Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » SISTEM BANK DAN SOLUSINYA DALAM BUKU PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS

SISTEM BANK DAN SOLUSINYA DALAM BUKU PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
  • visibility 706
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Salsabila Rahmadhani Utami (202110230311006)

Pendidikan adalah salah satu hal yang penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Pendidikan harusnya menghasilkan individu yang memiliki rasa kemanusiaan, produktif, bertanggung jawab, dan membawa perubahan dalam masyarakat. Pendidikan juga harus membebaskan manusia dari segala ketidaktahuan dan membebaskan diri memberi pendapat. Maka pendidikan yang baik sejatinya membebaskan dari segala rintangan, eksploitasi dan intimidasi. Kebebasan itu esensial, dan hanya bisa diperoleh dengan upaya membebaskannya dari ketidakadilan dan penindasan sistematik, itulah yang dikatakan Paulo Freire dalam bukunya yang berjudul “Pendidikan Kaum Tertindas”. Paulo Freire sendiri adalah seorang pejuang pendidikan yang kontroversional. Dia berani menentang sistem yang sudah lama ada di masyarakat brazil, Negara tempat ia dilahirkan. Yang menurutnya, sistem pendidikan saat itu sama sekali tidak mendukung rakyat miskin, melainkan mengasingkan dan menjadi alat penindasan oleh penguasa. Karena pendidikan itu terutama melayani kepentingan penguasa, maka harus dihapuskan dan diganti dengan sistem pendidikan yang baru.

Pendidikan harusnya dipahami sebagai kegiatan yang mulai dan mengandung nilai kejujuran. Namun, pada kenyataannya pendidikan masihlah memiliki permasalah yang mendasar. Permasalah yang tidak mudah diselesaikan dan menjadi rintangan dalam kemajuan pendidikan. Contohnya adalah bagaimana pendidikan menempatkan orang yang peserta didik itu sendiri. Dalam buku Pendidikan Kaum Tertindas sebuah sistem yang ditentang oleh Freire adalah “Sistem Bank” dalam sistem ini guru menganggap dirinya memiliki pengetahuan yang luas dan miliknya sendiri sementara guru menganggap peserta didik tidak memiliki pengetahuan dan membutuhkan pengetahuan dari guru. Peserta didik dianggap seperti sebuah wadah yang hanya berguna menampung yang diberikan guru. Sistem pendidikan seperti ini memunculkan menindas dimana ada yang berkuasa da nada yang tertindas, yang tertindas tidak berani menyatakan ketidaksetujuannya dan hanya dapat menelan mentah-mentah yang diberikan oleh gurunya. Sistem pendidikan model bank juga memposisikan guru sebagai pusat pengetahuan yang membuat pembelajaran hanya terpusat pada guru dan menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar sedangkan peserta didik menerima secara tidak aktif. Sistem pendidikan seperti inilah yang kemudia menghasilkan manusia-manusia yang selayaknya robot yang tidak memiliki kesadaran. Akibat dari sistem ini akan lahir peserta didik yang tidak kreatif dan selalu merasa takut. Padahal pendidikan seharusnya menyadarkan individu akan ancaman realitas sehingga mampu terlibat dalam perubahan-perubahan sosial.

Contoh dari pendidikan dengan sistem gaya bank yaitu guru seringkali menyuruh siswa untuk duduk dikelas, diam, menyimak, mendengarkan, menerima dan memahami semua materi tanpa memperbolehkan peserta didik untuk berpendapat. Sistem bank banyak kita jumpai terjadi pada pendidikan dasar. Kebanyakan peserta didik diberikan tugas menghafal seperti menghafal pidato kemudian menyampaikannya didepan tanpa diberikan masukkan yang dapat membangun. Metode hafalan tanpa mengetahui intinya tentu akan membuat peserta didik cepat melupakannya. Selain itu, guru juga menginginkan peserta didik untuk mengikuti bagaimana menyelesaikan masalah contohnya seperti menggunakan rumus yang telah diberikan kemudian guru mengkritik peserta didik apabila tidak bisa mendapatkan jawaban menggunakan rumus yang diberikan. Peserta didik seolah diharuskan untuk mengingat semua yang diajarkan guru tanpa mengerti makna yang terkandung di dalamnya. Dari sini terlihat bahwa tidak ada komunikasi dan interaksi dari guru dan peserta didik. Padahal interaksi sangat dibutuhkan agar komunikasi bisa terjalin dengan baik dan tidak adanya kesalahpahaman. Komunikasi harus menjadi penghubung antara guru dengan peserta didik agar tidak ada kesalahpahaman dalam menerima informasi. Jika dalam komunikasi terjadi kesalahpahaman, penyampaian informasi menjadi tidak akurat. Dalam berkomunikasi pun guru berusaha agar tidak menjadi dominan, memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengutarakan pendapatnya dan memberikan agar terjadilah komunikasi yang baik. Jika guru terlalu dominan murid enggan untuk memberikan pendapatnya. Komunikasi sangat harapkan dapat membawa pesan kepada individu serta berusaha untuk mengubah sifat dan tingkah laku.Tujuan dari pendidikan akan berjalan dengan baik jika bersifat komunikatif. Jika pendidikan tidak tercapai maka prosesnya tidak komunikatif.

