Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Pita Hitam di Lengan Kanan, Bentuk Penghormatan dan Aksi Keprihatinan

Pita Hitam di Lengan Kanan, Bentuk Penghormatan dan Aksi Keprihatinan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2020
  • visibility 941
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Narasumber : Ns. Taharuddin, M. Kep., CWCS (Ketua DPK PPNI Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)

Dok : MCCC Kaltim (Pos Koordinasi, Jl. Siradj Salman Samarinda). dari kanan; Ns. Taharuddin, Ns. Maridi dan Ust. Kusyanto.

Aksi penolakan pemakaman jenazah perawat oleh sekelompok oknum masyarakat di Jawa Tengah yang telah gugur dalam mengemban tugas mulianya untuk menangani pasien Covid-19 di RS Karyadi, Jawa Tengah menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Hal ini ditunjukkan para tenaga kesehatan, khususnya yang tergabung dalam PPNI Samarinda dengan mengenakan pita hitam di lengan sebelah kanan.   Hal ini sebagai bentuk solidaritas dan rasa duka yang mendalam kepada rekan rekan-rekan sejawat perawat yang telah gugur dan sebagai bentuk simpati dan empati serta satu semangat perjuangan perawat-perawat yang tergabung dalam PPNI. Seluruh perawat se-Samarinda mengenakan pita hitam mulai tanggal 12 – 15 April 2020 sebagai bentuk penghormatan.

Selain itu, PPNI Samarinda mengecam keras tindakan tidak terpuji tersebut. PPNI Samarinda akan memberikan dukungan terhadap proses hukum yang dilakukan oleh rekan rekan sejawat di daerah Jawa Tengah. Diharapkan dengan adanya payung hukum yang jelas, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat sehingga tidak terulang lagi.

Selain dengan kejelasan payung hukum, masyarakat perlu disadarkan tentang penanganan jenazah pasien Covid-19. Penanganan jenazah pasien Covid-19 sudah melewati SOP sesuai standar WHO (Badan Kesehatan Dunia) sehingga sudah aman dimakamkan. Prosedur perawatan jenazah pasien Covid-19 dimandikan lebih dahulu dengan penyemprotan cairan desinfektan, dibungkus dengan plastik yg kedap air sehingga cairan tubuh pasien tidak bisa keluar, kemudian baru dikafani. Setelah itu, jenazah kembali dibungkus plastik, dimasukkan dalam kantung mayat standar medis, kemudian dimasukkan ke dalam peti mayat. Dengan penanganan sedemikian ketat, jenazah CoviD-19 dapat dimakamkan di manapun dengan aman tanpa khawatir dapat menyebarkan virus kepada masyarakat di sekitar area pemakaman.

PPNI Samarinda  sangat menyayangkan tindakan penolakan sebagian oknum masyarakat tersebut karena tim kesehatan, khususnya perawat, telah mengorbankan segalanya, bahkan membahayakan nyawanya karena perawatlah harus bersentuhan langsung dengan pasien. Perawat harus melakukan tindakan medis dan tindakan perawatan langsung ke pasien, seperti memasang infus, injeksi/ penyuntikan obat, memasang selang makan dan selang kecing, membantu pasien makan dan minum, memandikan pasien yang tidak bisa mandiri. Tindakan ini membuat mereka kontak langsung dengan cairan tubuh pasien Covid-19 sehingga rentan terpapar virus yang membahayakan nyawanya.

Sebagai antisipasi dari tindakan tersebut, perawat diwajibkan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) setiap masuk ke ruang isolasi pasien. APD yang gunakan untuk pasien infeksi bakteri dan virus yang menular hanya boleh digunakan sekali pakai. Karena keterbatasan APD, perawat menggunakannya sejak awal masuk kerja hingga selesai, sekitar 8 jam bahkan ada yang sampai 12 jam. Selama penggunaan APD tersebut, perawat harus merasakan panas yang luar biasa.  Gerah, gatal, dan sakit di kulit, bahkan sampai luka merupakan hal sering mereka dapat. Selain itu, para perawat pun sering menahan lapar, haus, BAK, BAB bahkan ada yang terpaksa menggunakan diaper.

Di samping ketidaknyamanan fisik yang mereka tanggung, perawat juga harus rela mengisolasi diri untuk tidak berinteraksi dengan orang termasuk keluarganya selama menangani kasus Covid-19. Mereka mengetahui bahwa sangat besar risikonya untuk tertular.

