Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dai Muhammadiyah Takjub Menyaksikan Keajaiban Musamus dalam Rihlah Dakwah di Merauke

Dai Muhammadiyah Takjub Menyaksikan Keajaiban Musamus dalam Rihlah Dakwah di Merauke

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Merauke – Perjalanan rihlah dakwah Ramadan 1447 H yang dilakukan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, di Merauke menghadirkan pengalaman yang tidak biasa. Di tengah perjalanan melintasi kawasan hutan dan savana khas Papua selatan, ia menyaksikan fenomena alam yang menakjubkan berupa deretan musamus—rumah rayap raksasa yang berdiri menjulang seperti menara tanah di tepian hutan.

Perjalanan dakwah tersebut didampingi oleh Pak Zaenal Arifin, Kepala Panti Muhammadiyah Merauke yang juga seorang polisi hutan. Saat melintasi kawasan hutan, Arifin sempat mengira bangunan-bangunan tanah yang berdiri tegak di sepanjang jalan itu sebagai candi-candi kecil yang muncul di tengah alam liar.

“Awalnya saya benar-benar heran. Dari kejauhan terlihat seperti deretan candi kecil di tengah hutan. Pemandangan itu sangat unik dan tidak biasa,” ujar Arifin mengenang pengalamannya.

Namun Pak zaenal Arifin kemudian menjelaskan bahwa bangunan tersebut adalah musamus, sarang rayap raksasa yang menjadi salah satu fenomena alam khas wilayah Merauke.

Mendengar penjelasan tersebut, Arifin mengaku sangat takjub. Baginya, musamus menunjukkan betapa luar biasanya ciptaan Tuhan bahkan melalui makhluk yang sangat kecil.

“Subhanallah, makhluk kecil seperti rayap ternyata mampu membangun bangunan yang tinggi dan kokoh seperti menara. Ini mengingatkan kita bahwa alam semesta penuh dengan tanda-tanda kebesaran Allah bagi siapa saja yang mau berpikir,” katanya.

Secara ilmiah, musamus dibangun oleh koloni rayap yang jumlahnya dapat mencapai ratusan ribu bahkan jutaan ekor. Rayap-rayap tersebut mencampur tanah dengan air serta lendir yang mereka hasilkan sendiri, lalu menyusunnya sedikit demi sedikit hingga membentuk struktur keras yang mampu bertahan bertahun-tahun.

Yang lebih menakjubkan, di dalam musamus terdapat jaringan lorong-lorong yang kompleks dan sistem ventilasi alami yang mampu menjaga suhu dan kelembaban sarang tetap stabil meskipun kondisi di luar berubah. Sistem alami ini bahkan menjadi objek penelitian ilmiah dan menginspirasi konsep bangunan ramah lingkungan dalam dunia arsitektur modern.

Bagi Arifin, pengalaman tersebut bukan sekadar penemuan fenomena alam dalam perjalanan dakwah, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya merenungkan tanda-tanda kebesaran Tuhan di alam semesta. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Ali Imran: 190).

“Kadang kita mencari keajaiban di tempat yang jauh, padahal di alam sekitar kita sudah begitu banyak pelajaran. Dari rayap saja kita bisa belajar tentang kerja sama, ketekunan, dan keteraturan kehidupan,” tambahnya.

Menurut Arifin, pengalaman menyaksikan musamus di tengah perjalanan rihlah dakwah tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa dakwah tidak hanya hadir melalui mimbar ceramah atau forum kajian, tetapi juga melalui perenungan terhadap alam ciptaan Tuhan.

“Alam adalah ayat-ayat kauniyah yang terus mengajarkan manusia untuk berpikir dan bersyukur. Ketika kita merenungkan alam, sebenarnya kita sedang membaca tanda-tanda kebesaran Allah,” ujarnya.

Rihlah dakwah yang dilakukan LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah di tanah Papua tersebut merupakan bagian dari ikhtiar dakwah komunitas yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil dan perbatasan.

