Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa UMS Raih Medali Perunggu JDIE 2026 Lewat Inovasi PharmaSwift Berbasis IoT

Mahasiswa UMS Raih Medali Perunggu JDIE 2026 Lewat Inovasi PharmaSwift Berbasis IoT

  • account_circle Gissya Titania
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 melalui inovasi di bidang kefarmasian yaitu “PharmaSwift Reducing Waits, Delivering Care”. Inovasi ini mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu mempercepat proses penyiapan dan peracikan obat berdasarkan resep dokter.

PharmaSwift dikembangkan berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap lamanya waktu tunggu pasien, terutama ketika obat harus disiapkan oleh apoteker. Dalam proses konvensional, apoteker masih perlu mengambil obat satu per satu sesuai resep dan dosis yang ditentukan.

Tim pengembang PharmaSwift

Ketua tim pengembang PharmaSwift, Satria Gemilang Kusuma Perdana dari Prodi Teknik Mesin, menjelaskan bahwa kondisi tersebut mendorong mereka untuk menciptakan alat yang mampu memproses resep menjadi susunan obat sesuai kebutuhan pasien.

“PharmaSwift ini berawal dari keresahan kami sebagai mahasiswa. Ketika melakukan pemeriksaan kesehatan, waktu tunggu atau peracikan obat memakan waktu cukup lama. Dari situ, kami berpikir bagaimana membuat sebuah alat yang bisa meracik berdasarkan resep menjadi satu bentuk obat yang sesuai dengan resep tersebut,” jelasnya, Selasa (13/10/2026).

Untuk mengembangkan PharmaSwift, Gemilang melakukan riset bersama dengan rekannya yaitu Maulia Hidayah dari Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK); Muhammad Akmal Indratma dari Program Studi Teknik Mesin, FT; Faiz Al Erza dari Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran (FK); Bilqis Khans dari Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik; serta Dani Hendrawan dari Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi (FF). Inovasi PharmaSwift juga tidak luput dari dukungan dosen pembimbing Ir. Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T. Tim ini menggabungkan kompetensi lintas disiplin ilmu untuk mengembangkan inovasi PharmaSwift.

Dalam pengembangannya, PharmaSwift memanfaatkan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali sistem serta sejumlah sensor untuk mendukung proses kerja alat. Sensor tersebut meliputi sensor udara, sensor kelembapan, sensor untuk mendeteksi jumlah obat yang dikeluarkan, serta komponen yang mendukung proses sterilisasi obat.

PharmaSwift juga dirancang untuk terintegrasi dengan inovasi sebelumnya, yakni MedLink Smart. Kedua inovasi tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan, mulai dari proses registrasi pasien hingga penyiapan obat berdasarkan resep.

Melalui integrasi tersebut, pasien terlebih dahulu melakukan registrasi dan pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, dokter memasukkan informasi kondisi pasien beserta resep obat melalui situs web yang telah disediakan. Resep tersebut kemudian terhubung dengan sistem yang dapat diakses oleh apoteker untuk dilakukan pemeriksaan ulang.

Dengan adanya PharmaSwift, lanjutnya, bukan berarti menggantikan peran dari apoteker akan tetapi alat ini membantu pemrosesan obat dan apoteker tetap diperlukan untuk memastikan kesesuaian dosis berdasarkan usia dan kondisi pasien, termasuk mempertimbangkan kemungkinan alergi terhadap obat tertentu.

“Setelah resep dinyatakan sesuai, apoteker dapat mengirimkannya ke perangkat PharmaSwift untuk diproses secara otomatis,” kata Gemilang.

Selanjutnya, PharmaSwift bekerja dengan mendeteksi resep dan menyiapkan obat melalui mekanisme penyaluran ke dalam baki atau tray. Dengan sistem tersebut, apoteker dapat lebih berfokus pada proses verifikasi resep dan penanganan obat, sementara proses penyiapan obat dibantu oleh perangkat.

Dalam proses pengembangannya, tim membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk melakukan brainstorming, persiapan, hingga pembuatan inovasi. Meski demikian, waktu tersebut dinilai masih terbatas untuk menghasilkan pengembangan yang lebih optimal.

Menurut anggota tim, tambahan waktu pengembangan akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyempurnakan sistem dan meningkatkan kemampuan alat.

