
KABARMUH.ID, PURWOKERTO – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (BEM FAI UMP) berkolaborasi dengan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Buya Hamka UMP dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) UMP sukses menggelar acara puncak lomba video konten kreatif, Ahad 21 Mei 2026. Bertempat di Ruang L.II.5 Gedung Prof. Baedhowi Fakultas Kedokteran UMP, rangkaian acara dimeriahkan dengan talkshow bertajuk “From Content to Influence: Cara Gen Z Menguasai Media Dengan Nilai Islam.”
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi diikuti puluhan mahasiswa UMP dan umum. Puncak acara sekaligus pengumuman juara lomba video konten kreatif menjadi momen yang paling dinanti. Lomba tersebut sebelumnya telah berlangsung secara daring dengan mengirimkan karya video pendek bernafaskan nilai-nilai Islam dan kreativitas Gen Z.
Pesan Dakwah Digital: Bukan Sekadar Viral
Acara inti talkshow menghadirkan pemateri utama, Yusuf Susanto, yang dikenal sebagai pegiat dakwah digital. Dipandu oleh moderator Queen Sabrina, diskusi berlangsung interaktif dan hangat. Yusuf menekankan bahwa menjadi konten kreator Islami bukanlah sekadar mengejar ketenaran, kecemasan tertinggal informasi (Fear of Missing Out), atau popularitas semata.
“Tujuan utama media sosial sejatinya adalah membuat orang berlama-lama karena konten yang bermanfaat. Konten yang viral harus bisa memimpin narasi kebaikan. Jika generasi pembawa nilai kebenaran diam saja, maka narasi yang batil akan mendominasi ruang digital,” tegas Yusuf di hadapan peserta.
Ia mengingatkan bahwa upaya dakwah digital membutuhkan kesungguhan. Yusuf menjelaskan bahwa pihak yang menyebarkan kebatilan pun rela berlelah-lelah dengan dana besar untuk menyesatkan. Karena itu, generasi muda Islam diajak untuk “berlelah-lelah untuk dakwah digital.”
“Memang sama-sama sakit, penat, dan pusing. Tapi bedanya, kita mendapatkan rahmat Allah, sementara mereka tidak. Dakwah digital seperti menanam bibit di tanah luas. Kita tidak pernah tahu postingan mana yang kelak menjadi hidayah bagi seseorang,” imbuhnya.
Strategi Kuasai Algoritma dengan Niat Benar
Dalam pemaparannya, Yusuf Susanto membeberkan langkah strategis yang wajib dikuasai Gen Z. Pertama, pahami algoritma: konten baru akan diuji kepada segelintir pengikut. Jika responsnya positif—ditonton lama, disukai, dikomentari, dibagikan, atau disimpan—barulah algoritma menyebarkannya lebih luas ke laman For You atau Explore.
Kedua, tentukan posisi akun (positioning). Konten kreator perlu memutuskan topik apa yang akan dibahas, target audiens siapa (remaja, profesional, ibu rumah tangga), serta gaya konten seperti apa yang menarik mereka. Ketiga, setiap konten harus memiliki nilai (value): relevan, bermanfaat, menyentuh emosi, ringkas dan jelas, serta interaktif. “Jangan sekadar ikut tren. Berikan solusi yang benar-benar bisa diterapkan audiens,” pesan Yusuf.
Kunci Influencer Islami: Bahasa Santai dan Tulus
Yusuf juga menjelaskan kunci menjadi influencer Islami tanpa kehilangan nilai agama, yaitu dengan mengubah paradigma pembuatan konten. Mulai dari ide, pembuka yang kuat (hook), hingga naskah yang mengajak, bukan menggurui. Gunakan bahasa santai yang dekat dengan keseharian Gen Z. Sampaikan dakwah lewat cerita, pengalaman, dan proses belajar, karena audiens lebih menyukai konten yang terasa tulus daripada terkesan menghakimi.
Ia merekomendasikan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dalam bentuk bercerita (storytelling) atau pengisi suara (voice over). “Upload satu konten setiap hari, lalu evaluasi insight untuk menemukan konten pemenangmu (winning content). Segera eksekusi, karena dari konten yang konsisten dan bernilai, seorang kreator bertransformasi menjadi pengaruh yang membawa kebaikan,” tandasnya.
Pengumuman Juara Lomba Video Konten Kreatif
Di akhir acara, dewan juri mengumumkan Muchammad agung setyo widodoWidodo sebagai juara pertama, disusul Safina Yasmin Elfausta sebagai juara kedua, dan Amar Hamzah Al-Ma’sum sebagai juara ketiga. Ketiga pemenang menerima piagam penghargaan dan hadiah pembinaan dari panitia atas karya video bernafaskan nilai-nilai Islam dan kreativitas Gen Z.
Ketua pelaksana Muhammad lutfi syarif menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan berharap kegiatan ini menjadi pemantik lahirnya konten kreator muda yang menyebarkan nilai-nilai Islam di era digital. “Kami berharap kolaborasi BEM FAI, PK IMM, dan HMPS PAI tidak berhenti di sini. Ke depan, akan ada lebih banyak ruang bagi Gen Z untuk belajar dan berkarya dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam,”
Kontributor: Ilyas Fachriansyah
Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi



