BeritaInspirasiJateng

“Ketika Kata Menjadi Senjata”, IMM Shabran UMS Gelar Workshop Kepenulisan

KABARMUH.ID, Surakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada Minggu, 1 Juni 2025, Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Tadris Media: Workshop Kepenulisan bertema “Ketika Kata Menjadi Senjata”. Bertempat di Ruang Seminar Shabran, kegiatan ini diikuti oleh para kader IMM yang ingin mengasah kemampuan menulis sebagai bagian dari kontribusi intelektual di ruang publik.

Kegiatan ini menghadirkan Syifaul Arifin, S.Sos., M.I.Kom., seorang jurnalis Solopos sekaligus penulis buku, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Syifaul menekankan pentingnya menulis sebagai alat perjuangan di era informasi digital. “Zaman sekarang, tulisan itu adalah senjata. Kalau kader IMM hanya bisa berorasi tanpa bisa menulis, suaranya akan cepat hilang,” ujarnya.

Ketua panitia kegiatan, Dwi Kurniadi, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) IMM Shabran, mengatakan bahwa tujuan workshop ini adalah untuk membentuk kader yang tidak hanya cakap dalam berbicara, tetapi juga piawai menulis. “Kami ingin kader IMM bisa memengaruhi opini publik dengan tulisan, bukan hanya lewat mimbar,” kata Adi.

Dalam sesi pelatihan, Syifaul menjelaskan bahwa ide tulisan bisa berasal dari berbagai sumber, mulai dari isu yang sedang hangat, peristiwa viral, hingga fenomena aktual yang relevan. Namun, ia mengingatkan pentingnya menemukan sudut pandang yang berbeda jika isu tersebut sudah banyak diangkat media lain. Menurutnya, keunikan tulisan justru terletak pada cara pandang dan sudut pengambilan cerita.

Ia juga memaparkan langkah-langkah sistematis dalam menulis opini, mulai dari membuat lead yang menarik, menyusun pengantar menuju pokok pikiran, mengembangkan ide utama, menyisipkan pendapat para ahli, serta membubuhkan opini pribadi hingga akhirnya dirangkum dalam kesimpulan yang mengikat.

Suasana diskusi semakin dinamis ketika seorang peserta bernama Muhammad Khoirul Ibady Pinem mengajukan pertanyaan mengenai cara mengenali berita yang benar-benar faktual di tengah arus informasi yang masif. Menanggapi hal itu, Syifaul menjawab tegas, “Pilihlah media yang kredibel dan terverifikasi, seperti Kompas, Tempo, atau Detik. Jangan sembarangan percaya informasi yang beredar di media sosial.”

Menutup sesi, mentor pendamping, Sholahudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan penerbitan tulisan peserta di berbagai media. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan dari pelatihan ini sebagai sarana kader IMM untuk mewarnai wacana publik melalui tulisan.

Workshop ini turut mendapat dukungan dari sejumlah media partner seperti Kabarmuh.id, Kalimahsawa.id, dan Muhammadiyahsolo.com, yang berperan dalam mendistribusikan informasi kegiatan dan rencana publikasi tulisan.

Melalui kegiatan ini, IMM Shabran berharap dapat melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga tajam dalam menulis. Dengan menjadikan kata sebagai senjata, para kader diharapkan mampu hadir sebagai penyambung suara kebenaran, penebar inspirasi, dan penulis perubahan di tengah masyarakat yang terus berkembang.

Kontributor: Dwi Kurniadi (Kabid RPK PK IMM Shabran)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button