Di ujung timur Indonesia, di tengah hutan dan savana Merauke, perjumpaan dengan musamus menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Dari menara tanah yang dibangun oleh rayap-rayap kecil itu, Arifin menemukan pelajaran bahwa alam semesta adalah kitab terbuka yang terus mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan mengenal kebesaran Sang Pencipta.

Melalui perjalanan dakwah semacam ini, Muhammadiyah terus berupaya menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan menggembirakan, sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin dekat dengan nilai-nilai keimanan melalui refleksi terhadap kehidupan dan alam semesta.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Pengabdian Kesmas FIK UMS Dampingi Pos Lansia Aisyiyah Joyotakan Wujudkan Desa Sehat Mandiri

    Tim Pengabdian Kesmas FIK UMS Dampingi Pos Lansia Aisyiyah Joyotakan Wujudkan Desa Sehat Mandiri

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) dengan tema “Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Pos Lansia Aisyiyah Cempaka Sehat dalam Mewujudkan Desa Sehat Mandiri Aisyiyah (DSMA) PRA Joyotakan”. Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. […]

  • Spirit Dakwah di Kampus sebagai Gerakan Mahasiswa : Nilai dan Implementasinya

    Spirit Dakwah di Kampus sebagai Gerakan Mahasiswa : Nilai dan Implementasinya

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Oleh: Moch. Muzaki (TKK DPD IMM Jatim) Kampus bukan sekadar ruang akademik yang melahirkan lulusan dengan gelar, tetapi juga arena strategis untuk menumbuhkan kesadaran, membangun peradaban, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran. Di dalamnya, mahasiswa memegang peran penting sebagai aktor perubahan yang tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak. Maka, dakwah di kampus bukanlah aktivitas tambahan, melainkan bagian […]

  • Lelucon Jadi Guru: Tertawa di Tengah Laporan Keuangan Negara

    Lelucon Jadi Guru: Tertawa di Tengah Laporan Keuangan Negara

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Oleh: Khosiyatika, M.Pd, (Ketua Bidang IMMawati Jawa Tengah, Guru SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga) Jadi guru itu kadang seperti jadi pelawak, harus tetap menghibur meski isi dompet dan kepala sama-sama kosong. Tapi siapa sangka, lelucon terbesar datang bukan dari kelas, tapi dari gedung kementerian. Belum lama ini, Sri Mulyani Menteri Keuangan yang terkenal tegas dan […]

  • Bukan Sekadar Penikmat Berita, BEM FAI Bekali Mahasiswa Teknik Jurnalistik Dasar

    Bukan Sekadar Penikmat Berita, BEM FAI Bekali Mahasiswa Teknik Jurnalistik Dasar

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PURWOKERTO – Kementerian Keilmuan dan Riset dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Dasar yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam teknik kepenulisan dan pengolahan informasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (25/4), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di ruangan I.2.5, Gedung Fakultas Agama Islam Universitas […]

  • Menjadi Manusia Autentik di Era AI

    Menjadi Manusia Autentik di Era AI

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Oleh: M. Rendi Nanda Saputra Perkembangan Artificial Intelligence kian hari semakin sulit diabaikan. Kecerdasan buatan itu masuk ke hampir semua aspek kehidupan, bermula dari pertanyaan yang kompleks sampai receh, hingga mampu menulis dan melukis layaknya manusia. Wajahnya selalu bersinar disetiap manusia yang berinteraksi dengannya, bisa sesuai mode yang manusia inginkan, dan menjawab apapun yang manusia […]

  • Bahaya Narsistik di Kalangan Kader IMM

    Bahaya Narsistik di Kalangan Kader IMM

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Oleh: Hanif Syairafi Wiratama, Kader IMM Shabran UMS Pada  era modern perdetik ini kita disuguhkan beberapa fenomenologi, yang kemudian mungkin sangat kental dikalangan kita pelajar bahkan mahasiswa, yakni narsistik. Apa itu narsistik salah satu gangguan mental yang membuat pengidapnya merasa sangat penting dan harus dikagumi. Mereka juga hampir selalu merasa lebih baik ketimbang orang lain. […]

expand_less