Klinik Bisnis Management SDM SUMU Tulungagung Batch 2 Kembali Digelar, Pelaku Usaha Diajak Benahi Pengelolaan Karyawan
- account_circle Choiril Amirah Farida
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, TULUNGAGUNG –Program Klinik Bisnis Management SDM Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali digelar untuk Batch 2 pada Minggu (27/9/26). Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk mengidentifikasi sekaligus membedah berbagai persoalan nyata dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan.
Pelaksanaan Batch 2 digelar setelah program serupa pada Batch 1 mendapatkan respons positif dari peserta. Pada kegiatan kali ini, peserta yang mengikuti pendampingan merupakan kelompok baru dengan persoalan dan tantangan bisnis yang beragam.
Berbeda dengan seminar yang umumnya berfokus pada penyampaian materi, Klinik Bisnis Management SDM menggunakan pendekatan konsultatif. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi secara langsung membawa persoalan yang dihadapi dalam perusahaan untuk dibahas bersama mentor.
Program tersebut kembali menghadirkan Alfath sebagai mentor. Dalam proses pendampingan, peserta diajak melihat berbagai persoalan internal perusahaan secara lebih objektif, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan karyawan dan sistem sumber daya manusia.
“Setiap perusahaan memiliki persoalan SDM yang berbeda. Karena itu, pendekatannya tidak bisa hanya menggunakan teori yang sama untuk semua perusahaan. Kita perlu melihat masalahnya secara langsung, kemudian mencari akar persoalan dan menentukan langkah perbaikan yang sesuai dengan kondisi perusahaan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola SDM. Persoalan tersebut kemudian dibedah untuk melihat bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki maupun dikembangkan.
Menurut Alfath, pengelolaan SDM yang baik tidak hanya berkaitan dengan mencari dan mempertahankan karyawan, tetapi juga bagaimana perusahaan membangun sistem yang mampu mendukung pencapaian tujuan bisnis.
“SDM harus dikelola sebagai bagian dari sistem bisnis. Mulai dari struktur organisasi, pembagian peran, kompetensi, pengelolaan karyawan, sampai sistem kerja harus saling terhubung. Ketika ada bagian yang tidak berjalan, kita perlu menemukan penyebabnya dan membenahinya secara bertahap,” katanya.
Melalui metode berbasis kasus nyata, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami persoalan perusahaan dari sudut pandang yang lebih terstruktur. Proses diskusi juga membantu peserta menemukan sejumlah aspek dalam pengelolaan internal yang selama ini masih belum optimal.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi peserta dalam membangun sistem pengelolaan SDM yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan perusahaan.
Klinik Bisnis Management SDM Batch 2 sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang lebih praktis bagi pelaku usaha. Program ini tidak hanya mendorong peserta memahami konsep pengelolaan SDM, tetapi juga membantu mereka menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi langkah perbaikan yang dapat diterapkan di perusahaan.
Melalui semangat “Bawa Masalah Bisnis Anda. Kita Bedah, Kita Cari Solusinya,” Klinik Bisnis diharapkan menjadi ruang pendampingan yang membantu pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan bisnis secara lebih terarah, termasuk dalam membangun pengelolaan SDM yang kuat dan berkelanjutan.
[Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah/Soleh]
Editor: Choiril Amirah Farida
- Penulis: Choiril Amirah Farida
Saat ini belum ada komentar