“Persiapan tiga bulan itu masih terlalu mepet untuk kami. Kalau bisa diberi waktu lebih lama lagi, mungkin kami akan mengembangkan PharmaSwift lebih lanjut,” ungkapnya. (Maysali/Humas)

Editor : Gissya Titania

  • Penulis: Gissya Titania

Rekomendasi Untuk Anda

  • FORDIGIMU, Jawaban Muhammadiyah atas Kebutuhan Mendesak Dakwah Digital

    FORDIGIMU, Jawaban Muhammadiyah atas Kebutuhan Mendesak Dakwah Digital

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta — Perubahan lanskap dakwah di era digital menuntut kehadiran aktor-aktor baru yang tak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga piawai dalam menjangkau audiens melalui platform digital. Dalam konteks inilah, Forum Dai Digital Muhammadiyah (FORDIGIMU) lahir sebagai jawaban atas urgensi dakwah yang adaptif, terstruktur, dan berkelanjutan di era teknologi informasi. Transformasi digital telah menggeser […]

  • Menjaga Nikmat Merawat Amanah Kesehatan dalam Cahaya Islam

    Menjaga Nikmat Merawat Amanah Kesehatan dalam Cahaya Islam

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bangkalan – Setelah hiruk-pikuk Ramadhan dan suasana hangat Idulfitri mereda, masyarakat Bangkalan kembali berkumpul dalam suasana yang lebih tenang di Masjid At-Taqwa. Hari itu, Ahad pagi 4 Mei 2025, masjid yang terletak di jantung kota Bangkalan tersebut ramai oleh jamaah yang antusias mengikuti Kajian Ahad rutin. Namun, kali ini ada yang berbeda — tema […]

  • Bekal Disiplin Organisasi, PK IMM Al-Khawarizmi Gelar Latihan Administrasi dan Manajemen Organisasi PK IMM AL-KHAWARIZMI

    Bekal Disiplin Organisasi, PK IMM Al-Khawarizmi Gelar Latihan Administrasi dan Manajemen Organisasi PK IMM AL-KHAWARIZMI

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pekalongan – Bertempat di Ruangan D1 Kampus 2 FEB UMPP, Kota Pekalongan, telah dilaksanakan kegiatan Latihan Administrasi dan Manajemen Organisasi (LAMO) Dasar oleh PK IMM Al-Khawarizmi. Acara ini mengusung tema, “Optimalisasi Integrasi IMM untuk Membangun Kader yang Progresif dan Berintegritas” (3/5). Acara dibuka secara resmi pada pukul 08.00 WIB oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan […]

  • Studi Tiru SMP Muhammadiyah 2 Kalasan ke SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, meningkatkan pelayanan Pendidikan terbaik.

    Studi Tiru SMP Muhammadiyah 2 Kalasan ke SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, meningkatkan pelayanan Pendidikan terbaik.

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 130
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, SMP Muhammadiyah 2 Kalasan kali ini melakukan studi tiru ke SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jum’at (31/01/25). Peserta kunjungan studi tiru terdiri dari Kepala SMP Muhammadiyah 2  Kalasan yaitu Bapak Apung Saepuddin, S.Pd.I, M.S.I, Ketua Majelis Dikdasmen PNF kabupaten sleman Bapak […]

  • Pameran EXIT 2025 Arsitektur UMS Tawarkan Gagasan Inovatif untuk Ruang dan Arsitektur

    Pameran EXIT 2025 Arsitektur UMS Tawarkan Gagasan Inovatif untuk Ruang dan Arsitektur

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (FT UMS) menggelar pameran EXIT 2025 yang mengusung tema “Sintesis Narrative of Space ”. Pameran ini diselenggarakan pada 12-13 September 2025 di Auditorium Mohammad Djazman, Kampus I UMS. Kegiatan ini merupakan pameran hasil karya mahasiswa tingkat akhir setelah dinyatakan lulus sebagai mahasiswa. Selepas […]

  • Tapak Jejak Pendidikan Indonesia di Era 4.0

    Tapak Jejak Pendidikan Indonesia di Era 4.0

    • calendar_month Jumat, 25 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 658
    • 0Komentar

    Oleh : Ghinaa Masturina Berbicara mengenai Pendidikan di Indonesia, tanpa disadari kita sangatlah dekat dengan kata ‘penindasan’, baik dari segi politik, sosial, budaya, Pendidikan, dan lain-lain. Penindasan dominan dirasakan oleh kaum lemah atau kaum tertindas seperti orang miskin, kelompok minoritas, penyandang disabilitas, dan lain sebagainya. Hal seperti ini telah dibahas oleh Paulo Freire dalam bukunya […]

expand_less