Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Dorong Pendampingan Psikososial Berkelanjutan untuk Korban Bencana Alam

UMS Dorong Pendampingan Psikososial Berkelanjutan untuk Korban Bencana Alam

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID SURAKARTA – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyoroti pentingnya psikoedukasi bagi penyintas bencana di tengah meningkatnya kejadian banjir, gempa, dan erupsi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Psikologi UMS, Fajar Ruddin, S.Psi., M.Sc., M.A.

Fajar menjelaskan bahwa bencana alam merupakan stressor besar yang memicu tekanan psikologis, berbeda dengan stres sehari-hari seperti kemacetan atau konflik di lingkungan kerja dan kampus. Menurutnya, bencana memiliki dampak fatal yang lebih luas, baik secara ekonomi maupun kesehatan, terutama ketika penyintas kehilangan pekerjaan, penghasilan, atau bahkan anggota keluarga.

Selain tekanan ekonomi, penyintas juga menghadapi ancaman serius terhadap kesehatan fisik dan mental. Minimnya akses makanan, hilangnya rutinitas, serta kondisi lingkungan yang tidak stabil dapat memunculkan masalah traumatik yang berkepanjangan.

“Kalau ada keluarganya yang juga jadi korban, misalnya meninggal, itu akan menambah stres mereka. Bisa berakibat pada traumatik,” jelasnya saat ditemui di Fakultas Psikologi UMS pada Kamis, (11/12).

Dalam ranah psikologi bencana, Fajar menerangkan bahwa penyintas akan melalui fase psikologis tertentu setelah kejadian. Pada fase awal bencana, masyarakat masih merasakan dukungan moral dan material dari relawan maupun warga sekitar. Kondisi ini membuat mereka merasa tidak ditinggalkan, meski menghadapi tekanan yang berat.

Namun, lanjutnya, fase tersebut tidak berlangsung lama. Ketika bantuan mulai berkurang dan relawan kembali ke aktivitas masing-masing, penyintas mulai merasakan realitas sesungguhnya, meliputi perekonomian yang hancur, tuntutan kebutuhan hidup, dan keterbatasan dukungan. Fajar menegaskan bahwa pada fase inilah pendampingan psikologis menjadi sangat krusial agar penyintas tidak merasa disisihkan.

Terkait dampak psikologis, Fajar menyebut trauma, khususnya Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) sebagai gangguan yang paling sering dialami korban. Banyak penyintas kembali merasakan ketakutan ketika mendengar suara atau melihat situasi yang mengingatkan pada bencana. Ia mencontohkan penyintas erupsi Merapi yang kembali cemas saat mendengar suara gemuruh kendaraan, atau warga Palu yang setiap September berlarian menyelamatkan diri lantaran trauma gempa besar 2018.

Fajar menekankan bahwa pendekatan psikoedukasi harus dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor. Akademisi, relawan, tokoh agama, dan lembaga sosial memiliki peran untuk memberikan ketenangan, pelatihan keterampilan, serta aktivitas produktif bagi penyintas. Anak-anak dan remaja perlu difasilitasi melalui permainan dan pembelajaran, sedangkan orang dewasa diberikan pelatihan baru untuk kembali berdaya secara ekonomi.

Dalam konteks bencana masif, seperti banjir besar atau letusan gunung berapi, penyintas sering mengalami syok mendalam. Pendekatan psikoedukasi melalui pembentukan kelompok-kelompok kecil dinilai efektif untuk saling memberikan penguatan emosional, terutama antar pelajar atau masyarakat yang berada di lingkungan pengungsian yang sama. Hal ini juga membantu meminimalkan kecemburuan sosial akibat ketimpangan bantuan.

Untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, Fajar menyampaikan perlunya strategi khusus. Anak-anak perlu aktivitas bermain dan belajar agar tidak jenuh, sementara lansia harus tetap diberdayakan melalui diskusi, kegiatan keagamaan, atau penyuluhan.

“Kalau mereka di pengungsian hanya tidur-tiduran, itu justru berpotensi menimbulkan stres,” ujarnya.

Tantangan lain yang dihadapi tim psikolog adalah faktor budaya dan bahasa. Perbedaan latar belakang antara relawan dan penyintas dapat menghambat proses building rapport atau membangun kedekatan. Oleh karena itu, psikolog perlu memahami konteks lokal agar dapat diterima oleh masyarakat yang melihat mereka sebagai “orang luar”.

UMS sendiri aktif terlibat dalam dukungan respons psikososial melalui penggalangan dana, koordinasi dengan HIMPSI wilayah terdampak, serta pengiriman relawan ke berbagai lokasi bencana, termasuk erupsi Merapi dan misi kemanusiaan internasional. Fajar menyebut bahwa kampus selalu siap mendukung sesuai kebutuhan lapangan.

