Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » SISTEM BANK DAN SOLUSINYA DALAM BUKU PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS

SISTEM BANK DAN SOLUSINYA DALAM BUKU PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
  • visibility 647
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Salsabila Rahmadhani Utami (202110230311006)

Pendidikan adalah salah satu hal yang penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Pendidikan harusnya menghasilkan individu yang memiliki rasa kemanusiaan, produktif, bertanggung jawab, dan membawa perubahan dalam masyarakat. Pendidikan juga harus membebaskan manusia dari segala ketidaktahuan dan membebaskan diri memberi pendapat. Maka pendidikan yang baik sejatinya membebaskan dari segala rintangan, eksploitasi dan intimidasi. Kebebasan itu esensial, dan hanya bisa diperoleh dengan upaya membebaskannya dari ketidakadilan dan penindasan sistematik, itulah yang dikatakan Paulo Freire dalam bukunya yang berjudul “Pendidikan Kaum Tertindas”. Paulo Freire sendiri adalah seorang pejuang pendidikan yang kontroversional. Dia berani menentang sistem yang sudah lama ada di masyarakat brazil, Negara tempat ia dilahirkan. Yang menurutnya, sistem pendidikan saat itu sama sekali tidak mendukung rakyat miskin, melainkan mengasingkan dan menjadi alat penindasan oleh penguasa. Karena pendidikan itu terutama melayani kepentingan penguasa, maka harus dihapuskan dan diganti dengan sistem pendidikan yang baru.

Pendidikan harusnya dipahami sebagai kegiatan yang mulai dan mengandung nilai kejujuran. Namun, pada kenyataannya pendidikan masihlah memiliki permasalah yang mendasar. Permasalah yang tidak mudah diselesaikan dan menjadi rintangan dalam kemajuan pendidikan. Contohnya adalah bagaimana pendidikan menempatkan orang yang peserta didik itu sendiri. Dalam buku Pendidikan Kaum Tertindas sebuah sistem yang ditentang oleh Freire adalah “Sistem Bank” dalam sistem ini guru menganggap dirinya memiliki pengetahuan yang luas dan miliknya sendiri sementara guru menganggap peserta didik tidak memiliki pengetahuan dan membutuhkan pengetahuan dari guru. Peserta didik dianggap seperti sebuah wadah yang hanya berguna menampung yang diberikan guru. Sistem pendidikan seperti ini memunculkan menindas dimana ada yang berkuasa da nada yang tertindas, yang tertindas tidak berani menyatakan ketidaksetujuannya dan hanya dapat menelan mentah-mentah yang diberikan oleh gurunya. Sistem pendidikan model bank juga memposisikan guru sebagai pusat pengetahuan yang membuat pembelajaran hanya terpusat pada guru dan menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar sedangkan peserta didik menerima secara tidak aktif. Sistem pendidikan seperti inilah yang kemudia menghasilkan manusia-manusia yang selayaknya robot yang tidak memiliki kesadaran. Akibat dari sistem ini akan lahir peserta didik yang tidak kreatif dan selalu merasa takut. Padahal pendidikan seharusnya menyadarkan individu akan ancaman realitas sehingga mampu terlibat dalam perubahan-perubahan sosial.

