Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Pita Hitam di Lengan Kanan, Bentuk Penghormatan dan Aksi Keprihatinan

Pita Hitam di Lengan Kanan, Bentuk Penghormatan dan Aksi Keprihatinan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2020
  • visibility 882
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Narasumber : Ns. Taharuddin, M. Kep., CWCS (Ketua DPK PPNI Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)

Dok : MCCC Kaltim (Pos Koordinasi, Jl. Siradj Salman Samarinda). dari kanan; Ns. Taharuddin, Ns. Maridi dan Ust. Kusyanto.

Aksi penolakan pemakaman jenazah perawat oleh sekelompok oknum masyarakat di Jawa Tengah yang telah gugur dalam mengemban tugas mulianya untuk menangani pasien Covid-19 di RS Karyadi, Jawa Tengah menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Hal ini ditunjukkan para tenaga kesehatan, khususnya yang tergabung dalam PPNI Samarinda dengan mengenakan pita hitam di lengan sebelah kanan.   Hal ini sebagai bentuk solidaritas dan rasa duka yang mendalam kepada rekan rekan-rekan sejawat perawat yang telah gugur dan sebagai bentuk simpati dan empati serta satu semangat perjuangan perawat-perawat yang tergabung dalam PPNI. Seluruh perawat se-Samarinda mengenakan pita hitam mulai tanggal 12 – 15 April 2020 sebagai bentuk penghormatan.

Selain itu, PPNI Samarinda mengecam keras tindakan tidak terpuji tersebut. PPNI Samarinda akan memberikan dukungan terhadap proses hukum yang dilakukan oleh rekan rekan sejawat di daerah Jawa Tengah. Diharapkan dengan adanya payung hukum yang jelas, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat sehingga tidak terulang lagi.

Selain dengan kejelasan payung hukum, masyarakat perlu disadarkan tentang penanganan jenazah pasien Covid-19. Penanganan jenazah pasien Covid-19 sudah melewati SOP sesuai standar WHO (Badan Kesehatan Dunia) sehingga sudah aman dimakamkan. Prosedur perawatan jenazah pasien Covid-19 dimandikan lebih dahulu dengan penyemprotan cairan desinfektan, dibungkus dengan plastik yg kedap air sehingga cairan tubuh pasien tidak bisa keluar, kemudian baru dikafani. Setelah itu, jenazah kembali dibungkus plastik, dimasukkan dalam kantung mayat standar medis, kemudian dimasukkan ke dalam peti mayat. Dengan penanganan sedemikian ketat, jenazah CoviD-19 dapat dimakamkan di manapun dengan aman tanpa khawatir dapat menyebarkan virus kepada masyarakat di sekitar area pemakaman.

PPNI Samarinda  sangat menyayangkan tindakan penolakan sebagian oknum masyarakat tersebut karena tim kesehatan, khususnya perawat, telah mengorbankan segalanya, bahkan membahayakan nyawanya karena perawatlah harus bersentuhan langsung dengan pasien. Perawat harus melakukan tindakan medis dan tindakan perawatan langsung ke pasien, seperti memasang infus, injeksi/ penyuntikan obat, memasang selang makan dan selang kecing, membantu pasien makan dan minum, memandikan pasien yang tidak bisa mandiri. Tindakan ini membuat mereka kontak langsung dengan cairan tubuh pasien Covid-19 sehingga rentan terpapar virus yang membahayakan nyawanya.

Sebagai antisipasi dari tindakan tersebut, perawat diwajibkan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) setiap masuk ke ruang isolasi pasien. APD yang gunakan untuk pasien infeksi bakteri dan virus yang menular hanya boleh digunakan sekali pakai. Karena keterbatasan APD, perawat menggunakannya sejak awal masuk kerja hingga selesai, sekitar 8 jam bahkan ada yang sampai 12 jam. Selama penggunaan APD tersebut, perawat harus merasakan panas yang luar biasa.  Gerah, gatal, dan sakit di kulit, bahkan sampai luka merupakan hal sering mereka dapat. Selain itu, para perawat pun sering menahan lapar, haus, BAK, BAB bahkan ada yang terpaksa menggunakan diaper.

Di samping ketidaknyamanan fisik yang mereka tanggung, perawat juga harus rela mengisolasi diri untuk tidak berinteraksi dengan orang termasuk keluarganya selama menangani kasus Covid-19. Mereka mengetahui bahwa sangat besar risikonya untuk tertular.

