Ngaji On The Road di CFD, Organisasi Mahasiswa Perluas Syiar Al-Qur’an
- account_circle Kabar Muhammadiyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Al-Qur’an (MPQ) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS berkolaborasi dengan UKMI Nurul ‘Ilmi UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Ngaji On The Road di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Ahad (25/10/2026).
Dimulai pukul 06.30 WIB, kegiatan ini menghadirkan layanan pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat, mulai dari Iqra dasar, tilawah, murajaah, dan tahfiz hingga program khataman Al-Qur’an 30 juz. Panitia juga menyediakan paket sarapan gratis bagi 70 pendaftar pertama serta hidangan es teh.
Ketua Umum UKM MPQ UMS, Kharis Yarju Rohmatullah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk syiar Al-Qur’an di ruang publik. Program tersebut telah berjalan sekitar lima tahun sebagai upaya mendekatkan pembelajaran Al-Qur’an kepada masyarakat di luar lingkungan masjid.
“Ngaji tidak harus dilaksanakan di masjid atau tempat halaqah. Kita juga bisa mengaji di ruang publik agar Al-Qur’an lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak malu menyebarkan kebaikan dan tetap istiqamah dalam menjalankan kegiatan dakwah. ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu menyebarkan kebaikan secara terbuka. Menurutnya, syiar Al-Qur’an perlu dilakukan dengan keberanian dan konsistensi agar semakin banyak orang yang tergerak untuk belajar.
Perwakilan IMM Pondok Shabran UMS, Sahl Kasih Fulannah, menyampaikan bahwa keterlibatan organisasinya merupakan wujud penerapan nilai Islam Berkemajuan sekaligus pembaruan metode dakwah agar lebih relevan dengan kehidupan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Islam tidak eksklusif dan tidak kaku. Nilai-nilai Islam semestinya hadir dalam seluruh dimensi kehidupan, termasuk di ruang publik,” jelasnya.
Menurut Sahl, Ngaji On The Road juga menjadi bentuk implementasi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) serta identitas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, gerakan dakwah, dan gerakan tajdid. Ia menegaskan bahwa kader IMM perlu mengaktualisasikan pengetahuan yang diperoleh di kampus melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
Sementara itu, perwakilan UKMI Nurul ‘Ilmi UIN Raden Mas Said Surakarta, Ghifari Mabrur Al Burhani, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut berangkat dari kesamaan program pembelajaran Al-Qur’an di antara ketiga organisasi. UKMI Nurul ‘Ilmi sendiri memiliki program serupa yang rutin dilaksanakan di lingkungan kampus.
Ia berharap kolaborasi lintas kampus ini dapat memperluas jangkauan dakwah, tidak hanya kepada mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum. Dengan demikian, kegiatan serupa dapat dikembangkan secara lebih luas dan memperoleh partisipasi masyarakat yang lebih besar.
Apresiasi juga disampaikan Fahad Hilal Hamzah, pekerja perantau asal Jawa Timur yang berdomisili di Boyolali. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mendekatkan diri dengan Al-Qur’an di tengah kesibukan sehari-hari.
“Sebagai pekerja, terkadang saya kesulitan meluangkan waktu untuk membuka Al-Qur’an. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, terlebih karena dilaksanakan di CFD. Ini menunjukkan bahwa kita bisa beribadah di mana saja dan kapan saja,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, MPQ UMS, IMM Shabran UMS, dan UKMI Nurul ‘Ilmi UIN Raden Mas Said Surakarta berupaya memperluas syiar Al-Qur’an melalui pembelajaran di ruang publik sekaligus memperkuat sinergi mahasiswa lintas kampus dalam menghadirkan dakwah yang dekat dengan masyarakat.
Penulis : Anqiya Zaki Mushoddiq
Editor : Irsyad Hakim Affandi
- Penulis: Kabar Muhammadiyah