Perkuat Sinergi Gerakan Agenda Risalah Perempuan Berkemajuan di Ranah Mahasiswa, Silaturahmi PC IMM Sukoharjo ke Jajaran PP ‘Aisyiyah
- account_circle Aufa Ubadah An Nu’man
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto bersama
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOGYAKARTA — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Sukoharjo melaksanakan sowan dan silaturahmi dengan jajaran Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah di Gedung PP ‘Aisyiyah, Yogyakarta, Senin (12/10/2026). Pertemuan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, bertukar gagasan, serta membangun sinergi gerakan dalam mengaktualisasikan agenda Risalah Perempuan Berkemajuan di ranah kemahasiswaan.
Kedatangan jajaran PC IMM Sukoharjo disambut hangat oleh pimpinan PP ‘Aisyiyah. Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbaniyyah, M. Kes., Apt.; Ketua Bidang Tabligh dan Ketarjihan PP ‘Aisyiyah, Evi Sofia, S.Psi.; serta Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial PP ‘Aisyiyah, Dra. Latifah Iskandar.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya memperkuat agenda Risalah Perempuan Berkemajuan sebagai bagian dari gerakan bersama di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas perspektif kader dalam membangun gerakan yang berkemajuan sekaligus menumbuhkan semangat perempuan untuk mengambil peran strategis di berbagai bidang kehidupan.
Dalam konteks gerakan mahasiswa, Risalah Perempuan Berkemajuan perlu dipahami tidak sebatas pada persoalan domestik, tetapi juga mencakup ruang akademik, sosial, dan politik. Agenda ini perlu diterjemahkan ke dalam gerakan yang relevan dengan dinamika mahasiswa, baik melalui pengembangan intelektualitas, penguatan partisipasi publik, maupun keterlibatan dalam menjawab persoalan masyarakat.
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Ibunda Salmah Orbaniyyah, menegaskan bahwa semangat berkemajuan tidak dapat dilepaskan dari falsafah gerakan yang diwariskan oleh K.H. Ahmad Dahlan. Semangat tersebut perlu diwujudkan melalui proses mengetahui, melakukan, hingga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Knowing, Doing, dan Berdampak,” demikian penekanan Salmah dalam pertemuan tersebut.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa gerakan tidak cukup berhenti pada penguasaan pengetahuan dan perumusan gagasan. Pengetahuan harus diterjemahkan menjadi tindakan konkret yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dalam kaitannya dengan gerakan IMM, nilai tersebut menemukan relevansinya melalui Trikoda dan Trilogi IMM sebagai landasan identitas dan orientasi gerakan kader. Keduanya menjadi pijakan bagi IMM untuk menerjemahkan nilai-nilai perjuangan K.H. Ahmad Dahlan ke dalam praksis gerakan mahasiswa yang responsif terhadap persoalan sosial.
Ibunda Salmah juga menekankan pentingnya dimensi humanitas dalam gerakan IMM. Kehadiran organisasi perlu diukur melalui kontribusi nyata dalam menjawab persoalan masyarakat, bukan semata-mata melalui aktivitas internal organisasi.
“Humanitas, IMM harus hadir dalam mengentaskan masalah sekitar. Hal tersebut dapat dilihat dari pandangan masyarakat akan kehadiran IMM,” ujarnya.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan gerakan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh dinamika kaderisasi dan konsolidasi organisasi, tetapi juga oleh sejauh mana gerakan mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan masyarakat.
Melalui pertemuan ini, PC IMM Sukoharjo diharapkan dapat menjadikan silaturahmi dengan PP ‘Aisyiyah sebagai langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Lebih dari itu, pertemuan ini diharapkan mendorong kader IMM untuk mengaktualisasikan Risalah Perempuan Berkemajuan dalam agenda gerakan yang kontekstual, inklusif, dan berdampak.
Dengan demikian, IMM tidak hanya mengambil bagian dalam menyebarluaskan gagasan perempuan berkemajuan, tetapi juga turut menghidupkannya melalui kerja-kerja intelektual, sosial, dan politik yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
- Penulis: Aufa Ubadah An Nu’man