Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa PLP 70 Umsida Bangun Rubuha untuk Kendalikan Hama Sawah

Mahasiswa PLP 70 Umsida Bangun Rubuha untuk Kendalikan Hama Sawah

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID SIDOARJO – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Kelompok 70 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) membangun dan memasang dua unit Rumah Burung Hantu (Rubuha) di kawasan persawahan Desa Sumurgayam. Pemasangan tersebut diselesaikan pada Rabu, 5 Agustus 2026, sebagai upaya membantu petani mengendalikan hama tikus secara alami dan ramah lingkungan.

Program Rubuha menjadi salah satu program kerja unggulan mahasiswa PLP Kelompok 70. Program tersebut dilatarbelakangi oleh serangan hama tikus yang kerap terjadi di area persawahan Desa Sumurgayam. Serangan hama berpotensi merusak tanaman, menurunkan produktivitas pertanian, bahkan menyebabkan gagal panen.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa PLP Kelompok 70 berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sumurgayam dan petani setempat untuk menghadirkan metode pengendalian hama yang tidak bergantung pada bahan kimia. Burung hantu dimanfaatkan sebagai predator alami untuk membantu mengurangi populasi tikus sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem persawahan.

Dikerjakan Selama Lima Hari

Pembuatan dua unit Rubuha berlangsung selama lima hari, mulai Rabu, 29 Juli hingga Minggu, 2 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan pengadaan triplek, kayu penyangga, cat, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Pada Jumat, 31 Juli 2026, mahasiswa bersama perangkat Desa Sumurgayam memotong kayu jati yang akan digunakan sebagai tiang penyangga. Tiang tersebut diperlukan agar Rubuha dapat dipasang pada ketinggian yang aman bagi burung hantu.

Mahasiswa kemudian melakukan survei lokasi pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Survei dilaksanakan bersama perangkat desa dan salah seorang petani setempat, Alimin, yang mengetahui titik-titik persawahan dengan tingkat gangguan hama cukup tinggi.

Berdasarkan hasil survei, satu unit Rubuha dipasang di tengah area persawahan yang luas agar keberadaan burung hantu dapat menjangkau kawasan pertanian di sekitarnya. Sementara itu, unit kedua ditempatkan di kawasan alas yang jauh dari permukiman warga sehingga burung hantu dapat bersarang dengan lebih aman dan tidak terganggu oleh aktivitas masyarakat.

Pada hari yang sama, mahasiswa memberikan identitas pada Rubuha dengan membuat cap lima jari menggunakan cat merah dan menuliskan “PLP 70 Umsida”. Identitas tersebut menjadi penanda bahwa Rubuha merupakan hasil program kerja mahasiswa untuk masyarakat Desa Sumurgayam.

Dirancang untuk Kenyamanan Burung Hantu

Rubuha dibuat menggunakan bahan dasar triplek dengan ukuran panjang 60 sentimeter, lebar 40 sentimeter, dan tinggi 60 sentimeter. Setiap kotak dilengkapi lubang keluar-masuk berukuran 8 x 8 sentimeter.

Pada bagian depan kotak juga dipasang papan pijakan sebagai tempat burung hantu bertengger sebelum masuk ke dalam rumah. Desain tersebut dibuat dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan burung hantu ketika beristirahat maupun bersarang.

Rubuha kemudian dipasang di atas tiang setinggi kurang lebih lima meter. Ketinggian tersebut dipilih agar burung hantu terlindungi dari gangguan serta memiliki ruang pandang yang luas ketika mengintai tikus di sekitar lahan pertanian.

Pemasangan unit pertama dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB di tengah area persawahan Desa Sumurgayam. Sementara itu, unit kedua dipasang pada Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan alas yang jauh dari permukiman warga.

Proses pemasangan melibatkan mahasiswa PLP Kelompok 70, perangkat desa, dan petani setempat. Mereka bergotong royong mendirikan tiang penyangga dan memastikan Rubuha terpasang dengan kuat di titik yang telah ditentukan.

Diharapkan Menekan Risiko Gagal Panen

Program pembangunan Rubuha mendapat respons positif dari perangkat desa dan para petani. Mereka berharap keberadaan rumah burung hantu tersebut dapat membantu mengurangi populasi tikus, menekan kerusakan tanaman, serta meminimalkan risiko gagal panen.