Tenaga kesehatan telah mempertaruhkan nyawa dengan segala risiko bukan hanya karena tugas, melainkan juga rasa kemanusiaan yang tertanam dalam diri seorang perawat.  Sangat menyedihkan jika pengorbanan yang diberikan para perawat harus dibalas dengan penolakan jenazah mereka. Sehingga bentuk penolakan ini tidak beralasan karena perawatan jenazah sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Sudah selayaknya, para tenaga medis mendapat dukungan penuh oleh masyarakat, bukan penolakan.

Sekali lagi, jauhi virusnya bukan orangnya, dengan menjaga jarak.

| Editor : FMR |

 

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soroti Isu Kompetensi Komunikasi, UMS Gandeng Narasumber Internasional untuk Workshop Pengajaran

    Soroti Isu Kompetensi Komunikasi, UMS Gandeng Narasumber Internasional untuk Workshop Pengajaran

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar workshop bertema “Teach Differently: The Four Cs for Confident Communication” di Ruang Seminar Pascasarjana UMS, Sabtu (22/11). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber internasional, yakni Widodo, M.A. dari Educational Leadership, Politics, and Advocacy at New York […]

  • 1win Casino and Sportsbook Bangladesh – How to Register & Start Betting

    1win Casino and Sportsbook Bangladesh – How to Register & Start Betting

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    1win Casino and Sportsbook Bangladesh – How to Register & Start Betting ▶️ PLAY Содержимое 1win Casino and Sportsbook Bangladesh – A Comprehensive Guide Getting Started with 1win in Bangladesh Registration Process: A Step-by-Step Guide How to Deposit and Start Betting at 1win Bangladesh Depositing Funds Starting Betting Are you ready to experience the thrill […]

  • PWNA Jateng Temui Ahmad Luthfi, Mantapkan Kolaborasi Dukung Program Pemerintah

    PWNA Jateng Temui Ahmad Luthfi, Mantapkan Kolaborasi Dukung Program Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang — Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah melakukan silaturahim dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas rencana kolaborasi dalam mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya di bidang kepemudaan dan lingkungan hidup. Audiensi yang diikuti […]

  • Ta’awun Ketahanan Pangan dari Muhammadiyah Paser

    Ta’awun Ketahanan Pangan dari Muhammadiyah Paser

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.357
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Paser – Pada hari ini, Selasa (19/5/2020), Muhammadiyah Kabupaten Paser melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Paser , Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Paser & Aisyiyah Paser melaksanakan program “Ketahanan Pangan Masa Covid & Ramadhan 1441 H”  Dan “Sapa Guru PAUD-TK ABA” dengan mendistribusikan 415 paket bantuan sembako di lima kecamatan […]

  • Ning Rusmiati terpilih Sebagai Wali Santri Terbaik dalam Wisuda Santri PontrenMu Aasyiqul Qur’an Sirampog

    Ning Rusmiati terpilih Sebagai Wali Santri Terbaik dalam Wisuda Santri PontrenMu Aasyiqul Qur’an Sirampog

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 144
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pondok Pesantren Muhammadiyah ‘Aasyiqul Qur’an Sirampog Brebes memberikan penghargaan kepada Nik Atila Atasha Ramadhani sebagai Santri Terbaik Bidang Akademik dengan Hafalan 12 Juz pada acara Wisuda dan Pelepasan Santri Kelas IX Angkatan ke-4 di Halaman Asrama Puteri, Sabtu (1/6/2024). Kepala sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren ‘Aasyiqul Qur’an Sirampog, Abdul Aziz menyampaikan, bahwa santri […]

  • Kritik atas Kapitalisme-Religius Muhammadiyah

    Kritik atas Kapitalisme-Religius Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Oleh: Agiel Laksamana Putra (Mahasiswa Pascasarjana Studi Agama dan Mistisisme di Iran dan Ketua Bidang Kader PCLN IMM Asia Barat) Tulisan ini adalah kritik terhadap artikel yang dimuat pada media ibtimes.id berjudul “Ideologi Kesejahteraan Muhammadiyah”, terutama mengenai kontradiksi antara semangat religius dan kapitalisme yang diusung sebagai etos Muhammadiyah. Penulis dalam artikel tersebut, secara jujur mengakui […]

expand_less