Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Modernisasi Pesantren Jadi Agenda Strategis PWM Jawa Tengah

Modernisasi Pesantren Jadi Agenda Strategis PWM Jawa Tengah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana Seminar Nasional Risalah Islam Berkemajuan di Ruang Seminar Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (10/5), berlangsung dinamis dan sarat gagasan. Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Wilayah Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang menyoroti strategi konkret dalam mencetak kader ulama melalui penguatan institusi pesantren.

Ketua LP2M PWM Jawa Tengah, Dr. K.H. Muhammad Irzal Fadholi, S.Th.I., M.Pd., M.Pd.I., tampil sebagai pembicara utama dengan gagasan-gagasan tajam. Ia menekankan perlunya reformasi manajerial dalam sistem pesantren agar lebih terukur dan berorientasi pada hasil.

“Penetapan Sekretaris LPP dan BDN se-Jawa Tengah harus diarahkan pada integrasi KPI dalam setiap kegiatan. Insyaallah akhir Juni kita adakan rapat koordinasi mudir se-Jawa Tengah di Unimus juga,” tegas Irzal, Sabtu (10/5).

Irzal menekankan pentingnya etos kerja baru di kalangan pengelola pesantren. “Kita nggak boleh lagi omon-omon, kita harus maksimal. Supaya pesantren kita juga maksimal. SDM-nya harus produktif, harus inovatif, jangan menunggu perintah,” ujarnya.

Peserta dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti rangkaian acara Seminar Nasional Risalah Islam Berkemajuan dan Rakerwil LPP PWM Jawa Tengah. Dok. Humas UMS.

Dalam pemaparannya, Irzal menekankan tiga pilar utama dalam penguatan pesantren. Pilar pertama adalah membangun sumber daya manusia yang tangguh. Pilar kedua adalah sistem. Tak lupa, ia mengajak para mudir dan pengelola LPP-BDN memahami secara utuh tata kelola pesantren.

“Kurikulumnya harus jelas, pengasuhannya harus baik, kegiatan ekstrakurikulernya harus kumbul, dan studi lanjutnya harus clear. Empat komponen ini adalah sistem yang harus panjenengan semua bikin,” paparnya.

Sementara pilar ketiga adalah nilai atau value. Irzal mewanti-wanti agar pesantren Muhammadiyah tidak kehilangan ruh. “Jangan sampai alumni pesantren Muhammadiyah nggak punya nilai. Nggak care dengan pesantrennya. Padahal kalau pesantren bisa besar, itu karena alumninya,” ujarnya sambil mencontohkan tokoh yang sukses berkontribusi, seperti Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq.

Lebih lanjut, Irzal menegaskan nilai dasar pesantren Muhammadiyah harus berlandaskan ruhul ikhlas. “Jangan pernah pesantren Muhammadiyah punya relasi dengan mencari duit dari santri. Itu haram hukumnya. Pesantren harus sederhana, disiplin, dan berbudi tinggi,” tegasnya. Tanpa kedisiplinan, menurutnya, seluruh kegiatan akan mudah berantakan.

Ia juga mengkritik sikap anti terhadap kelompok lain. “Nggak usah kita ini Muhammadiyah, dia NU, lalu dijauhkan. Kita rampul. Ambil nilai positifnya. Pesantren tradisional pun bisa jadi mitra. Kolaborasi ini kekuatan sosial. Jangan jadi sektarian,” serunya.

Pesan penting lainnya yang ditekankan Irzal adalah penguatan intelektualitas dan kemandirian berpikir. Ia menilai bahwa nadzir atau pemimpin pesantren harus berwawasan luas, tidak cukup hanya memahami Tarjih, melainkan mampu menggali berbagai sumber keilmuan.

Pola pikir kewirausahaan dan sikap independen, kata dia, wajib dimiliki oleh para calon ulama agar tidak tunduk pada tekanan oligarki. “Jadilah ulama yang menyatakan kebenaran, bukan yang membenarkan kenyataan,” tegas Irzal.

Dalam konteks pengembangan pesantren, ia menyebut bahwa beasiswa telah disiapkan bagi para santri dan alumni untuk melanjutkan studi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan sistem agar program tersebut berkelanjutan.

Seminar ini juga menghadirkan Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Syariah Bank Indonesia Ita Rulina, yang menggarisbawahi pentingnya membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui sinergi strategis dengan lembaga-lembaga keuangan nasional. Dalam paparannya, Ita menekankan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembinaan moral, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi umat jika dikelola dengan baik.

“Kolaborasi dengan Bank Indonesia sangat krusial untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya di hadapan peserta seminar. Ia menjelaskan Bank Indonesia memiliki berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, mulai dari pelatihan literasi keuangan syariah, fasilitasi pembentukan koperasi pesantren, hingga pendampingan usaha mikro dan kewirausahaan santri.