Contoh dari pendidikan dengan sistem gaya bank yaitu guru seringkali menyuruh siswa untuk duduk dikelas, diam, menyimak, mendengarkan, menerima dan memahami semua materi tanpa memperbolehkan peserta didik untuk berpendapat. Sistem bank banyak kita jumpai terjadi pada pendidikan dasar. Kebanyakan peserta didik diberikan tugas menghafal seperti menghafal pidato kemudian menyampaikannya didepan tanpa diberikan masukkan yang dapat membangun. Metode hafalan tanpa mengetahui intinya tentu akan membuat peserta didik cepat melupakannya. Selain itu, guru juga menginginkan peserta didik untuk mengikuti bagaimana menyelesaikan masalah contohnya seperti menggunakan rumus yang telah diberikan kemudian guru mengkritik peserta didik apabila tidak bisa mendapatkan jawaban menggunakan rumus yang diberikan. Peserta didik seolah diharuskan untuk mengingat semua yang diajarkan guru tanpa mengerti makna yang terkandung di dalamnya. Dari sini terlihat bahwa tidak ada komunikasi dan interaksi dari guru dan peserta didik. Padahal interaksi sangat dibutuhkan agar komunikasi bisa terjalin dengan baik dan tidak adanya kesalahpahaman. Komunikasi harus menjadi penghubung antara guru dengan peserta didik agar tidak ada kesalahpahaman dalam menerima informasi. Jika dalam komunikasi terjadi kesalahpahaman, penyampaian informasi menjadi tidak akurat. Dalam berkomunikasi pun guru berusaha agar tidak menjadi dominan, memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengutarakan pendapatnya dan memberikan agar terjadilah komunikasi yang baik. Jika guru terlalu dominan murid enggan untuk memberikan pendapatnya. Komunikasi sangat harapkan dapat membawa pesan kepada individu serta berusaha untuk mengubah sifat dan tingkah laku.Tujuan dari pendidikan akan berjalan dengan baik jika bersifat komunikatif. Jika pendidikan tidak tercapai maka prosesnya tidak komunikatif.

Sebagai jalan keluar dari pendidikan “sistem bank” Freire menawarkan sebuah alternatif yang menurutnya akan relevan bagi masyarakat yang disebut “Pendidikan Hadap Masalah” dimana guru dan peserta didik tidak lagi menjadi objek dan subjek namun sama-sama menjadi subjek yang disatukan oleh objek yaitu pendidikan. Dalam sistem ini tidak ada lagi yang berpikir dan yang menelan tetapi berpikir bersama. Pendidikan seperti ini tentunya membawa perubahan. Perubahan yang menuju kearah yang lebih baik dan menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Peserta didik membutuhkan pendidikan dengan model seperti ini, dimana mereka tidak merasa ditekan. Peserta didik bebas dari segala penindasan. Berubahnya sistem pendidikan juga membuat guru berubah. Guru menjadi lebih perhatian kepada peserta didik, menanyakan kesusahan dari materi yang diberikan, menerima kritis yang membangun dan mengusahakan mengubah metode pendidikan menjadi lebih baik. Guru lebih mengutamankan peserta didik untuk berpikir dan berkomunikasi. Untuk mencapai pendidikan yang tanpa penindasan dibutuhkan komunikasi, kerendahan hati untuk percaya bahwa semua orang dapat memberikan kita pelajaran dan pelajaran juga bisa muncul dari hal-hal yang tidak kita duga. Pendidikan seperti inilah yang dibutuhkan oleh peserta didik.

Sebagian peserta didik mungkin belum merasakan pendidikan hadap masalah dan masih dengan sistem bank. Sistem seperti ini tidak sejalan dengan kemerdekaan yang harusnya dicapai oleh manusia. Sangat disayangkan belum semua sekolah menerapkan sistem pendidikan hadap masalah. Padahal sistem ini sangat dibutuhkan oleh individu dalam lingkup pendidikan. Padahal sistem ini haruslah dilaksanakan agar memudahkan peserta didik. Jika sistem hadap masalah semakin luas diterapkan peserta didik akan tumbuh menjadi manusia-manusia yang menjadi bebas dan merdeka, tidak akan tumbuh menjadi seseorang yang melakukan penindasan lagi. Karena sejatinya sistem bank bertahan lama karena mereka yang awalnya tertindas, lalu mendapatkan ilmu dan akhirnya menjadi penindasan. Sangat disayangkan bahwa pendidikan justru melahirkan kaum penindas-penindas yang baru. Pendidikan menjadi tidak lagi membebaskan, pendidikan menjadi sesuatu yang mengikat dan menjadi sebuah ajang balas dendam yang seperti rantai tidak berujung.  Karena sejatinya pendidikan memang seharusnya membebaskan semua individu dari segala bentuk penindasan. Pendidikan tidak boleh melahirkan penindas-penindas lain. Pendidikan sejatinya harus memberikan kebebasan kepada peserta didik. Guru dan semua yang terlibat dalam pendidikan haruslah dilihat sama dalam pendidikan dan bukan menjadi penguasa yang tidak menerima perbedaan dan kritik. Guru dan semua yang terlibat haruslah dipandang sebagai subjek dalam pendidikan dengan pendidikan sebagai objek dan dapat mendidik satu sama lain. Pendidikan tidak boleh membatasi manusia untuk menjadi dirinya sendiri. Pendidikan yang membebaskan manusia dapat membuat manusia mencapai keunikannya sendiri. Jadi, sebagai individu ataupun peserta didik sudahkan merasakan sistem pendidikan yang dicetuskan Freire atau masih bertahap dalam sistem bank yang seharusnya telah lama dihapuskan?

