Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Al-Qur’an di Tengah Layar Tantangan dan Peluang Dakwah di Era Digital

Al-Qur’an di Tengah Layar Tantangan dan Peluang Dakwah di Era Digital

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Fikri Azka

Di era digital, informasi mengalir cepat, visual lebih dominan, dan perhatian manusia semakin singkat. Generasi muda tumbuh dengan budaya “scroll”, “swipe”, dan “skip”. Tantangannya kemudian muncul: bagaimana Al-Qur’an tetap relevan, dipahami, dan dirasakan maknanya di tengah arus media yang serba instan?

Perubahan cara manusia berinteraksi dengan informasi telah menggeser banyak aspek kehidupan, termasuk cara beragama. Jika dahulu aktivitas keagamaan identik dengan ruang fisik seperti masjid, majelis taklim, dan kitab cetak, kini pengalaman beragama juga berlangsung di ruang digital. Al-Qur’an dibaca melalui aplikasi, didengarkan lewat podcast, dan direnungkan melalui potongan konten di media sosial. Layar ponsel perlahan menjadi ruang baru tempat manusia berjumpa dengan wahyu.

Data menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia merupakan kelompok pengguna internet terbesar dan paling aktif. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan di depan layar, baik untuk belajar, bekerja, maupun bersosialisasi. Dalam konteks ini, ruang digital tidak lagi bisa dipandang sekadar sebagai sarana hiburan, melainkan sebagai ruang hidup yang mempengaruhi cara berpikir, merasa, dan memaknai sesuatu, termasuk dalam hal keagamaan.

Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus kegelisahan. Di satu sisi, Al-Qur’an menjadi lebih mudah diakses oleh siapa saja, kapan saja, tanpa batas ruang dan waktu. Di sisi lain, kemudahan ini juga membawa risiko dangkalnya relasi manusia dengan Al-Qur’an. Ayat-ayat bisa dibaca cepat, tetapi belum tentu direnungkan. Pesan wahyu bisa lewat di linimasa, tetapi mudah pula terlewat tanpa meninggalkan bekas.

Di sinilah tantangan dakwah Al-Qur’an di era digital semakin nyata. Budaya instan yang melekat pada media digital sering kali bertabrakan dengan karakter Al-Qur’an yang mengajak manusia untuk berhenti, berpikir, dan merenung. Al-Qur’an tidak hanya menuntut dibaca, tetapi dipahami dan dihayati. Ketika ritme kehidupan digital mendorong kecepatan, dakwah Al-Qur’an justru perlu menghadirkan ruang perlambatan.

Menyadari realitas ini, ruang digital seharusnya tidak hanya diisi dengan pengulangan teks atau kutipan ayat, tetapi juga dengan upaya menghadirkan makna. Layar bisa menjadi jendela yang mempertemukan manusia dengan Al-Qur’an, tetapi bisa pula menjadi sekadar lalu lintas informasi jika tidak dirancang dengan kesadaran nilai. Oleh karena itu, kehadiran Al-Qur’an di tengah layar menuntut pendekatan yang lebih reflektif, bukan hanya informatif.

Ketika Popularitas Menggeser Otoritas Keilmuan

Salah satu kegelisahan utama dalam dakwah digital adalah kaburnya otoritas keilmuan. Di media sosial, siapa pun dapat berbicara tentang Al-Qur’an, menafsirkan ayat, bahkan menyampaikan hukum agama hanya bermodal potongan teks dan kepercayaan diri. Fenomena ini sejalan dengan apa yang disebut para pengamat sebagai “matinya kepakaran”, ketika suara yang paling keras dan paling viral sering kali lebih didengar daripada yang paling berilmu.

Profesor Quraish Shihab pernah mengingatkan bahwa persoalan umat bukan terletak pada kurangnya ayat Al-Qur’an, melainkan pada lemahnya upaya memahami maknanya secara utuh dan kontekstual. Ketika ayat hanya dipahami secara parsial dan instan, risiko salah tafsir menjadi semakin besar. Di sinilah media digital dapat menjadi pedang bermata dua bagi dakwah Al-Qur’an.

Media Digital sebagai Peluang Dakwah yang Membumi

Meski demikian, media digital tidak sepenuhnya membawa ancaman. Disisi lain, ia justru membuka peluang besar bagi dakwah Al-Qur’an yang lebih membumi. Penelitian tentang dakwah digital menunjukkan bahwa pendekatan yang empatik, naratif, dan tidak menghakimi lebih mudah diterima oleh generasi muda. Konten yang disampaikan dengan bahasa sehari-hari dan dekat dengan realitas hidup membuat Al-Qur’an terasa relevan, bukan menakutkan.

Nasaruddin Umar juga menegaskan bahwa Al-Qur’an akan selalu relevan sepanjang manusia mampu membaca pesan moralnya sesuai dengan tantangan zaman. Teknologi, dalam pandangannya, bukan musuh wahyu, melainkan alat. Artinya, media digital dapat menjadi sarana dakwah yang efektif jika diarahkan dengan kesadaran etis dan keilmuan.

Desain Media dan Tanggung Jawab Makna

Dalam konteks inilah desain media pengembangan Al-Qur’an menjadi sangat penting. Desain bukan sekadar soal tampilan visual yang menarik, tetapi tentang bagaimana media membantu pembaca berhenti sejenak, berpikir, dan merenung. Al-Qur’an sejatinya mengajak manusia untuk tadabbur, sementara budaya digital sering mendorong kecepatan dan konsumsi instan.

Jika desain media hanya mengejar perhatian tanpa memikirkan kedalaman makna, Al-Qur’an berisiko direduksi menjadi sekadar konten. Sebaliknya, desain yang sadar nilai dapat menjadikan media digital sebagai ruang refleksi, tempat ayat-ayat Al-Qur’an kembali dihayati, bukan sekadar dilewati.