Tenaga kesehatan telah mempertaruhkan nyawa dengan segala risiko bukan hanya karena tugas, melainkan juga rasa kemanusiaan yang tertanam dalam diri seorang perawat.  Sangat menyedihkan jika pengorbanan yang diberikan para perawat harus dibalas dengan penolakan jenazah mereka. Sehingga bentuk penolakan ini tidak beralasan karena perawatan jenazah sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Sudah selayaknya, para tenaga medis mendapat dukungan penuh oleh masyarakat, bukan penolakan.

Sekali lagi, jauhi virusnya bukan orangnya, dengan menjaga jarak.

| Editor : FMR |

 

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respons Cepat Kabut Asap di Riau, Keluarga Mahasiswa FMIPAKES UMRI Bergerak Bagikan 500 Masker kepada Mahasiswa

    Respons Cepat Kabut Asap di Riau, Keluarga Mahasiswa FMIPAKES UMRI Bergerak Bagikan 500 Masker kepada Mahasiswa

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 75
    • 0Komentar

    PEKANBARU— Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mahasiswa di tengah kondisi kabut asap yang melanda Provinsi Riau, Keluarga Mahasiswa Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kesehatan (FMIPAKES) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) membagikan sebanyak 500 masker kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat kampus, khususnya di […]

  • Mahasiswi Ilkom UMS Raih Juara 3 Essay Nasional dengan Tema Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi

    Mahasiswi Ilkom UMS Raih Juara 3 Essay Nasional dengan Tema Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Diyah Ayu Julianti, berhasil meraih juara ketiga dalam kompetisi tingkat nasional melalui cabang lomba essay bertajuk Kebebasan berpendapat dan berekspresi, Bersuara untuk bangsa. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Commweekundip Universitas Diponegoro. Mengangkat sebuah isu sosial, Diyah mengungkapkan opini yang […]

  • BikersMu Chapter Solo  Surakarta Perdana Gelar Touring Dakwah ke Tiga Pantai di Gunungkidul

    BikersMu Chapter Solo Surakarta Perdana Gelar Touring Dakwah ke Tiga Pantai di Gunungkidul

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta — Komunitas BikersMu Chapter Surakarta menggelar kegiatan touring dakwah ke sejumlah destinasi wisata pantai di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (29/5). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Lieder BikersMu, Ustadz Yusuf Wibisono. Sebanyak 13 peserta berkumpul di titik awal keberangkatan yang berlokasi di Balai Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta. Rombongan memulai perjalanan […]

  • PWM Bengkulu Gelar Konsolidasi dan Safari Ramadhan di Lebong

    PWM Bengkulu Gelar Konsolidasi dan Safari Ramadhan di Lebong

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu menggelar konsolidasi yang diikuti oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), organisasi otonom (Ortom) tingkat daerah, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Lebong. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Jihad Muhammadiyah, Muara Aman, pada Rabu, 19 Maret 2025. Konsolidasi ini bertujuan […]

  • Penyaluran Family Kit dan School Kit, Muhammadiyah Bantu Pemulihan Warga Pascabanjir di Martapura

    Penyaluran Family Kit dan School Kit, Muhammadiyah Bantu Pemulihan Warga Pascabanjir di Martapura

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID Martapura — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir kembali ditunjukkan oleh Muhammadiyah melalui aksi nyata penyaluran bantuan kemanusiaan. Pada Jumat (10/04), bantuan berupa family kit dan school kit disalurkan kepada SD Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah, serta Panti Putera Muhammadiyah Martapura. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 178 paket family kit dan 178 paket school kit didistribusikan kepada masyarakat […]

  • Serahkan Sistem Monitoring Kualitas Udara Berbasis IoT ke Desa Sidokelar pada Tutup KKN UMLA Kelompok 11

    Serahkan Sistem Monitoring Kualitas Udara Berbasis IoT ke Desa Sidokelar pada Tutup KKN UMLA Kelompok 11

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,— Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) Kelompok 11 Desa Sidokelar, Kabupaten Lamongan, resmi ditutup pada hari ini melalui kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sidokelar. Salah satu agenda utama dalam penutupan tersebut adalah penyerahan inovasi teknologi berupa sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) kepada Pemerintah Desa Sidokelar. Rabu […]

expand_less