Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan

Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perbincangan mengenai tradisi tahlilan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah unggahan di media sosial mengungkap keluhan keluarga yang sedang berduka justru merasa terbebani oleh tuntutan menyediakan jamuan bagi para pelayat. Fenomena tersebut memicu diskusi luas mengenai esensi takziah, batas antara tradisi dan ajaran agama, hingga pentingnya mengembalikan nilai empati kepada keluarga yang kehilangan.

Menanggapi fenomena tersebut, Kaprodi Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Isman, S.H.I., S.H., M.H., yang jugsa sebagai Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Tengah menilai masyarakat perlu melihat persoalan tahlilan secara utuh, baik dari sisi sejarah, budaya, maupun ajaran Islam.

Menurutnya, tahlilan tidak lahir sebagai ritual yang berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil proses integrasi antara dakwah Islam dan budaya lokal Nusantara.

“Pada mulanya tahlilan merupakan proses internalisasi antara agama dan budaya yang dilakukan para Wali Songo. Tradisi-tradisi yang telah berkembang di masyarakat kemudian diislamkan sehingga memiliki nuansa keislaman,” jelasnya, Selasa, (6/7/2026).

Ia menerangkan bahwa masyarakat Nusantara sejak dahulu memiliki budaya luhur dalam memuliakan tamu. Tradisi menjamu tamu menjadi bagian dari etika sosial yang berkembang jauh sebelum Islam datang.

Namun, dalam perkembangannya, nilai luhur tersebut mengalami pergeseran. Jamuan yang semula diberikan secara sukarela sesuai kemampuan keluarga kini kerap dipersepsikan sebagai kewajiban. Akibatnya, tidak sedikit keluarga yang sedang berduka justru menghadapi tekanan sosial untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumsi bagi tamu yang datang.

“Padahal ketika seseorang datang bertakziah, semestinya tidak memiliki niat memperoleh sesuatu. Kita datang untuk mendoakan almarhum sebagai bentuk penghormatan terakhir dan silaturahmi kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Isman melihat maraknya pembahasan di media sosial memiliki dua sisi. Di satu sisi, fenomena tersebut menjadi ruang evaluasi agar masyarakat kembali memahami tujuan utama takziah. Namun di sisi lain, polarisasi yang terjadi di ruang digital sering kali berkembang tanpa arah sehingga berpotensi melukai keluarga yang sedang berduka.

“Jangan sampai niat kita ingin meluruskan tradisi, tetapi cara yang digunakan justru menyakiti orang yang sedang kehilangan. Mengingatkan tidak harus dengan memviralkan suatu peristiwa. Edukasi dan dialog jauh lebih bijaksana,” katanya.

Dosen UMS sekaligus Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Tengah Dr. Isman, S.H.I., S.H., M.H

Ia mencontohkan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih bertahan di masyarakat Minangkabau. Ketika ada warga meninggal dunia, masyarakat justru mengumpulkan bahan makanan pokok untuk diberikan kepada keluarga yang berduka sehingga beban ekonomi mereka menjadi lebih ringan.

“Tradisi seperti itu menunjukkan bahwa gotong royong dan solidaritas sosial adalah nilai yang perlu dipertahankan. Masyarakat kita sebenarnya memiliki kearifan untuk saling membantu, bukan menambah beban keluarga yang sedang berduka,” ungkapnya.

Dari perspektif Muhammadiyah, Isman menjelaskan bahwa pandangan mengenai tahlilan telah dirumuskan melalui keputusan Majelis Tarjih. Muhammadiyah menegaskan bahwa tahlilan tidak perlu dilakukan, sementara amalan yang lebih utama adalah mendoakan orang yang telah wafat.

Menurutnya, dasar tersebut merujuk pada hadis Rasulullah SAW ketika sahabat Ja’far bin Abi Thalib wafat. Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk menyiapkan makanan bagi keluarga Ja’far, bukan sebaliknya.

“Esensi takziah adalah membantu keluarga yang sedang berduka. Karena itu, keluarga yang kehilangan justru seharusnya diringankan bebannya, bukan dibebani untuk melayani tamu yang datang,” jelasnya.

Selain mendoakan almarhum, Isman mengatakan takziah juga menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial, seperti membantu keluarga menyelesaikan persoalan yang masih ditinggalkan, termasuk apabila almarhum memiliki tanggungan utang.

Meski memiliki pandangan bahwa tahlilan tidak perlu dilakukan, Muhammadiyah tetap mengedepankan sikap bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat.

Isman menjelaskan bahwa apabila warga Muhammadiyah menghadiri undangan tahlilan, kehadiran tersebut diniatkan sebagai bentuk takziah dan doa kepada almarhum, bukan untuk mengikuti ritual ataupun memperoleh jamuan.

Apabila menerima bingkisan atau pemberian tertentu, Majelis Tarjih juga memberikan pedoman agar pemberian tersebut dapat dikembalikan apabila memungkinkan atau dialihkan kepada pihak lain yang lebih membutuhkan.