Sebagai jalan keluar dari pendidikan “sistem bank” Freire menawarkan sebuah alternatif yang menurutnya akan relevan bagi masyarakat yang disebut “Pendidikan Hadap Masalah” dimana guru dan peserta didik tidak lagi menjadi objek dan subjek namun sama-sama menjadi subjek yang disatukan oleh objek yaitu pendidikan. Dalam sistem ini tidak ada lagi yang berpikir dan yang menelan tetapi berpikir bersama. Pendidikan seperti ini tentunya membawa perubahan. Perubahan yang menuju kearah yang lebih baik dan menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Peserta didik membutuhkan pendidikan dengan model seperti ini, dimana mereka tidak merasa ditekan. Peserta didik bebas dari segala penindasan. Berubahnya sistem pendidikan juga membuat guru berubah. Guru menjadi lebih perhatian kepada peserta didik, menanyakan kesusahan dari materi yang diberikan, menerima kritis yang membangun dan mengusahakan mengubah metode pendidikan menjadi lebih baik. Guru lebih mengutamankan peserta didik untuk berpikir dan berkomunikasi. Untuk mencapai pendidikan yang tanpa penindasan dibutuhkan komunikasi, kerendahan hati untuk percaya bahwa semua orang dapat memberikan kita pelajaran dan pelajaran juga bisa muncul dari hal-hal yang tidak kita duga. Pendidikan seperti inilah yang dibutuhkan oleh peserta didik.

Sebagian peserta didik mungkin belum merasakan pendidikan hadap masalah dan masih dengan sistem bank. Sistem seperti ini tidak sejalan dengan kemerdekaan yang harusnya dicapai oleh manusia. Sangat disayangkan belum semua sekolah menerapkan sistem pendidikan hadap masalah. Padahal sistem ini sangat dibutuhkan oleh individu dalam lingkup pendidikan. Padahal sistem ini haruslah dilaksanakan agar memudahkan peserta didik. Jika sistem hadap masalah semakin luas diterapkan peserta didik akan tumbuh menjadi manusia-manusia yang menjadi bebas dan merdeka, tidak akan tumbuh menjadi seseorang yang melakukan penindasan lagi. Karena sejatinya sistem bank bertahan lama karena mereka yang awalnya tertindas, lalu mendapatkan ilmu dan akhirnya menjadi penindasan. Sangat disayangkan bahwa pendidikan justru melahirkan kaum penindas-penindas yang baru. Pendidikan menjadi tidak lagi membebaskan, pendidikan menjadi sesuatu yang mengikat dan menjadi sebuah ajang balas dendam yang seperti rantai tidak berujung.  Karena sejatinya pendidikan memang seharusnya membebaskan semua individu dari segala bentuk penindasan. Pendidikan tidak boleh melahirkan penindas-penindas lain. Pendidikan sejatinya harus memberikan kebebasan kepada peserta didik. Guru dan semua yang terlibat dalam pendidikan haruslah dilihat sama dalam pendidikan dan bukan menjadi penguasa yang tidak menerima perbedaan dan kritik. Guru dan semua yang terlibat haruslah dipandang sebagai subjek dalam pendidikan dengan pendidikan sebagai objek dan dapat mendidik satu sama lain. Pendidikan tidak boleh membatasi manusia untuk menjadi dirinya sendiri. Pendidikan yang membebaskan manusia dapat membuat manusia mencapai keunikannya sendiri. Jadi, sebagai individu ataupun peserta didik sudahkan merasakan sistem pendidikan yang dicetuskan Freire atau masih bertahap dalam sistem bank yang seharusnya telah lama dihapuskan?

