Seminar Pasar Modal PC IMM Sukoharjo Hadirkan Praktisi Keuangan, Bekali Mahasiswa Strategi Investasi Saham

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo tampak berbeda pada Jumat siang, 19 Juni 2026. Bukan deru transaksi saham yang mendominasi ruangan, melainkan riuh antusiasme puluhan mahasiswa dan generasi muda Solo Raya yang berkumpul untuk satu tujuan: menata masa depan finansial mereka sejak dini. Di tempat inilah, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Sukoharjo menggelar Seminar Pasar Modal bertajuk “Peluang dan Strategi Investasi Saham bagi Generasi Muda”, sebuah ikhtiar edukatif yang digagas oleh Bidang Ekonomi Kewirausahaan (Ekowir) organisasi tersebut.
Acara yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai ini bukan sekadar forum diskusi biasa. Ia hadir sebagai jembatan antara dunia kampus yang sarat idealisme dengan dunia pasar modal yang penuh dinamika, sekaligus menjadi penanda bahwa kesadaran literasi keuangan di kalangan muda Sukoharjo dan sekitarnya terus tumbuh secara progresif. Kolaborasi strategis turut terjalin dengan sejumlah lembaga otoritatif di bidang pasar modal, di antaranya Bursa Efek Indonesia (IDX), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Indonesian Clearing and Guarantee Corporation (iDClear), yang menjadikan seminar ini memiliki bobot kredibilitas tersendiri di mata peserta.
Momentum Strategis di Tengah Gairah Investasi Anak Muda
Penyelenggaraan seminar ini tidak lepas dari fenomena yang tengah berkembang di kalangan generasi muda Indonesia, di mana ketertarikan terhadap dunia investasi saham kian meningkat namun belum selalu dibarengi dengan pemahaman yang memadai. Banyak anak muda yang terjun ke pasar modal hanya bermodalkan informasi sepotong-sepotong dari media sosial, tanpa memahami fundamental risiko dan strategi pengelolaan portofolio yang sehat. Kondisi inilah yang coba dijawab oleh PC IMM Sukoharjo melalui pendekatan edukasi yang sistematis dan berbasis narasumber kompeten.
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Bidang Ekowir PC IMM Sukoharjo, Irsyad Hakim Affandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar ini lahir dari keprihatinan sekaligus optimisme terhadap potensi generasi muda. Ia menyoroti perlunya pergeseran cara pandang anak muda ketika berhadapan dengan instrumen pasar uang, agar tidak terjebak pada euforia sesaat semata.
“Pasar modal bukan hanya tentang saham dan angka-angka, tetapi tentang bagaimana generasi muda membangun pola pikir visioner, berani mengambil peluang, dan mampu mengelola risiko dengan bijak demi masa depan yang lebih sejahtera,” ujar Irsyad.
Pernyataan tersebut sekaligus merangkum semangat besar yang melatarbelakangi seminar ini, yakni membentuk generasi investor yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan strategis dalam menghadapi fluktuasi pasar. Sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan akses pengetahuan, panitia membuka acara ini secara gratis dan terbuka untuk umum, sehingga siapa pun dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum Solo Raya dapat turut serta menimba ilmu tanpa terkendala biaya.

Tiga Pilar Keilmuan: Makro, Teknis, dan Pengalaman Praktis
Kekuatan utama seminar ini terletak pada kehadiran tiga narasumber yang mewakili tiga perspektif berbeda namun saling melengkapi dalam ekosistem pasar modal Indonesia.
Pemateri pertama, Ari Seta Kurniawan, yang menjabat sebagai Deputi Kepala Wilayah BEI Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya, membawakan materi dengan sudut pandang makro kelembagaan. Ia membedah kerangka kerja besar pasar saham nasional, mulai dari mekanisme perdagangan, peran otoritas bursa, hingga arah perkembangan pasar modal Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Kehadirannya memberikan peserta gambaran utuh mengenai bagaimana sistem pasar modal bekerja secara institusional, sekaligus menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai motor penggerak pertumbuhan investor domestik di masa depan.
Pemateri kedua, Saijan, yang berprofesi sebagai Relationship Officer Mandiri Sekuritas Solo Raya, hadir dengan pendekatan yang lebih teknis dan aplikatif. Ia memandu peserta memahami langkah-langkah praktis memulai investasi, mulai dari proses pembukaan rekening efek, mekanisme transaksi jual beli saham, hingga tips memilih sekuritas yang tepat bagi investor pemula. Materi yang disampaikan Saijan menjadi jembatan penting antara teori pasar modal yang sifatnya konseptual dengan praktik nyata yang dibutuhkan peserta untuk benar-benar memulai langkah investasi mereka.
