
KABARMUH.ID, Sukoharjo – Belajar tidak selalu harus berlangsung di balik meja dan dinding kelas. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan kontekstual, MTs Muhammadiyah Tawangsari Sukoharjo menggelar kegiatan Outing Class 2026 bagi siswa Program Khusus (PK) IT & Tahfidz dan PK Tahfidz kelas VII, VIII, dan IX pada Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini mengajak ratusan siswa berpetualang sambil menyerap pengalaman belajar secara langsung di Yogyakarta, mulai dari mengenal sejarah Muhammadiyah hingga membangun karakter melalui aktivitas luar ruang.
Perjalanan diawali dengan kunjungan edukatif ke Museum Muhammadiyah di kompleks Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Museum tersebut menjadi ruang pembelajaran yang memperlihatkan perjalanan, pemikiran, dan kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa.
Melalui kunjungan ini, siswa tidak hanya mempelajari teori Kemuhammadiyahan melalui buku pelajaran, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana Muhammadiyah tumbuh sebagai gerakan dakwah dan pembaruan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Perhatian siswa tertuju pada salah satu bagian yang menampilkan visualisasi perhitungan astronomi K.H. Ahmad Dahlan saat meluruskan arah kiblat Masjid Gede Kauman Yogyakarta. Hal itu menjadi pengalaman yang membekas bagi para siswa.
“Kami tidak berhenti kagum dengan apa yang disuguhkan Museum Muhammadiyah. Sangat luar biasa melihat bagaimana K.H. Ahmad Dahlan menggunakan ilmu astronomi untuk meluruskan kiblat,” ungkap Amalia Nurur Ramadhani, siswi kelas IX A PK IT & Tahfidz.
Setelah menyelami jejak sejarah Muhammadiyah, kegiatan berlanjut ke kawasan Pantai Cemoro Sewu dan Taman Gumuk Pasir. Di lokasi tersebut, suasana berubah menjadi lebih dinamis dan penuh semangat melalui berbagai aktivitas outbound dan permainan kelompok.

Melalui berbagai aktivitas tersebut, siswa diajak melatih kemampuan bekerja sama, komunikasi, kedisiplinan, serta tanggung jawab.
Wakil Kepala Kesiswaan MTs Muhammadiyah Tawangsari, Satrio Aji, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan outing class tidak sekadar menjadi sarana rekreasi, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter yang dikemas secara kontekstual.
“Melalui kegiatan outbound, siswa belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan menghargai orang lain. Mereka juga dilatih untuk disiplin dan bertanggung jawab terhadap aturan. Selain itu, kami ingin mempererat hubungan antar-siswa maupun antara siswa dan guru agar tercipta suasana kekeluargaan yang hangat,” jelasnya.
Keceriaan siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Amalia mengaku pengalaman tersebut menjadi salah satu momen berkesan selama menempuh pendidikan di sekolah.
“Sangat bahagia. Kami bisa berlarian di pantai, menikmati suasana bersama teman-teman, dan tertawa bersama. Ini menjadi kenangan manis yang tidak akan terlupakan,” tuturnya.
Kegiatan Outing Class 2026 ini menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat hadir melalui pengalaman nyata yang memperkaya wawasan sekaligus membentuk karakter siswa.
Kontributor: Janan Qoni’ah