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adakan Pelatihan Jurnalistik, IPM Jembrana Gandeng Sekolah Tingkat SMP-SMA di Jembrana

    Adakan Pelatihan Jurnalistik, IPM Jembrana Gandeng Sekolah Tingkat SMP-SMA di Jembrana

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 198
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jembrana – “Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” begitu kata Pramudya Anantatoer. Merespon statement Pram, Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Jembrana mengadakan pelatihan jurnalistik pada Ahad, (21/01/24) di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Jembrana. Kegiatan ini dilaksanakan menggandeng beberapa sekolah tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Jembrana, diantaranya, MTS Negeri 4 Jembrana, […]

  • Green Iduladha 2026: Lentera Hijau Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Eco Enzyme Nusantara Dorong Revolusi Kurban Ramah Lingkungan

    Green Iduladha 2026: Lentera Hijau Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Eco Enzyme Nusantara Dorong Revolusi Kurban Ramah Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Jelang Iduladha 1447 Hijriah, isu limbah kurban kembali menjadi perhatian. Bau menyengat dari darah dan jeroan, area penyembelihan yang kurang higienis, hingga pembuangan limbah organik ke sungai masih menjadi persoalan tahunan di berbagai daerah. Di tengah situasi itu, Lentera Hijau Indonesia bersama Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) dan Eco […]

  • Zendo Serang-Cilegon Resmi Diluncurkan, Siap Jadi Tonggak Ekonomi Lokal

    Zendo Serang-Cilegon Resmi Diluncurkan, Siap Jadi Tonggak Ekonomi Lokal

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SERANG – Zendo Kota Serang-Cilegon, sebuah layanan on-demand berbasis ojek resmi diluncurkan di Kota Serang. Peresmian Zendo Serang-Cilegon dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia di Kompleks Griya Gemilang Sakti Caracas pada Sabtu (12/7/25). Dalam sambutannya, Nur Agis Aulia menyampaikan bahwa kehadiran Zendo menjadi salah satu kabar gembira untuk masyarakat Kota Serang. […]

  • Adu Kreatifitas: Guru Staff SD Muhammadiyah Palur Hasilkan Karya Konten Video TikTok Sukses PPDB

    Adu Kreatifitas: Guru Staff SD Muhammadiyah Palur Hasilkan Karya Konten Video TikTok Sukses PPDB

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 197
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO – (06/12) Perkembangan teknologi dan media sosial saat ini menjadikan para pendidik juga pelajar memiliki ruang yang lebih luas untuk mengeksplorasi berbagai informasi dan pengetahuan. Tidak hanya untuk menunjang sumber materi pembelajaran, kemajuan teknologi ternyata juga menjadi wadah untuk mengasah kemampuan berkompetisi para pendidik dan pelajar. Ketua Kegiatan Nur Laili menuturkan, Lomba diselenggarakan […]

  • Pesantren Mualaf KIAM Perkuat Keislaman di Bali

    Pesantren Mualaf KIAM Perkuat Keislaman di Bali

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bali – Pesantren Mualaf berupa Kajian Intensif Al Islam untuk Mualaf (KIAM) sukses digelar di Denpasar, Bali pada Selasa, 18 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keislaman para mualaf serta membimbing mereka dalam menjalani kehidupan sebagai Muslim di lingkungan yang mayoritas non-Muslim. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat […]

  • Dari Sampah Jadi Solusi: Pemuda Lintas Iman Banyuwangi Bikin Sabun dan Ventilasi Roster Dari Plastik Bekas

    Dari Sampah Jadi Solusi: Pemuda Lintas Iman Banyuwangi Bikin Sabun dan Ventilasi Roster Dari Plastik Bekas

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyuwangi — Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar Pelatihan Pembuatan Ventilasi Roster dan Sabun Ramah Lingkungan yang berlangsung di Balai Desa Glagahagung, Purwoharjo, Banyuwangi pada Sabtu (12/7). Kegiatan tersebut menjadi puncak sekaligus penutup program Inisiatif Bersama untuk Aksi Keagamaan yang Strategis (Joint Initiative for Strategic Religious Action) yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah & Nasyiatul […]

expand_less