Mainstreaming 1000 Cahaya: Muhammadiyah Perkuat Peran Umat Jaga Lingkungan
- account_circle Redaksi Kabarmuh
- calendar_month Jumat, 5 Des 2025
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Muhammadiyah Dorong Aksi Iklim Lewat Gerakan 1000 Cahaya di Kaltim
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebanyak 51 peserta dari berbagai unsur persyarikatan mengikuti pembukaan gerakan 1000 Cahaya yang menitikberatkan isu energi dan lingkungan.
Pembukaan Mainstreaming Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah di Kalimantan Timur berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di Hotel Grand Sawit, Jalan Basuki Rahmat No.34A, Samarinda, Jumat (5/12/2025). Kegiatan yang digagas Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM Kaltim itu menjadi tonggak penting perluasan edukasi lingkungan dan energi bersih di wilayah timur Indonesia.
Gerakan 1000 Cahaya merupakan program nasional Muhammadiyah yang menekankan peningkatan kesadaran masyarakat atas pentingnya efisiensi energi, transisi energi, dan pengurangan emisi karbon. Program ini juga ditujukan untuk memperkuat kapasitas lembaga keagamaan dalam mendorong tercapainya target emisi nol bersih di Indonesia. “Gerakan ini fokus pada energi bersih, efisiensi, transisi energi, dan pengurangan emisi karbon. Ini sejalan dengan program MLH PWM Kaltim,” ujar Ketua MLH PWM Kaltim, Dr. Ir. H. Taufan Tirka Amiana, M.Si dalam laporannya. Ia memastikan sebanyak 51 peserta hadir dari berbagai unsur: PWM, PDM, PCM, PRM, Aisyiyah, sekolah, madrasah, pondok pesantren, hingga takmir masjid.
Kehadiran Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah, Dr.Ahid Mudayana, menambah bobot pembukaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Kalimantan Timur merupakan daerah pertama di luar Pulau Jawa yang menyelenggarakan kegiatan mainstreaming tersebut. “Gerakan 1000 Cahaya ini adalah bentuk peran dan kemitraan Muhammadiyah dalam menjaga lingkungan. Dan Kaltim menjadi kegiatan pertama di luar Jawa,” tuturnya. Pernyataannya menegaskan besarnya perhatian pusat terhadap peran Kaltim sebagai wilayah strategis terkait isu energi dan perubahan iklim nasional.

Gerakan 1000 Cahaya Tegaskan Kiprah Muhammadiyah Lindungi Lingkungan
Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Ketua PWM Kaltim, K.H. Siswanto. Dalam sambutannya, ia mengaitkan gerakan lingkungan dengan nilai dasar keislaman mengenai amanah manusia sebagai khalifah di bumi. “Tugas manusia adalah sebagai hamba Allah yang taat dan sekaligus sebagai khalifah di muka bumi. Idealnya bumi ini diurus oleh hamba yang taat, agar tidak rusak,” ujarnya. Ia menyesalkan bahwa mayoritas kerusakan lingkungan terjadi karena manusia gagal menjalankan ketaatan itu. Pesannya menggugah kesadaran bahwa gerakan lingkungan bukan hanya urusan teknis, tetapi juga spiritual.
Pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian acara seremonial, mulai pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lagu Indonesia Raya, hingga Mars Muhammadiyah. Para peserta yang mewakili berbagai lini persyarikatan menandai semangat kolaborasi lintas sektor dalam isu lingkungan. Program ini dirancang untuk menjadi ruang edukasi terstruktur mengenai pengelolaan sampah, konservasi air, energi terbarukan, hingga kajian fiqih lingkungan.
Gerakan 1000 Cahaya juga bertujuan menciptakan jejaring kader lingkungan Muhammadiyah yang mampu mengarusutamakan isu perubahan iklim di sekolah, masjid, pesantren, dan komunitas. Melalui kegiatan ini, MLH PWM Kaltim berharap persyarikatan dapat tampil sebagai pelopor masyarakat sipil dalam upaya menekan emisi gas rumah kaca dan mendorong gaya hidup lebih ramah lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung hingga 7 Desember itu menjadi momentum penting bagi lahirnya gerakan lingkungan yang lebih kuat di Kalimantan Timur. Dengan keterlibatan berbagai unsur Muhammadiyah dan dukungan struktur nasional, Gerakan 1000 Cahaya diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab keumatan yang tidak bisa ditunda lagi.(ay.1)
- Penulis: Redaksi Kabarmuh
Saat ini belum ada komentar