Peran Mahasiswa di Tengah Arus Digital

Sebagai mahasiswa, kita berada di posisi yang cukup strategis. Kita hidup di tengah arus digital, tetapi juga masih memiliki akses pada tradisi keilmuan. Kita bisa memilih untuk sekadar menjadi konsumen konten keagamaan, atau mengambil peran lebih jauh sebagai generasi yang kritis dan bertanggung jawab dalam memproduksi serta menyebarkan pesan Qur’ani.

Sikap kritis ini penting agar Al-Qur’an tidak diperlakukan hanya sebagai bahan kutipan, tetapi tetap menjadi pedoman yang membentuk cara berpikir dan bersikap. Mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan antara kedalaman makna Al-Qur’an dan bahasa yang dipahami oleh generasi digital.

Menjaga Arah di Tengah Layar yang Terus Menyala

Pada akhirnya, Al-Qur’an di tengah layar adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Layar akan terus menyala, konten akan terus berganti, dan arus informasi akan semakin deras. Tantangannya bukan menolak kehadiran Al-Qur’an di ruang digital, tetapi menjaga agar ia tidak kehilangan ruh dan arah.

Jika media digital mampu mengantar manusia untuk berhenti sejenak, merenung, dan kembali pada nilai-nilai Al-Qur’an, maka layar bukanlah ancaman. Ia justru bisa menjadi jalan dakwah yang relevan, bermakna, dan selaras dengan zaman.

Editor: Muhammad Farhan

 

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Peduli LAZISMU Muara Aman! Takjil Gratis untuk yang Membutuhkan

    Aksi Peduli LAZISMU Muara Aman! Takjil Gratis untuk yang Membutuhkan

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Muara Aman, Kabupaten Lebong, kembali menggelar kegiatan berbagi takjil pada Jumat (21/3). Berbeda dengan pembagian takjil pada umumnya yang dilakukan di pinggir jalan, kegiatan ini menargetkan keluarga yang benar-benar membutuhkan dengan membagikan takjil langsung dari rumah ke […]

  • SELENGGARAKAN TANWIR, DPP IMM SAMPAIKAN DELAPAN POKOK PEMIKIRAN KEBANGSAAN

    SELENGGARAKAN TANWIR, DPP IMM SAMPAIKAN DELAPAN POKOK PEMIKIRAN KEBANGSAAN

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, MALANG — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menutup rangkaian Sidang Tanwir XXXIII di Malang, Jawa Timur, pada Kamis (30/10/2025). Dalam sidang tersebut, DPP IMM menyampaikan delapan pokok pemikiran sebagai bentuk refleksi dan respons atas dinamika kebangsaan serta keummatan saat ini. Sekretaris Jenderal DPP IMM, M. Zaki Mubarak, menyampaikan bahwa delapan […]

  • Perkuat Jejaring Bisnis, SUMU Malang Raya Gelar Kopi Darat Lintas Pengusaha

    Perkuat Jejaring Bisnis, SUMU Malang Raya Gelar Kopi Darat Lintas Pengusaha

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, MALANG – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Malang Raya menggelar Kopi Darat (Kopdar) anggota sebagai upaya memperkuat silaturahmi, jejaring bisnis, dan kolaborasi antarpelaku usaha Muhammadiyah di wilayah Malang Raya. Kegiatan tersebut berlangsung di Sareng Culinary, Jalan Merbabu, Kota Malang, Sabtu (26/9), dan diikuti puluhan pengusaha dari berbagai sektor. Para peserta berasal dari beragam bidang usaha, […]

  • SMP Muhammadiyah 6 Samarinda Terus Bertumbuh, Siswa Baru Meningkat dan Torehkan Prestasi hingga Tingkat Nasional

    SMP Muhammadiyah 6 Samarinda Terus Bertumbuh, Siswa Baru Meningkat dan Torehkan Prestasi hingga Tingkat Nasional

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Samarinda – SMP Muhammadiyah 6 Samarinda kembali menunjukkan perkembangan yang menggembirakan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah yang berada di Komplek Perguruan Muhammadiyah Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang ini berhasil menerima 168 peserta didik baru, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 145 siswa. Peningkatan tersebut menjadi indikator semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan Muhammadiyah di Kota […]

  • Silaturahim di Samarinda, Wali Kota Balikpapan Nyatakan Dukungan untuk Hari Lingkungan Hidup 2026

    Silaturahim di Samarinda, Wali Kota Balikpapan Nyatakan Dukungan untuk Hari Lingkungan Hidup 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 47
    • 0Komentar

      SAMARINDA — Komitmen membangun sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah kembali diperlihatkan melalui silaturahim antara Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., dengan jajaran Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Timur di Kantor PWA Kaltim, Balai Lansia Aisyiyah, Jalan Wiratama Samarinda, Kamis (30/4). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mematangkan persiapan peringatan Hari Lingkungan […]

  • PC IPM Rawalo Tegaskan Misi Kaderisasi melalui PKDTM I di SMP Muhammadiyah Rawalo

    PC IPM Rawalo Tegaskan Misi Kaderisasi melalui PKDTM I di SMP Muhammadiyah Rawalo

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID ~ Rawalo–Banyumas || Dalam rangka memperkuat kaderisasi pelajar serta menanamkan jiwa kepemimpinan, keberanian, dan semangat tajdid sejak dini, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Rawalo menggelar Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati I (PKDTM 1). Kegiatan yang diikuti oleh 45 siswa kelas VIII ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Rawalo (Muhamra) pada Jumat–Ahad, 30 Januari–1 […]

expand_less