Mengakhiri wawancara, Fajar menyampaikan pesan kepada penyintas untuk tetap sabar dan menguatkan diri. Ia menilai bahwa ujian ini dapat melatih resilience atau daya lenting psikologis seseorang. Masyarakat juga diimbau menjaga kohesivitas dan tidak memperbesar potensi gesekan sosial dalam distribusi bantuan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat. (Yusuf/Humas)

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuatkan Langkah Kader Nasyiah, PDNA Sukoharjo Adakan Pengukuhan Bersama PCNA se-Kabupaten Sukoharjo

    Kuatkan Langkah Kader Nasyiah, PDNA Sukoharjo Adakan Pengukuhan Bersama PCNA se-Kabupaten Sukoharjo

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pengukuhan bersama PCNA se-Kabupaten Sukoharjo & Stadium General dengan mengusung tema “Bersama Nasyiatul Aisyiyah, Wujudkan Perempuan Tangguh & Berdaya” ini dilaksanakan dengan penuh khidmat pada Senin, 30 Juni 2025. Bertempat di Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sukoharjo, Kader kader Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah perwakilan dari 12 […]

  • Studi Tiru SMP Muhammadiyah 2 Kalasan ke SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, meningkatkan pelayanan Pendidikan terbaik.

    Studi Tiru SMP Muhammadiyah 2 Kalasan ke SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, meningkatkan pelayanan Pendidikan terbaik.

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 141
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, SMP Muhammadiyah 2 Kalasan kali ini melakukan studi tiru ke SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jum’at (31/01/25). Peserta kunjungan studi tiru terdiri dari Kepala SMP Muhammadiyah 2  Kalasan yaitu Bapak Apung Saepuddin, S.Pd.I, M.S.I, Ketua Majelis Dikdasmen PNF kabupaten sleman Bapak […]

  • Muhammadiyah Perkuat Pemahaman Islam bagi Mualaf di Yogyakarta

    Muhammadiyah Perkuat Pemahaman Islam bagi Mualaf di Yogyakarta

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 75
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Sleman – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Pesantren Ramadhan berupa Kajian Intensif Al-Islam (KIAM) khusus bagi para mualaf. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari LazisMu. Setelah beberapa tempat yang lalu terlaksana di Suku Baduy dan Mentawai, kesempatan kali ini pada Sabtu, 15 Maret 2025, di Sleman, D.I. Yogyakarta dengan […]

  • RBD Resmi Terpilih Menjadi Ketua Umum, IMM Jawa Tengah Dukung Penuh Hasil Muktamar XX Palembang

    RBD Resmi Terpilih Menjadi Ketua Umum, IMM Jawa Tengah Dukung Penuh Hasil Muktamar XX Palembang

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 518
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palembang – IMM sebagai rumah besar harus terus dirawat apapun keadaannya. Hal ini dibuktikan dengan terlaksanakannya Muktamar Palembang, Sumatera Selatan setelah ditunda yang harusnya pada akhir tahun 2023. DPD IMM Sumsel memberikan seluruh fasilitas yang maksimal meskipun tetap ada kekurangan. Sambutan hangat diberikan pada IMM Jateng sejak kedatangannya di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. […]

  • Kopdargab ke-1 Bikersmu Korwil Jawa Barat sekaligus Memperingati Milad Muhamnadiyah ke 113

    Kopdargab ke-1 Bikersmu Korwil Jawa Barat sekaligus Memperingati Milad Muhamnadiyah ke 113

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. JAWA BARAT – Hari senin,17/11/2025 seluruh member Bikersmu se-jawa barat bertolak ke ciwidey, tepatnya di Emte Highland Resort untuk menghadiri silaturahmi “Kopdargab BikersMu Korwil Jabar ke 1”, acara ini di gelar sebagai ajang silaturahmi antar chapter bikersmu se-jabar sekaligus pra pembentukan pengurus bikersmu korwil jabar,dan juga dalam mwnyambut Milad Muhamadiyah ke 113 thn. Pkl.14.00 wib […]

  • MI Aisyiyah Ngunut Gandeng Tiga Adik Lembaga Aisyiyah Semarakkan Ramadhan 1446 H

    MI Aisyiyah Ngunut Gandeng Tiga Adik Lembaga Aisyiyah Semarakkan Ramadhan 1446 H

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Sabtu, 22 Maret 2025 – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Aisyiyah Ngunut bersama dengan tiga lembaga naungan Pimpinan Cabang (PC) Aisyiyah Ngunut, yaitu Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) 3, menggelar serangkaian kegiatan yang penuh makna dan […]

expand_less