Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PG PAUD UMS Hadirkan ToT Inovatif, Mahasiswa Rancang Game Edukatif untuk Anak TK

PG PAUD UMS Hadirkan ToT Inovatif, Mahasiswa Rancang Game Edukatif untuk Anak TK

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) sebagai upaya meningkatkan keterampilan mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini menjadi bagian dari program laboratorium PG PAUD yang dirancang untuk mengintegrasikan teori dengan pengalaman lapangan.

Kepala Laboratorium PG PAUD UMS, Dr. Sri Slamet, M.Hum., M.Pd., menjelaskan bahwa pada hari kedua pelatihan, mahasiswa difokuskan untuk menyusun rangkaian kegiatan outbound secara terstruktur. Setiap kelompok merancang modul permainan yang memuat tujuan, tahapan kegiatan, serta metode pelaksanaan yang akan diterapkan secara langsung.

“Mahasiswa membuat satu rangkaian kegiatan yang lengkap dengan tujuan dan tahapan. Ini akan dipraktikkan dalam bentuk games yang nantinya diimplementasikan saat praktik bersama anak-anak,” jelasnya, Jumat, (24/4) di Lab Bengkel Karya PG PAUD.

Kepala Laboratorium PG PAUD UMS, Dr. Sri Slamet, M.Hum., M.Pd

Ia menambahkan, hasil rancangan tersebut akan diuji secara langsung dengan menghadirkan peserta didik dari sejumlah lembaga mitra, yakni TK ABA Aisyiyah Mardi Siwi Surakarta, TK Aisyiyah Idola Surakarta, PAUD Saymara Kartasura, dan TK Aisyiyah Bolon Karanganyar. Kegiatan ini diharapkan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus edukasi bagi anak-anak.

“Permainan yang dibuat tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengandung nilai edukasi sehingga anak-anak mendapatkan pengalaman yang bermakna,” imbuhnya.

Selain itu, mahasiswa juga dilatih kemampuan berkomunikasi, seperti bernarasi, membangun interaksi, hingga menciptakan yel-yel yang menarik perhatian anak usia dini. Sri Slamet menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu terobosan dalam mengasah kompetensi mahasiswa secara komprehensif.

“Ini momen penting bagi mahasiswa untuk menyinkronkan teori di kelas dengan praktik di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu unggulan dari Laboratorium PG PAUD UMS,” tuturnya.

Kegiatan ToT ini bersifat wajib bagi mahasiswa dan dilengkapi dengan sertifikat yang dapat digunakan sebagai nilai tambah saat melamar pekerjaan. Ia menyebut, lulusan PG PAUD UMS tidak hanya berkarier sebagai guru, tetapi juga banyak yang menjadi pendiri lembaga pendidikan anak usia dini.

Sementara itu, perwakilan tim D’Miracle, Yasa Griya Sejati, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa pada hari kedua terlihat peningkatan pemahaman mahasiswa terkait konsep outbound dan implementasinya bagi anak usia dini.

“Mahasiswa sudah mulai memahami bagaimana merancang games yang sesuai dengan karakteristik anak serta bagaimana melakukan treatment yang tepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa dibagi ke dalam lima kelompok dengan tema besar “profesi impian” untuk memudahkan pengembangan konsep permainan yang kreatif dan kontekstual. Menurutnya, pendekatan ini mampu meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi dan berkolaborasi.

“Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa serta membentuk kompetensi sebagai trainer yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan critical thinking,” tambahnya.

Salah satu peserta, Ichita Kunca Az Zahra, mengaku mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam dibandingkan hari pertama. Ia menyebut, pada hari kedua mahasiswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik secara detail.

“Di hari kedua lebih rinci dan banyak praktik. Jadi kita tahu apa saja yang harus diperhatikan dan dihindari saat pelaksanaan nanti,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa mahasiswa lintas semester dibagi dalam kelompok campuran untuk merancang konsep permainan. Setiap kelompok mengangkat tema profesi yang berbeda dan menyusun tiga hingga empat permainan yang berfokus pada pengembangan motorik anak serta disisipi unsur edukatif seperti berhitung dan pengenalan huruf.

“Harapannya saat hari pelaksanaan nanti semua berjalan lancar dan anak-anak bisa menikmati kegiatan yang sudah kami rancang,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Calon Mahasiswa Berebut Kuota, PMB UMS 2026 Alami Peningkatan Pendaftar

    Calon Mahasiswa Berebut Kuota, PMB UMS 2026 Alami Peningkatan Pendaftar

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Tahun Akademik 2026/2027 menunjukkan persaingan yang semakin kompetitif. Hingga Senin (27/7/2026) pukul 14.00 WIB, jumlah pendaftar telah mencapai 26.457 calon mahasiswa, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 sebanyak 26.295 pendaftar. Direktur Direktorat Akademik dan Admisi UMS, Dr. Triyono, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa […]

  • Bukan Sekadar Keterwakilan: Menanti Taring Politik IMMawati

    Bukan Sekadar Keterwakilan: Menanti Taring Politik IMMawati

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Oleh: Musyafa Syamil Arroyan, Kader IMM dan Mahasiswa Double Degree UIII & The University of Edinburgh Dua tahun silam, tepatnya pada 2024, saya pernah menulis sebuah artikel tentang partisipasi perempuan dalam panggung politik. Tulisan itu lahir bertepatan dengan Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Palembang. Kala itu, selepas pemilihan formatur, muncul kegaduhan karena tidak […]

  • Saad Ibrahim: Dakwah Digital Jadi Media Efektif di Era Globalisasi

    Saad Ibrahim: Dakwah Digital Jadi Media Efektif di Era Globalisasi

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palembang – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Saad Ibrahim, MA, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital merupakan keniscayaan dalam dakwah di era globalisasi. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Akademi Dai Digital Muhammadiyah Batch 3 yang diselenggarakan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan pada Selasa (23/9). Dalam sambutannya, Saad Ibrahim menyebutkan bahwa […]

  • Lomba Panahan Meriahkan Hari Jadi ke-67 UMS

    Lomba Panahan Meriahkan Hari Jadi ke-67 UMS

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana penuh semangat tampak di Lapangan Kampus II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat digelar Lomba Panahan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-67 UMS, Jumat (12/9). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, namun juga wadah silaturahmi serta pengenalan olahraga sunnah Rasul kepada civitas akademika. Panitia Hari Jadi ke-67 UMS, Hariyanto, SE, dalamsambutannya […]

  • Article – 5753

    Article – 5753

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Welcome to our website. We are dedicated to providing quality content and services to our visitors. Spinfest

  • Fenomena Kristen Muhammadiyah di Lembaga Pendidikan Islam dalam Perspektif Fiqih Ta’ayush

    Fenomena Kristen Muhammadiyah di Lembaga Pendidikan Islam dalam Perspektif Fiqih Ta’ayush

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Oleh: Ali Muthahari, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Indonesia Fenomena keterlibatan warga non-Muslim, khususnya umat Kristiani, dalam lembaga pendidikan yang dikelola oleh Muhammadiyah bukanlah sekadar persoalan administratif atau kebijakan pragmatis. Ia merupakan tanda dari sesuatu yang lebih dalam: suatu kesadaran keberagamaan yang telah sampai pada tingkat kedewasaan, di mana agama tidak […]

expand_less