
KABARMUH.ID, MAGELANG — Hari kedua sesi materi umum menghadirkan Yayah Khisbiyah dengan tema “Peran Psikologi Sosial dalam Mengawal Kebijakan dan Dinamika Politik terhadap Kesejahteraan Psikologis Masyarakat”. Kegiatan ini diikuti oleh kader dan peserta IMM Jawa Tengah dan DIY sebagai bagian dari penguatan kapasitas intelektual serta kesehatan psikologis generasi muda. (23/5/26)
Kegiatan yang dilaksanakan di Magelang ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai dampak polarisasi sosial, mengenali gejala political stress dan burnout, membangun kesadaran kritis terhadap manipulasi emosi, serta memperkuat resiliensi kolektif dan kewarasan sosial di tengah dinamika politik yang berkembang.
Sebelum memasuki materi inti, peserta diajak mengikuti permainan interaktif menggunakan Mentimeter untuk memetakan emosi yang sering muncul saat membaca berita politik maupun konten media sosial. Metode tersebut berhasil mencairkan suasana sekaligus membuka ruang refleksi peserta terhadap pengalaman pribadi mereka.
“Politik tidak hanya hadir dalam kebijakan publik, tetapi juga memengaruhi kehidupan sehari-hari, mulai dari media sosial, grup organisasi, hingga ruang pertemanan. Polarisasi sosial dapat menyebabkan menurunnya empati, renggangnya hubungan interpersonal, serta melemahnya kohesi sosial di masyarakat,” Tegas Yayah Khisbiyah dalam pemaparannya.
Selain itu, peserta juga diajak memahami berbagai gejala political stress seperti doomscrolling, mudah marah, sulit tidur, kelelahan emosional, hingga agresivitas digital. Menurutnya, menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dari keberlanjutan perjuangan seorang aktivis.
Dalam sesi diskusi, peserta aktif menyampaikan keresahan terkait kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan mental di Indonesia. Yayah mendorong generasi muda untuk tetap berpikir kritis, membangun solidaritas, serta aktif mengawal kebijakan secara konstruktif sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Banyak peserta terlibat aktif dalam diskusi dan mengajukan pertanyaan, menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu kesehatan mental dan dinamika sosial politik di Indonesia.