Penggunaan burung hantu sebagai predator alami juga dinilai lebih ramah lingkungan karena dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap racun tikus dan bahan kimia lainnya. Dengan demikian, pengendalian hama dapat dilakukan tanpa menimbulkan dampak yang berlebihan terhadap lingkungan persawahan.

Melalui program tersebut, mahasiswa PLP Kelompok 70 Umsida tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga mendorong penerapan pertanian berkelanjutan di Desa Sumurgayam. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan petani diharapkan terus berlanjut, terutama dalam pemantauan dan perawatan Rubuha agar dapat berfungsi secara optimal.

Kontributor: Dewi Nurlaila
Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKN Desa Salam: Pelatihan Pembuatan POC dan Penanaman Bibit Cabai dan Terong

    KKN Desa Salam: Pelatihan Pembuatan POC dan Penanaman Bibit Cabai dan Terong

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 155
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purworejo – Ilmu pertanian merupakan salah satu aspek pokok yang mesti dikuasai masyarakat, karena pertanian lah yang menunjang kebutuhan ekonomi primer mereka. Indonesia merupakan negara agraris dengan kepulauan terbanyak dan laut yang berlimpah, ini adalah faktor yang menjadikan indonesia memiliki iklim sub tropis dengan curah hujan yang tinggi sehingga tanah Indonesia menjadi subur karena […]

  • LARI DARI NEGATIVE THINKING, MULAI DEKATI POSITIVE THINKING

    LARI DARI NEGATIVE THINKING, MULAI DEKATI POSITIVE THINKING

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.046
    • 0Komentar

    Oleh : Saarah Salsabil POSITIVE THINKING, APA ITU? Membahas tentang positive thinking pastinya tak lepas dari perasaan dan logika manusia yang dapat mencerminkan sikap serta sifat manusia dalam melakukan sesuatu. Secara bahasa sendiri positive thinking dapat di artikan sebagai pola fikir manusia yang diproses secara positif sehingga dapat menghasilkan energi yang positif pula. Apa sih […]

  • Generasi Mandiri Menguasai Digital Marketing untuk Masa Depan Gemilang

    Generasi Mandiri Menguasai Digital Marketing untuk Masa Depan Gemilang

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purbalingga — Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Pembukaan Pelatihan Digital Marketing dengan mengusung tema “Generasi Mandiri Menguasai Digital Marketing untuk Masa Depan Gemilang”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga dan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir dari berbagai latar belakang. Pelatihan ini merupakan […]

  • Membanggakan, Hani Rahayu Diningsih Raih Nilai Sempurna TKA Bahasa Indonesia

    Membanggakan, Hani Rahayu Diningsih Raih Nilai Sempurna TKA Bahasa Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 4
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; BANJARNEGARA – Prestasi membanggakan kembali diraih santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) MTs Wanayasa. Hani Rahayu Diningsih, santri kelas IX, berhasil meraih nilai sempurna 100 pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Indonesia tahun akademik 2025/2026. Capaian tersebut menjadi bukti kesungguhan, kedisiplinan, dan semangat belajar yang terus dijaga selama menempuh pendidikan di MBS MTs […]

  • Ketua PWM Lampung Tekankan Sinergi ‘Head, Heart, dan Hand’ dalam Penguatan Pendidikan Karakter Guru Muhammadiyah

    Ketua PWM Lampung Tekankan Sinergi ‘Head, Heart, dan Hand’ dalam Penguatan Pendidikan Karakter Guru Muhammadiyah

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag., menyerukan pentingnya integrasi antara kecerdasan, karakter, dan keterampilan dalam diri setiap guru. Hal ini disampaikan Prof. Sudarman saat memberikan Welcoming Speech dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam dan Penguatan Pendidikan Karakter Regional Lampung. Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) […]

  • Menjaga Nalar, Merawat Nilai: Suara Baik di Tengah Riuh Demokrasi

    Menjaga Nalar, Merawat Nilai: Suara Baik di Tengah Riuh Demokrasi

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Oleh: Nur Sita, ST, Anggota Nasyiatul ‘Aisyiyah Kepulauan Sangihe Di ruang publik hari ini, sering kali yang terdengar bukanlah yang paling benar, tapi yang paling nyaring. Suara kebaikan, yang berangkat dari niat tulus dan akal sehat, sering kalah oleh suara yang bising, sensasional, bahkan penuh provokasi. Bukan karena kebaikan itu salah arah, tapi karena ia […]

expand_less