Lebih jauh, Ita menyebut pesantren memiliki keunikan dalam model sosial dan kulturalnya yang bisa menjadi kekuatan ekonomi tersendiri. Dengan pendekatan komunitas yang solid dan jejaring alumni yang luas, pesantren memiliki basis untuk mengembangkan usaha kolektif yang berbasis nilai-nilai keislaman.

“Pesantren memiliki kekuatan sosial yang tidak dimiliki lembaga lain. Jika ini dikapitalisasi dengan baik melalui kolaborasi multipihak, dampaknya bisa luar biasa,” tambahnya.

Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memperlihatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Seminar ini menjadi bukti komitmen kuat PWM Jawa Tengah untuk memperkuat posisi pesantren sebagai basis utama kaderisasi ulama yang unggul, terbuka, dan berintegritas. (Genis/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri Al-Mujahidin Kembali Cetak Prestasi!

    Santri Al-Mujahidin Kembali Cetak Prestasi!

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.221
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Balikpapan – Setelah Fahri, kabar bahagia kembali datang dari siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin, Balikpapan. Kali ini, 3 santri pondok pesantren Al-Mujahidin berhasil menjuarai lomba keagamaan tingkat kota. Ananda Rama Hidayat, Ananda Tasya Andini Putri, dan Ananda Andi Rezti Maharani. Nama ketiganya keluar sebagai juara 1 lomba adzan, juara 3 lomba kaligrafi, […]

  • Cinta Palsu: Bela Palestina tapi Dilanda Ketakutan

    Cinta Palsu: Bela Palestina tapi Dilanda Ketakutan

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Oleh: Akbar Syifa, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMS Hampir seluruh dunia menggelar aksi bela Palestina tidak hanya di timur yang bernotabene Mayoritas masyarakat muslim. Menariknya ada juga sebagian diantaranya yang menyerukan kebebasan Palestina di negara -.negara barat seperti amerika terkhusus universitas terkenal Colombia University, New York University dll. Kemudian di Indonesia tak mau kalah, mengutip […]

  • One UMS, One ID, One PT IMAM Jadi Pesan Rektor UMS untuk Calon Lulusan

    One UMS, One ID, One PT IMAM Jadi Pesan Rektor UMS untuk Calon Lulusan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan pentingnya rasa syukur, kerja keras, dan keseimbangan ikhtiar serta doa dalam membentuk lulusan berdaya saing. Hal ini disampaikan saat mengisi agenda Baitul Arqam Purna Studi yang bertempat di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais kampus 2 yang diikuti 510 calon wisudawan, Kamis […]

  • Berdayakan Masyarakat Laweyan, Tim PPO LEPMA FEB UMS Dorong Pengelolaan Lingkungan Berbasis Smart Village

    Berdayakan Masyarakat Laweyan, Tim PPO LEPMA FEB UMS Dorong Pengelolaan Lingkungan Berbasis Smart Village

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Nurul Fahri Friyanda
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SUKOHARJO – Melalui Program Pengabdian Ormawa (PPO), Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LEPMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menginisiasi program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal bertajuk Smart Village Empowerment di Kampung Batik Laweyan. Program yang mengusung tema “Smart Village Empowerment: Revitalisasi Bank Sampah dan Pengembangan Produk Kriya Kain Perca di Kampung Batik […]

  • Pelajar, Pemerintah dan Rakyat

    Pelajar, Pemerintah dan Rakyat

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Oleh : Hakim Muttaqie Azka Ketua Advokasi dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah IPM Kota Tasikmalaya Tidak sama halnya dengan lagu “Aku, kamu dan Samudra” yang dirilis oleh band Rebellion Rose di albumnya yang berjudul Partai Anarki, dalam lagunya mereka mengangkat tema-tema seperti ketidakadilan sosial, perjuangan, kebebasan dan kisah cinta yang penuh tantangan. Sebuah narasi tentang […]

  • ISLAM, IMAN, DAN IHSAN SEBAGAI TIGA TINGKATAN TERTINGGI DALAM BERAGAMA

    ISLAM, IMAN, DAN IHSAN SEBAGAI TIGA TINGKATAN TERTINGGI DALAM BERAGAMA

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 270
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Suatu saat Jibril AS datang menemui Rasulullah SAW, dan bertanya kepada beliau tentang tiga persoalan yang sangat penting bagi umat Islam, yakni pengertian Islam, iman, dan ihsan. Islam sebagaimana yang diketahui lalu dijawab oleh Rasulullah dengan 5 rukun Islam, dan iman dijawab dengan 6 rukun iman yang umat Islam yakini, dan semua […]

expand_less