Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Eksplorasi Arsitektur Vernakular Desa Adat Senaru melalui KKL Arsitektur UMS

Eksplorasi Arsitektur Vernakular Desa Adat Senaru melalui KKL Arsitektur UMS

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Program Studi Arsitektur menggelar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada 5–11 Februari 2026 dengan mengeksplorasi nilai-nilai arsitektur vernakular di Desa Adat Senaru. Kegiatan ini diikuti oleh 14 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Jinten dan didampingi oleh Dr. Ir. Rini Hidayati, S.T., M.T.

Kegiatan KKL ini difokuskan pada penggalian sistem permukiman tradisional yang masih hidup dan berfungsi hingga saat ini. Rini Hidayati mengungkapkan bahwa Desa Senaru dipilih karena mampu mempertahankan struktur sosial dan tata ruang tradisionalnya di tengah perkembangan pariwisata.

“Rumah adat di sini terdiri dari sekitar 20 rumah yang dihuni oleh tujuh generasi dalam satu garis keturunan, dengan susunan rumah mengikuti struktur keluarga. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengamati secara langsung keterkaitan antar ruang, sistem lokal, dan budaya masyarakat,” ungkap dosen Arsitektur UMS tersebut, Senin (23/2).

Melalui KKL ini, mahasiswa Arsitektur UMS tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga pembelajaran kontekstual mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan arsitektur vernakular sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Saat observasi lapangan, mahasiswa tidak hanya mempelajari bentuk fisik bangunan, tetapi juga memahami bagaimana arsitektur vernakular terintegrasi dengan sistem sosial, budaya, serta lingkungan masyarakat. Desa Senaru menjadi contoh nyata bagaimana nilai tradisional mampu bertahan sekaligus beradaptasi di tengah arus modernisasi dan industri wisata.

Secara arsitektural, rumah tradisional di kawasan ini menggunakan dinding anyaman bambu untuk mendukung sirkulasi udara alami, serta atap alang-alang yang diganti secara berkala. Orientasi kawasan mengikuti kepercayaan lokal, dengan zona permukiman yang semakin privat ke arah selatan. Keaslian tata ruang dan penggunaan material lokal tersebut memperlihatkan konsistensi masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

Rumah Tradisional yang ada di Desa Senaru

Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola Desa Senaru, Nawasim, permukiman adat tersebut merupakan dusun tertua yang kemudian ditetapkan sebagai nama desa setelah pemekaran wilayah pada tahun 1995. Rumah-rumah tradisional yang ada hingga kini tetap dipertahankan sebagai bagian dari situs budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Rumah tradisional ini tetap dipertahankan karena dianggap sebagai peninggalan orang tua kami. Bentuk dan motifnya tetap sama sejak dahulu,” ujar Nawasim.

Salah satu elemen penting dalam sistem permukiman adalah berugak, ruang komunal terbuka yang menjadi pusat aktivitas sosial dan adat. Berugak dimanfaatkan untuk musyawarah warga, penyelenggaraan kegiatan adat, hingga prosesi pernikahan.

“Kalau ada acara adat atau pertemuan warga, semuanya diselesaikan di berugak. Ini seperti aula bagi kami,” jelasnya.

Dalam aspek konstruksi, rumah tradisional ini memanfaatkan material lokal seperti kayu sebagai struktur utama, bambu anyam untuk dinding, serta alang-alang sebagai penutup atap. Perubahan terjadi secara bertahap, terutama setelah adanya bantuan pemerintah pada tahun 1986 dan 1997 berupa program lantainisasi dan penguatan material bangunan guna meningkatkan ketahanan terhadap kondisi iklim.

Meskipun kini berkembang sebagai desa wisata, masyarakat Desa Senaru tetap menjalankan nilai-nilai adat dan aturan lokal (awig-awig). Generasi muda turut berperan aktif dalam sektor pariwisata sebagai pemandu wisata tanpa meninggalkan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Fika/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAZISMU Metro Perkuat Sinergi dan Transformasi ZIS Demi Kemaslahatan Umat

    LAZISMU Metro Perkuat Sinergi dan Transformasi ZIS Demi Kemaslahatan Umat

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, METRO – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Metro terus menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan dana umat. Langkah strategis ini dimanifestasikan melalui kegiatan penguatan kelembagaan dan penentuan arah kebijakan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang digelar secara khidmat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Metro, pada hari Jumat, 31 […]

  • FKIP UMS Perkuat Jejaring Global melalui Visiting Professor di Cavite University Filipina

    FKIP UMS Perkuat Jejaring Global melalui Visiting Professor di Cavite University Filipina

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan Visiting Professor di College of Education, Cavite University (CvSU), Filipina, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pengakuan internasional, berbagi kepakaran dosen, sekaligus memperkuat implementasi kerja sama yang telah terjalin selama hampir satu dekade. […]

  • Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

    Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Andri Nirwana, Ph.D., menegaskan bahwa persoalan kebangsaan modern tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum positif dan ideologi formal. Menurutnya, akar persoalan bangsa saat ini justru terletak pada krisis etika publik dan moralitas sosial. Hal tersebut disampaikan Andri dalam Jumpa Pers Pengukuhan […]

  • Perkuat Komitmen Rumah Sakit Ramah Lingkungan, RS UMS A.R. Fachrudin Ikuti Sosialisasi Persetujuan Lingkungan DLH Surakarta

    Perkuat Komitmen Rumah Sakit Ramah Lingkungan, RS UMS A.R. Fachrudin Ikuti Sosialisasi Persetujuan Lingkungan DLH Surakarta

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Sidiq Pramudito
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA– RS UMS A.R. Fachrudin terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam kegiatan Sosialisasi Persetujuan Lingkungan yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026, bertempat di Sukoharjo Room, Hotel Sahid Jaya Solo. Kegiatan ini merupakan bagian […]

  • SUMU Malang Raya Dorong Digitalisasi Usaha Lewat Bootcamp AI 

    SUMU Malang Raya Dorong Digitalisasi Usaha Lewat Bootcamp AI 

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, MALANG (28/8/25) – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Malang Raya resmi meluncurkan program unggulan bertajuk #SinauMbois AI Bootcamp, sebuah inisiatif pelatihan intensif selama enam bulan yang dirancang untuk mempercepat transformasi digital para pelaku usaha Muhammadiyah. Program ini digelar di Malang Creative Center dan menjadi bagian dari implementasi roadmap SUMU Malang Raya 2025, yang menekankan pada […]

  • IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Farich Al Mughni, Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik Magelang Pikiran ini berangkat atas keresahan penulis, akan tingkah kader IMM yang mulai mempunyai sifat superioritas dan mulai tidak peduli dengan kaum-kaum mustadhafin (kaum yang tertindas) dan juga sikap para kader IMM yang mengenyampingkan humanitas dalam trikoda dan hilang nya Kemasyarakatan pada idalisme […]

expand_less