. Abdul Fattah Santoso, sebagai narasumber. Beberapa catatan […]

  • Touring Bikersmu Chapter Kota Bandung, Tingkatkan Solidaritas dan Kebersamaan

    Touring Bikersmu Chapter Kota Bandung, Tingkatkan Solidaritas dan Kebersamaan

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Sebanyak 120 peserta yang tergabung dalam komunitas Bikersmu Chapter Muhammadiyah Kota Bandung sukses melaksanakan kegiatan Touring Motor pada Ahad, 31 Agustus 2025. Touring ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat kekompakan antaranggota. Rombongan berangkat dari Antapani Bandung pukul 07.00 WIB setelah dilepas langsung oleh Drs. Musa Muhammad, Ketua PDM Kota Bandung. Peserta terdiri […]

  • Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, BANTUL — Khutbah Salat Jumat di Masjid Al- Musannif, 50 Tabligh Institute, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (31/7), mengangkat keresahan atas maraknya aksi main hakim sendiri, himpitan ekonomi yang menghimpit masyarakat, dan praktik korupsi yang dinilai tak kunjung surut.  Bertajuk “Antara Keadilan, Kesabaran, dan Amanah: Menyikapi Main Hakim Sendiri, Himpitan Ekonomi, dan Korupsi”, khutbah disampaikan oleh Dafa Isandi Ananto, S.Hum., Sekretaris DPD IMM DIY Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang juga mahasiswa Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada menegaskan tiga persoalan tersebut yang saling berkelindan dan berakar pada dua nilai dasar Islam, yakni keadilan dan amanah. Ia mengawali dengan menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri atau vigilantisme yang belakangan terjadi di tengah masyarakat, seperti kasus pengeroyokan terhadap terduga pencuri hingga tindak kekerasan massa lainnya. “Perbuatan main hakim sendiri, betapapun kemarahan yang mendasarinya bisa dipahami, tentu tidak dibenarkan dalam Islam. Penegakan hukum adalah hak dan kewajiban otoritas yang berwenang, bukan hak perorangan atau kerumunan,” ujarnya mengutip QS. An-Nisa ayat 58 tentang kewajiban menetapkan hukum secara adil. Meski demikian, Dafa mengajak jamaah untuk jujur melihat akar persoalan. Menurutnya, tidak sedikit kasus pencurian kecil di masyarakat berawal dari desakan kebutuhan hidup, bukan semata niat jahat. “Ini bukan pembenaran atas perbuatan mencuri, karena mencuri tetap haram dan harus dipertanggungjawabkan. Namun memahami sebabnya, penting agar penyelesaiannya menyentuh akar permasalahan, bukan berhenti pada amarah sesaat,” katanya, mencontohkan kebijakan Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang menangguhkan hukuman potong tangan bagi pencuri saat terjadi paceklik. Ia mengingatkan kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yang artinya “mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan.” Hal tersebut sebagai dasar pentingnya peran pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk membuka lapangan kerja layak serta menghadirkan jaring pengaman sosial, bukan sekadar menghukum gejala di permukaan. Kedua, Dafa membahas himpitan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan kerja. Ia mengajak jamaah untuk menguatkan ikhtiar yang halal sekaligus tawakal, mengutip QS. At-Talaq ayat 2-3 tentang jalan keluar dan rezeki tak terduga bagi siapa saja yang bertakwa. “Himpitan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk menempuh jalan haram, baik itu mencuri, menipu, berutang riba, apalagi terlibat korupsi. Justru dalam kesempitan itulah keimanan seseorang diuji,” tegasnya. Ketiga, Dafa menyoroti praktik korupsi yang menurutnya justru memperparah kesulitan ekonomi rakyat kecil karena dana yang seharusnya sampai kepada yang membutuhkan diselewengkan oleh pihak yang mengkhianati amanah. “Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga dosa besar di hadapan Allah karena merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan penzaliman terhadap hak-hak rakyat,” tegasnya. Ia membedakan akar dua persoalan tersebut. Jika pencurian kecil oleh rakyat kerap lahir dari desakan kebutuhan hidup, korupsi oleh sebagian pejabat atau pemegang amanah umumnya lahir dari keserakahan dan rasa tidak pernah cukup. “Memutus mata rantai kemiskinan struktural, pencurian kecil, hingga aksi main hakim sendiri harus dimulai dari akar paling atas, yakni memberantas korupsi serta menegakkan amanah,” ujarnya. Di penghujung khutbah, Dafa mengajak jamaah untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan permasalahan hukum kepada pihak berwenang, sembari mendesak aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan 24 jam. Ia juga mengajak untuk menguatkan ikhtiar halal di tengah kesulitan ekonomi, menjauhi dan melawan praktik korupsi sekecil apa pun mulai dari diri sendiri. Selain itu, selalu memperbanyak doa kepada Allah SWT agar hadirnya pemimpin yang amanah, serta memperkuat ta’awun atau saling membantu antar sesama, khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang. Kontributor: Faisal Editor: Muhammad Farhan

  • Silaturahim di Samarinda, Wali Kota Balikpapan Nyatakan Dukungan untuk Hari Lingkungan Hidup 2026

    Silaturahim di Samarinda, Wali Kota Balikpapan Nyatakan Dukungan untuk Hari Lingkungan Hidup 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 67
    • 0Komentar

      SAMARINDA — Komitmen membangun sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah kembali diperlihatkan melalui silaturahim antara Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., dengan jajaran Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Timur di Kantor PWA Kaltim, Balai Lansia Aisyiyah, Jalan Wiratama Samarinda, Kamis (30/4). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mematangkan persiapan peringatan Hari Lingkungan […]

expand_less