“Yang terpenting adalah menjaga niat. Kita hadir bukan untuk mendapatkan berkat ataupun amplop, melainkan untuk mendoakan almarhum dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.

Di tengah perdebatan yang berkembang di media sosial, Isman berharap masyarakat tidak terjebak pada polemik mengenai tradisi semata, tetapi mampu mengembalikan makna takziah sebagai ruang menghadirkan empati, doa, dan solidaritas sosial bagi keluarga yang sedang mengalami musibah. (Fika/Humas)

Editor: Choiril Amirah 

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengajian Ranting Aisyiyah Pondok Grogol, Menebar Spirit Al-Maun

    Pengajian Ranting Aisyiyah Pondok Grogol, Menebar Spirit Al-Maun

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 316
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Pondok, Grogol, Sukoharjo melaksanakan pengajian rutin ramadhan bekerjasama dengan LazisMu Sukoharjo sekaligus agenda membagi santunan dan sembako di Masjid Al-Amin Pondok. Pengajian ini bertajuk “Merajut Ukhuwah Islamiyah di Bulan Ramadhan” ‘Aisyiyah Pondok Grogol memiliki agenda rutin pengajian yang dilaksanakan pada tiap ahad. Pengajian kali ini di Masjid Al-Amin, Pondok, […]

  • UMS Cetak Doktor PAI ke-66, Angkat Isu Toleransi dan Pendidikan Antaragama

    UMS Cetak Doktor PAI ke-66, Angkat Isu Toleransi dan Pendidikan Antaragama

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 44
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Di tengah menguatnya polarisasi sosial dan sensitifnya isu perbedaan keyakinan di Indonesia, konsep Religious Multicultural Education (RME) dinilai dapat menjadi jalan tengah untuk menjaga relasi antaragama tanpa harus mengorbankan keyakinan masing-masing pemeluk agama. Gagasan tersebut disampaikan Erham Budi Wiranto dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas […]

  • Bakti Sosial AMM di Desa Samiran: Menguatkan Tali Silaturahmi dan Pengabdian Sosial

    Bakti Sosial AMM di Desa Samiran: Menguatkan Tali Silaturahmi dan Pengabdian Sosial

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 303
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Boyolali – Hari Ahad (23/6), menjadi hari bersejarah bagi Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Pada hari tersebut, Bakti Sosial Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) diselenggarakan dengan penuh semangat dan dihadiri oleh 1000 tamu undangan. Acara berlangsung di Halaman Gedung Serbaguna Desa Samiran, dan dalam momen berharga ini, sebanyak 500 paket sembako disalurkan kepada masyarakat […]

  • Raih Medali Emas, Taqwa Torehkan Prestasi Membanggakan Pada Indonesia Open International Virtual Pencak Silat Tournament  2020

    Raih Medali Emas, Taqwa Torehkan Prestasi Membanggakan Pada Indonesia Open International Virtual Pencak Silat Tournament 2020

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.119
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Balikpapan – International Pencak Silat Federation (IPSF) atau Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (Persilat) menggelar turnamen tingkat internasional bertajuk “Indonesia Open International Virtual Pencak Silat Tournament  2020”, 15-17 Agustus.  Turnamen tersebut digelar sebagai salah satu promosi cabang olahraga pencak silat sehingga bisa lebih dikenal dunia, yang nantinya akan memudahkan untuk diimplementasikan pada ajang Olimpiade. Dengan diikuti […]

  • Bimtek Dai Komunitas LDK PWM Sulsel, Ketua PWM Sulsel: Dakwah Komunitas adalah Dakwah Spesial!

    Bimtek Dai Komunitas LDK PWM Sulsel, Ketua PWM Sulsel: Dakwah Komunitas adalah Dakwah Spesial!

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 235
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Makassar – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag menyampaikan Pentingnya kemampuan metodologis yang baik bagi da’i komunitas. Hal itu disampaikan di hadapan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi da’i komunitas Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) (PWM) Sulawesi pada sambutannya, di Pusdiklat Unismuh Makassar, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Acara ini […]

  • Pesantren MBS Bumiayu Menggelar Training Motivasi Parenting Santri bersama Ustadz Drs.H.Sajidan Ali Ahmad, M.Pd dari Sragen

    Pesantren MBS Bumiayu Menggelar Training Motivasi Parenting Santri bersama Ustadz Drs.H.Sajidan Ali Ahmad, M.Pd dari Sragen

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 202
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu Brebes mengundang Ustadz Drs.H.Sajidan Ali Ahmad, M.Pd dari PDM Sragen untuk memberikan Motivasi Belajar Santri di Masjid Baitussalam Bumiayu, Ahad (16 Robi’ul Akhir 1445 H/31/10/2023 M). Ustadz Drs.H.Sajidan Ali Ahmad, M.Pd hadir di kota Kecil Bumiayu dalam rangka memenuhi undangan untuk mengisi acara di tiga […]

expand_less