Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Pita Hitam di Lengan Kanan, Bentuk Penghormatan dan Aksi Keprihatinan

Pita Hitam di Lengan Kanan, Bentuk Penghormatan dan Aksi Keprihatinan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2020
  • visibility 885
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Narasumber : Ns. Taharuddin, M. Kep., CWCS (Ketua DPK PPNI Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)

Dok : MCCC Kaltim (Pos Koordinasi, Jl. Siradj Salman Samarinda). dari kanan; Ns. Taharuddin, Ns. Maridi dan Ust. Kusyanto.

Aksi penolakan pemakaman jenazah perawat oleh sekelompok oknum masyarakat di Jawa Tengah yang telah gugur dalam mengemban tugas mulianya untuk menangani pasien Covid-19 di RS Karyadi, Jawa Tengah menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Hal ini ditunjukkan para tenaga kesehatan, khususnya yang tergabung dalam PPNI Samarinda dengan mengenakan pita hitam di lengan sebelah kanan.   Hal ini sebagai bentuk solidaritas dan rasa duka yang mendalam kepada rekan rekan-rekan sejawat perawat yang telah gugur dan sebagai bentuk simpati dan empati serta satu semangat perjuangan perawat-perawat yang tergabung dalam PPNI. Seluruh perawat se-Samarinda mengenakan pita hitam mulai tanggal 12 – 15 April 2020 sebagai bentuk penghormatan.

Selain itu, PPNI Samarinda mengecam keras tindakan tidak terpuji tersebut. PPNI Samarinda akan memberikan dukungan terhadap proses hukum yang dilakukan oleh rekan rekan sejawat di daerah Jawa Tengah. Diharapkan dengan adanya payung hukum yang jelas, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat sehingga tidak terulang lagi.

Selain dengan kejelasan payung hukum, masyarakat perlu disadarkan tentang penanganan jenazah pasien Covid-19. Penanganan jenazah pasien Covid-19 sudah melewati SOP sesuai standar WHO (Badan Kesehatan Dunia) sehingga sudah aman dimakamkan. Prosedur perawatan jenazah pasien Covid-19 dimandikan lebih dahulu dengan penyemprotan cairan desinfektan, dibungkus dengan plastik yg kedap air sehingga cairan tubuh pasien tidak bisa keluar, kemudian baru dikafani. Setelah itu, jenazah kembali dibungkus plastik, dimasukkan dalam kantung mayat standar medis, kemudian dimasukkan ke dalam peti mayat. Dengan penanganan sedemikian ketat, jenazah CoviD-19 dapat dimakamkan di manapun dengan aman tanpa khawatir dapat menyebarkan virus kepada masyarakat di sekitar area pemakaman.

PPNI Samarinda  sangat menyayangkan tindakan penolakan sebagian oknum masyarakat tersebut karena tim kesehatan, khususnya perawat, telah mengorbankan segalanya, bahkan membahayakan nyawanya karena perawatlah harus bersentuhan langsung dengan pasien. Perawat harus melakukan tindakan medis dan tindakan perawatan langsung ke pasien, seperti memasang infus, injeksi/ penyuntikan obat, memasang selang makan dan selang kecing, membantu pasien makan dan minum, memandikan pasien yang tidak bisa mandiri. Tindakan ini membuat mereka kontak langsung dengan cairan tubuh pasien Covid-19 sehingga rentan terpapar virus yang membahayakan nyawanya.

Sebagai antisipasi dari tindakan tersebut, perawat diwajibkan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) setiap masuk ke ruang isolasi pasien. APD yang gunakan untuk pasien infeksi bakteri dan virus yang menular hanya boleh digunakan sekali pakai. Karena keterbatasan APD, perawat menggunakannya sejak awal masuk kerja hingga selesai, sekitar 8 jam bahkan ada yang sampai 12 jam. Selama penggunaan APD tersebut, perawat harus merasakan panas yang luar biasa.  Gerah, gatal, dan sakit di kulit, bahkan sampai luka merupakan hal sering mereka dapat. Selain itu, para perawat pun sering menahan lapar, haus, BAK, BAB bahkan ada yang terpaksa menggunakan diaper.

Di samping ketidaknyamanan fisik yang mereka tanggung, perawat juga harus rela mengisolasi diri untuk tidak berinteraksi dengan orang termasuk keluarganya selama menangani kasus Covid-19. Mereka mengetahui bahwa sangat besar risikonya untuk tertular.

