BeritaKaltimPersyarikatan

Dikukuhkan Periode 2026–2028! PW IPM Kaltim Dorong Gerakan Pelajar Berdampak, 1.000 Beasiswa Disiapkan

KABARMUH.ID, Samarinda — Kepengurusan baru Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kalimantan Timur mulai membawa arah gerakan yang menempatkan kebermanfaatan pelajar sebagai ukuran utama organisasi. Gagasan PW IPM Kaltim periode 2026–2028 tersebut ditandai dengan pelantikan pengurus di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Sabtu (29/8/2026).

Pelantikan dihadiri kader dan pelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, K.H. Muhammad Jafron, serta Plt. Kepala Dispora Kalimantan Timur, Rasman Rading, S.E., M.Si., turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Umum PW IPM Kaltim periode 2026–2028, Aidil, memperkenalkan gagasan “Pelajar Berdaya, Pelajar Berdampak” sebagai arah gerakan selama masa kepengurusannya. Ia menilai organisasi pelajar tidak cukup hanya berkembang secara kuantitas, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan kader dan masyarakat.

“Karena kita tidak ingin Ikatan Pelajar Muhammadiyah hanya menjadi organisasi yang besar dalam angka, tetapi kecil dalam pengaruh,” ujar Aidil.

Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak semestinya hanya dilihat dari jumlah anggota atau banyaknya kegiatan yang terlaksana. Karena itu, PW IPM Kaltim ingin mendorong kader agar memiliki kapasitas untuk berkembang sekaligus mampu membaca persoalan di lingkungan masing-masing.

“Kita tidak ingin keberhasilan IPM hanya diukur dari berapa banyak pelajar yang tercatat sebagai anggota, berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, berapa banyak program yang dibuat, atau berapa banyak persentase pertumbuhan kader yang kita capai,” lanjutnya.

1001 Beasiswa Jadi Langkah Awal Gerakan Berdampak

Komitmen tersebut mulai diterjemahkan melalui peluncuran Program 1001 Beasiswa. Program yang diinisiasi PW IPM Kaltim ini merupakan hasil kemitraan bersama Edi Oloan Pasaribu, S.T., M.M., anggota DPR RI Komisi X.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait dukungan Program Indonesia Pintar (PIP). Sebanyak 1.000 kuota beasiswa PIP dialokasikan bagi pelajar Muhammadiyah di seluruh Kalimantan Timur.

Program tersebut menjadi salah satu upaya PW IPM Kaltim memperluas akses pendidikan. Bagi organisasi, kesempatan memperoleh dukungan pendidikan merupakan bagian dari proses membangun pelajar yang lebih berdaya.

Pada saat yang sama, akses tersebut diharapkan melahirkan dampak yang lebih luas. Pelajar yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang diharapkan mampu berkontribusi di lingkungan masing-masing.

Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi kader IPM se-Kalimantan Timur. Dengan kepengurusan baru, PW IPM Kaltim memiliki waktu dua tahun untuk membuktikan bahwa gagasan “Pelajar Berdaya, Pelajar Berdampak” dapat diterjemahkan menjadi program yang menyentuh persoalan nyata.

Bagi PW IPM Kaltim, keberhasilan gerakan pada akhirnya bukan sekadar tentang seberapa besar organisasi tumbuh, melainkan sejauh mana kader mampu membawa manfaat melampaui ruang-ruang organisasi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button