
KABARMUH.ID, SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (5/2). Audiensi ini menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi strategis dalam penguatan ekosistem riset mahasiswa yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat dan kebijakan daerah.
BRIDA merupakan perangkat daerah yang memiliki fungsi penunjang penelitian dan pengembangan inovasi guna meningkatkan daya saing serta pembangunan berkelanjutan di tingkat provinsi. Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi pertama di Indonesia yang membentuk BRIDA, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi dan sosial.
Audiensi tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan bidang strategis DPD IMM Jawa Tengah, di antaranya Sekretaris Bidang Riset dan Teknologi (Sekbid Ristek) Fika Annisa’ Sholihah, S.Ars., M.Arch., Kepala Bidang Sumber Pemberdayaan Mahasiswa (Kabid SPM) M. Fatahillah, S.T., Kepala Bidang Agraria S.Geo., M.Sc., serta Kepala Bidang Hikmah dan Politik Kebijakan Publik Akbar, S.H. Turut hadir pula pengurus Indonesia Youth Research Center (IYORC).
Fika Annisa’ Sholihah menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan kelanjutan dari berbagai program penguatan kapasitas riset yang telah dijalankan IMM, seperti Akademi Riset dan Alumni Research Bootcamp Batch I. Program tersebut telah melahirkan pengurus IYORC sebagai wadah pengembangan riset mahasiswa di Jawa Tengah.

“Perguruan tinggi menjadi kunci dalam mencetak generasi yang mampu menghasilkan inovasi berkelanjutan, dan IMM adalah basis generasi akademisi. IMM berkomitmen membentuk ekosistem riset yang produktif dan berkelanjutan di lingkungan IMM se-Jawa Tengah,” ujar Fika.
Ia menegaskan bahwa riset yang dikembangkan IMM tidak berhenti pada publikasi semata, tetapi diarahkan hingga pada realisasi dan kebermanfaatan nyata. “Harapannya, ke depan akan ada berbagai program strategis lanjutan agar riset yang dilakukan benar-benar berdampak dan tidak berhenti pada publikasi saja,” imbuhnya.
Audiensi ini, lanjutnya, diharapkan menjadi pintu masuk kolaborasi berkelanjutan antara IMM Jawa Tengah dan BRIDA Jawa Tengah dalam membangun ekosistem riset mahasiswa yang inovatif, aplikatif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Pengarah Litbangjirap IPTEK BRIDA Jawa Tengah, Dr. Mohamad Miftah, M.Pd., memaparkan kerangka kolaborasi riset yang menekankan kesinambungan antara proses penulisan, pelaksanaan, dan pelaporan riset.
Ia juga menyoroti pentingnya riset untuk sains (research for science), riset untuk pemangku kebijakan melalui policy brief (research for stakeholder), riset sosial, serta keberlanjutan riset melalui hilirisasi dan inovasi daerah.
Sementara itu, Kepala BRIDA Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si., menyambut baik inisiatif IMM Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa riset di Jawa Tengah harus mampu menjawab persoalan masyarakat dan menghasilkan penelitian yang berdampak.
“Kami sangat berbahagia melihat antusiasme dan semangat IMM dalam menghidupkan kembali nyawa riset di kalangan mahasiswa,” tuturnya.
Direktur Eksekutif IYORC, Musyafa Syamil Arroyan, S.Pd., menjelaskan bahwa IYORC hadir sebagai organisasi riset di bawah naungan DPD IMM Jawa Tengah dengan visi berperan strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui kolaborasi, penguatan kader, dan riset berdampak dari tingkat lokal hingga internasional.
“IYORC saat ini memiliki lima divisi, yakni Kemitraan dan Hubungan Eksternal, Media, Penelitian dan Pengembangan, Administrasi Keuangan, serta Program,” pungkasnya.