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1Win casino – official website guide

    1Win casino – official website guide

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    1Win casino – official website guide ▶️ PLAY Содержимое 1Win Casino: Official Website Guide Getting Started with 1Win Getting Started with 1Win Casino Are you ready to experience the thrill of online gaming with 1Win? As a leading online casino, 1Win offers a wide range of games, exciting promotions, and a user-friendly interface. In this […]

  • Efisiensi Energi Jadi Jalan Hijau UAD Menuju Kampus Ramah Lingkungan Hadapi Krisis Iklim

    Efisiensi Energi Jadi Jalan Hijau UAD Menuju Kampus Ramah Lingkungan Hadapi Krisis Iklim

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Di saat banyak perguruan tinggi masih ragu melangkah ke arah efisiensi energi karena dianggap mahal dan rumit, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) justru menjadikan efisiensi energi sebagai kebijakan strategis jangka panjang. Tidak hanya untuk menekan biaya operasional, namun juga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan ekologis di tengah krisis iklim global. “Efisiensi energi […]

  • UM Banjarmasin Lepas 19 Mahasiswa KKN di Balangan, Fokus Perkuat BUMDes hingga Digitalisasi Desa Wisata

    UM Banjarmasin Lepas 19 Mahasiswa KKN di Balangan, Fokus Perkuat BUMDes hingga Digitalisasi Desa Wisata

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; BALANGAN – Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin secara resmi melepas 19 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 13 untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Balida, Kabupaten Balangan. Program yang didukung melalui Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut akan berlangsung selama satu bulan. Prosesi pelepasan dilaksanakan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, […]

  • Spillestedet, Der Altid Er Åbent i Danmark er Gamblerina Casino

    Spillestedet, Der Altid Er Åbent i Danmark er Gamblerina Casino

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Hvis du som dansker har lyst til at spille klokken fire om natten en tirsdag, skal du have et sted, der er åbent. Gamblerina Casino er det sted. Platformen er skabt til at imødekomme den spontane trang til spil, når den melder sig. Her finder du ikke bare en samling spil, men en hel verden, […]

  • Aisyiyah Jepara dorong efisiensi energi dan pengurangan risiko bencana, teguhkan peran perempuan sebagai penjaga bumi di tengah krisis iklim.

    Aisyiyah Jepara dorong efisiensi energi dan pengurangan risiko bencana, teguhkan peran perempuan sebagai penjaga bumi di tengah krisis iklim.

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JEPARA — Upaya memperkuat peran perempuan dalam menjaga bumi dan menumbuhkan kesadaran mitigasi bencana menjadi sorotan dalam kegiatan Triwulan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Jepara yang digelar Ahad (5/10/2025), bertepatan dengan 13 Rabi’ul Akhir 1447 H. Acara berlangsung di SMA Muhammadiyah Mayong dan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pimpinan cabang ‘Aisyiyah (PCA), unsur […]

  • Merencanakan Kekecewaan

    Merencanakan Kekecewaan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 934
    • 0Komentar

    | MERENCANAKAN KEKECEWAAN | RISSA | Halo gais Kali ini bahasanya ga usah baku bener ya Baku mulu dikira guru bahasa indonesia hehe Oke Sebenernya aku males banget bahas jodoh. Tapi di umur-umur aku, emang kayaknya pekik banget masalah jodoh. Hehe. Seperti perempuan pada umumnya, Allah juga karuniain aku perasaan. Tapi, semakin kesini, semakin aku […]

expand_less