Sementara itu, pemateri ketiga, Bima Maulana Rahmat Hidayat, seorang bankir sekaligus alumnus Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Sebelas Maret (UNS), memberikan perspektif yang lebih personal dan relevan dengan pengalaman generasi muda. Sebagai sosok yang juga pernah berada di posisi mahasiswa, Bima berbagi kisah perjalanan dan strategi pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan sejak masa kuliah, menjadikan materinya terasa dekat dan membumi bagi para peserta yang sebagian besar masih berstatus mahasiswa.
Kombinasi ketiga sudut pandang ini, baik dari sisi regulator, praktisi sekuritas, maupun individu yang telah merasakan langsung manfaat literasi keuangan sejak dini, membuat seminar ini terasa komprehensif dan tidak berat sebelah pada satu perspektif saja.
Investasi Dunia, Tidak Lupa Investasi Akhirat
Hal yang menarik dari seminar ini adalah bagaimana semangat literasi keuangan berpadu secara harmonis dengan nilai-nilai religius dan moral, sejalan dengan identitas PC IMM sebagai organisasi kemahasiswaan yang berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah. Para peserta tidak hanya diajak untuk berpikir tentang pertumbuhan aset secara material, tetapi juga diingatkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan duniawi dan ukhrawi.
Muhammad Thoriq AlFarisi, salah seorang peserta yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman (TKK) PC IMM Sukoharjo periode 2026, membagikan refleksinya usai mengikuti rangkaian seminar. Ia menilai inisiatif PC IMM ini sebagai langkah awal yang vital dalam mendongkrak tingkat literasi keuangan di kalangan anak muda Sukoharjo.
“Kita hari ini belajar investasi di dunia untuk masa depan yang lebih cerah, tapi jangan lupa investasi akhirat untuk kehidupan yang lebih kekal dan abadi,” ujar Thoriq.
Pandangan tersebut menggambarkan bagaimana seminar ini berhasil melampaui sekadar forum edukasi finansial konvensional. Ia menjelma menjadi ruang refleksi yang mengajak generasi muda untuk membangun kesejahteraan secara holistik, baik dari sisi materi maupun spiritual. Thoriq juga mengaku sangat terbantu dengan materi komprehensif yang disampaikan para pemateri, yang menurutnya disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami meski membahas topik yang kerap dianggap rumit oleh kalangan awam.
Sinergi Kelembagaan sebagai Fondasi Keberlanjutan
Keberhasilan seminar ini tidak lepas dari sinergi erat antara PC IMM Sukoharjo dengan berbagai lembaga otoritatif di sektor pasar modal. Dukungan dari Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, dan Indonesian Clearing and Guarantee Corporation menjadi bukti bahwa upaya peningkatan literasi keuangan generasi muda merupakan agenda bersama yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, bukan hanya tanggung jawab satu pihak semata.
Kolaborasi semacam ini juga membuka peluang bagi terciptanya program-program lanjutan di masa mendatang, baik dalam bentuk pelatihan praktik langsung transaksi saham, pendampingan komunitas investor muda, maupun seminar serupa dengan cakupan topik yang lebih spesifik, seperti analisis fundamental, analisis teknikal, hingga pengelolaan reksa dana dan instrumen pasar modal syariah yang relevan dengan nilai-nilai yang diusung IMM.
Pemilihan Gedung Bursa Efek Indonesia Solo sebagai lokasi penyelenggaraan turut memberikan nilai tambah tersendiri. Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoretis, tetapi juga merasakan langsung atmosfer di jantung aktivitas pasar modal regional, sebuah pengalaman yang diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kedekatan emosional peserta terhadap dunia investasi yang selama ini mungkin terasa jauh dan eksklusif.
Menutup Hari, Membuka Babak Baru Kemandirian Finansial
Seminar Pasar Modal yang digagas PC IMM Sukoharjo ini pada akhirnya tidak sekadar berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka. Ia menjadi titik tolak bagi tumbuhnya kesadaran kolektif generasi muda Solo Raya akan pentingnya literasi keuangan sebagai bekal menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian ekonomi. Para peserta pulang bukan hanya membawa pemahaman teknis mengenai cara membuka rekening efek atau membaca pergerakan saham, melainkan juga membawa pola pikir baru yang lebih visioner, berani mengambil peluang, namun tetap bijak dalam mengelola risiko.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PC IMM Sukoharjo melalui Bidang Ekonomi Kewirausahaan kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi kemahasiswaan yang tidak hanya bergerak di ranah dakwah dan sosial, tetapi juga turut ambil bagian dalam membangun kapasitas ekonomi umat, khususnya di kalangan generasi muda. Harapannya, semangat yang dipupuk melalui seminar ini dapat terus berlanjut dan menular kepada lingkaran pertemanan, organisasi, maupun komunitas yang lebih luas, sehingga cita-cita besar kemandirian finansial generasi muda Sukoharjo bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang perlahan namun pasti mulai terwujud.
Editor : Amtsal Ajhar



