Muhammadiyah Kaltim Audiensi dengan Bupati Kutim Bahas Pendidikan hingga Kesehatan
Muhammadiyah menegaskan komitmennya menjadi mitra pembangunan strategis di Kutai Timur, Bupati Kutim menyatakan kesiapan bersinergi bersama Muhammadiyah untuk kemajuan daerah

SANGATTA — Komitmen memperkuat sinergi pembangunan daerah kembali ditegaskan dalam silaturahim dan audiensi antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di Kantor Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri langsung Ketua PWM Kaltim KH Siswanto bersama jajaran, PWA Kaltim, PW IPM, beserta rombongan dan Jajaran PDM Kutim, diterima diterima dengan hangat oleh Bupati Kutai Timur H Ardiansyah di ruang kerja beliau.
Dalam pertemuan itu, PWM Kaltim menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Ketua PWM Kaltim KH Siswanto menegaskan bahwa audiensi tersebut bukan sekadar kunjungan silaturahim, melainkan bagian dari ikhtiar membangun kolaborasi strategis untuk kemajuan masyarakat.
“Terima kasih atas penerimaan yang hangat. Muhammadiyah hadir untuk memperkuat sinergi bersama pemerintah dalam pembangunan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan nilai keagamaan,” ujar KH Siswanto.
Ia menjelaskan, Muhammadiyah di Kutai Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai kekuatan sosial-keagamaan yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Saat ini, Muhammadiyah Kutai Timur dipimpin KH Suyuti sebagai Ketua PDM dan Sirajudin sebagai Sekretaris. Organisasi ini memiliki jaringan kelembagaan yang cukup luas dengan 10 Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan 40 Pimpinan Ranting Muhammadiyah yang tersebar di berbagai wilayah.
Tak hanya itu, keberadaan organisasi otonom seperti PD Aisyiyah, PD Pemuda Muhammadiyah, PD Nasyiatul Aisyiyah, PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Kwarda Hizbul Wathan, hingga Tapak Suci Putera Muhammadiyah dinilai menjadi kekuatan besar dalam pembinaan kader dan pelayanan masyarakat.
Di sektor amal usaha, Muhammadiyah Kutai Timur telah mengelola 11 TK ABA, dua SD/MI, dua SMP/MTs, tiga SMA/SMK/MA, satu pondok pesantren, delapan masjid, serta Rumah Sakit Asy-Syifa.
KH Siswanto menekankan, akuisisi Rumah Sakit Asy-Syifa merupakan langkah strategis untuk memperluas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Ini bentuk komitmen Muhammadiyah menghadirkan layanan kesehatan profesional, terjangkau, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” katanya.
Selain itu, Lazismu Kutai Timur juga disebut berkembang pesat melalui program beasiswa pendidikan, santunan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga respons kebencanaan.
Dalam audiensi tersebut, PWM Kaltim juga menyampaikan sejumlah pokok pikiran pembangunan, di antaranya penguatan kolaborasi pendidikan, peningkatan kualitas SDM, kaderisasi generasi muda, pemberdayaan perempuan, penguatan filantropi sosial, moderasi beragama, dan pengembangan pelayanan kesehatan.
Bupati Kutai Timur H Ardiansyah menyambut baik seluruh gagasan yang disampaikan Muhammadiyah.
Ia menyatakan Pemkab Kutim siap membuka ruang sinergi lebih luas bersama Muhammadiyah.
“Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur siap bersinergi dan berkolaborasi bersama Muhammadiyah dalam membangun umat agar lebih maju dan sejahtera,” tegasnya.
Menurut Ardiansyah, kontribusi Muhammadiyah selama ini dalam bidang pendidikan dan kesehatan telah memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ia berharap kolaborasi ke depan semakin konkret, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, penguatan layanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Audiensi tersebut menandai langkah baru penguatan hubungan kelembagaan antara Muhammadiyah dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Kedua pihak sepakat bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah yang memiliki pengalaman panjang dalam gerakan dakwah dan pelayanan sosial.
Silaturahim ini diharapkan menjadi awal kerja sama strategis yang lebih luas demi mewujudkan Kutai Timur yang maju, religius, sehat, dan berkemajuan.(ay.1)