Tenaga kesehatan telah mempertaruhkan nyawa dengan segala risiko bukan hanya karena tugas, melainkan juga rasa kemanusiaan yang tertanam dalam diri seorang perawat.  Sangat menyedihkan jika pengorbanan yang diberikan para perawat harus dibalas dengan penolakan jenazah mereka. Sehingga bentuk penolakan ini tidak beralasan karena perawatan jenazah sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Sudah selayaknya, para tenaga medis mendapat dukungan penuh oleh masyarakat, bukan penolakan.

Sekali lagi, jauhi virusnya bukan orangnya, dengan menjaga jarak.

| Editor : FMR |

 

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMM FKIP UMS Dorong Pembangunan Berkelanjutan melalui Program Kalibuntung Resilien di Desa Carikan, Klaten

    IMM FKIP UMS Dorong Pembangunan Berkelanjutan melalui Program Kalibuntung Resilien di Desa Carikan, Klaten

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi membuka Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bertajuk Kalibuntung Resilien: Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Ketangguhan Banjir Terintegrasi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Inklusi menuju Desa Carikan Tangguh Bencana. Program tersebut diluncurkan di Balai Desa Carikan, […]

  • Dari Kampus untuk Negeri, Menyemai Kebangkitan Nasional Melalui Dunia Pendidikan

    Dari Kampus untuk Negeri, Menyemai Kebangkitan Nasional Melalui Dunia Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus meneguhkan komitmennya dalam membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa sebagai bagian dari upaya membangun bangsa. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2025 ini menjadi momentum bagi UMS untuk mendorong semangat kolaboratif dan kontribusi nyata mahasiswa, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui penguatan peran organisasi kemahasiswaan. Kepala Biro Kemahasiswaan UMS, […]

  • Inovasi Lokal, Prestasi Global: Sampo Jeruk Nipis Anti Ketombe Karya Tim UMS Raih Silver Medal JISF 2026

    Inovasi Lokal, Prestasi Global: Sampo Jeruk Nipis Anti Ketombe Karya Tim UMS Raih Silver Medal JISF 2026

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tingginya prevalensi gangguan kulit kepala akibat infeksi jamur di wilayah tropis mendorong kebutuhan akan produk perawatan rambut yang lebih aman dan berkelanjutan. Menjawab isu tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menghadirkan inovasi sampo antiketombe berbasis bahan alam yang berhasil meraih Silver Medal dalam ajang Jakarta International Science Fair 2026 yang […]

  • KONTROVERSI KINDERFLIX :DUGAAN PELECEHAN SEKSUAL DALAM TAYANGAN ANAK-ANAK

    KONTROVERSI KINDERFLIX :DUGAAN PELECEHAN SEKSUAL DALAM TAYANGAN ANAK-ANAK

    • calendar_month Kamis, 23 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Oleh : Mumtaz Azzahra* Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan pembahasan mengenai sebuah channel Youtube yang memuat konten untuk membantu perkembangan anak-anak bernama Kinderflix. Namun, topik pembahasan tidak berputar mengenai hal-hal yang berhubungan dengan manfaat yang dibawa oleh channel tersebut terhadap masa perkembangan anak, yang mana hal tersebut merupakan tujuan utama dari hadirnya channel Kinderflix, […]

  • PDA Sukoharjo Luncurkan BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah) dalam Rangka Semarak Milad Aisyiyah ke-108

    PDA Sukoharjo Luncurkan BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah) dalam Rangka Semarak Milad Aisyiyah ke-108

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo  — Dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah ke-108, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sukoharjo resmi melaunching BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah), sebuah lembaga konsultasi yang berfokus pada penguatan keluarga sakinah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 25 Mei 2025, bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Peluncuran BIKKSA menjadi momen penting dalam upaya Aisyiyah untuk […]

  • Pesantren MBS Bumiayu Menggelar Training Motivasi Parenting Santri bersama Ustadz Drs.H.Sajidan Ali Ahmad, M.Pd dari Sragen

    Pesantren MBS Bumiayu Menggelar Training Motivasi Parenting Santri bersama Ustadz Drs.H.Sajidan Ali Ahmad, M.Pd dari Sragen

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 173
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu Brebes mengundang Ustadz Drs.H.Sajidan Ali Ahmad, M.Pd dari PDM Sragen untuk memberikan Motivasi Belajar Santri di Masjid Baitussalam Bumiayu, Ahad (16 Robi’ul Akhir 1445 H/31/10/2023 M). Ustadz Drs.H.Sajidan Ali Ahmad, M.Pd hadir di kota Kecil Bumiayu dalam rangka memenuhi undangan untuk mengisi acara di tiga […]

expand_less