Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Belajar, Berkarya, Berdaya: Jalan Dakwah Syofatun Nadifah Membangun Kemandirian Finansial melalui Eco Crafting ID

Belajar, Berkarya, Berdaya: Jalan Dakwah Syofatun Nadifah Membangun Kemandirian Finansial melalui Eco Crafting ID

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Tulungagung – Di tengah arus perubahan yang bergerak begitu cepat, tidak sedikit generasi muda yang memilih mencari peluang di kota-kota besar atau bahkan di luar negeri. Namun, bagi Syofatun Nadifah, potensi terbesar justru berada di tempat ia tumbuh. Dari hamparan batu alam Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, lahirlah sebuah ikhtiar yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mengusung semangat pemberdayaan, dakwah, dan kebermanfaatan.

Sebagai kader Muhammadiyah sekaligus mahasiswa STAI Muhammadiyah Tulungagung, Syofatun memilih menempuh jalan yang tidak selalu mudah. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan aktivis organisasi, ia membangun Eco Crafting ID, sebuah usaha yang mengolah batu alam menjadi berbagai produk bernilai ekonomi dengan sentuhan inovasi dan kreativitas.

Baginya, membangun usaha bukan sekadar memenuhi kebutuhan finansial. Lebih dari itu, kewirausahaan menjadi ruang untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang selama ini ia pelajari di Muhammadiyah: bekerja keras, menghadirkan solusi, memberdayakan masyarakat, dan menebarkan kemaslahatan.

Berawal dari Potensi yang Terlupakan

Campurdarat telah lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil marmer dan batu alam berkualitas di Indonesia. Namun, Syofatun melihat bahwa kekayaan tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat apabila hanya dijual sebagai bahan mentah.

Dari kegelisahan itulah lahir Eco Crafting ID. Ia memandang bahwa batu alam tidak hanya memiliki fungsi sebagai material bangunan, tetapi juga menyimpan nilai seni, estetika, dan peluang ekonomi yang sangat besar apabila diolah menjadi produk kreatif.

“Sejak awal saya melihat bahwa marmer bukan hanya material bangunan, tetapi memiliki nilai seni dan potensi ekonomi yang besar. Potensi lokal seperti ini seharusnya tidak berhenti sebagai bahan baku, melainkan mampu diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Syofatun.

Melalui Eco Crafting ID, berbagai jenis batu alam diolah menjadi produk dekorasi interior, perlengkapan rumah tangga, hingga kebutuhan arsitektur yang mengikuti perkembangan desain modern tanpa meninggalkan karakter khas batu alam Campurdarat.

Langkah tersebut menjadi bentuk keberanian seorang perempuan muda dalam membaca peluang di tengah perubahan zaman. Ia tidak sekadar menjual produk, tetapi juga menghadirkan cerita tentang potensi lokal yang layak dikenal lebih luas.

Belajar Menjadi Entrepreneur tanpa Meninggalkan Idealisme

Perjalanan membangun Eco Crafting ID tidak berlangsung secara instan. Sebagai mahasiswa, Syofatun menyadari bahwa dunia usaha menuntut proses belajar yang panjang.

Karena itu, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan, seminar, workshop, hingga program pengembangan kewirausahaan. Salah satu capaian yang membanggakan adalah ketika ia berhasil lolos sebagai Top 150 BRI Pengusaha Muda Brilian (PMB) 2025 dari seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi ruang baginya untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta mengasah kemampuan dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

Menurutnya, proses belajar tidak boleh berhenti hanya karena seseorang telah memiliki usaha.

“Sebagai generasi muda, kami harus terus belajar dan terbuka terhadap perubahan. Dunia usaha berkembang sangat cepat. Karena itu, inovasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar usaha tetap relevan,” tuturnya.

Semangat belajar inilah yang kemudian menjadi fondasi dalam mengembangkan Eco Crafting ID. Ia percaya bahwa seorang entrepreneur tidak hanya dituntut mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki karakter pembelajar sepanjang hayat.

Dakwah Melalui Karya

Bagi Syofatun, menjadi kader Muhammadiyah memberikan cara pandang yang berbeda terhadap dunia usaha. Ia memaknai bisnis bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari dakwah bil hal, yaitu dakwah melalui tindakan nyata.

Nilai-nilai Islam Berkemajuan menjadi landasan dalam menjalankan usaha. Prinsip amanah, kejujuran, profesionalisme, keadilan, dan kebermanfaatan selalu diupayakan hadir dalam setiap proses bisnis.

“Dakwah tidak selalu dilakukan melalui mimbar. Ketika usaha mampu membuka peluang kerja, mengangkat potensi daerah, dan memberi manfaat bagi masyarakat, di situlah nilai dakwah hadir dalam bentuk yang nyata,” ujarnya.

Prinsip tersebut juga tercermin dalam komitmennya untuk menerapkan praktik usaha yang selaras dengan nilai-nilai ekonomi syariah. Ia mengedepankan transaksi yang transparan, menjaga kualitas produk, membangun kepercayaan pelanggan, serta menghindari praktik bisnis yang merugikan pihak lain.

Baginya, keberhasilan usaha bukan hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari sejauh mana usaha tersebut mampu menghadirkan kemaslahatan bagi lingkungan sekitar.

Menggerakkan Potensi Lokal

Eco Crafting ID tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk. Di balik setiap karya yang dihasilkan, terdapat semangat untuk menggerakkan roda ekonomi lokal.

Syofatun menyadari bahwa Campurdarat memiliki potensi besar sebagai sentra batu alam nasional. Karena itu, ia berupaya menjadikan Eco Crafting ID sebagai ruang kolaborasi bersama para perajin, pelaku UMKM, hingga mitra usaha lainnya.

Menurutnya, kolaborasi jauh lebih penting daripada sekadar bersaing.

“Kami terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari kontraktor, arsitek, desainer interior, hingga pelaku UMKM lainnya. Melalui kolaborasi, kami dapat terus belajar sekaligus memperluas manfaat yang bisa diberikan,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga memanfaatkan media sosial dan teknologi digital sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya memperkenalkan produk, Eco Crafting ID juga menghadirkan cerita mengenai proses produksi, kualitas material, serta nilai yang terkandung di balik setiap karya.

Strategi tersebut membuat bisnis tidak hanya dikenal sebagai penjual produk, tetapi juga sebagai media untuk mengenalkan kekayaan alam Campurdarat kepada masyarakat yang lebih luas.

Tantangan Menjadi Ruang Bertumbuh

Membangun usaha di usia muda tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga kualitas produk di tengah perubahan kebutuhan pasar yang berlangsung begitu cepat.

Selain itu, masih banyak masyarakat yang memandang batu alam hanya sebagai material bangunan. Padahal, menurut Syofatun, marmer memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk dekoratif dengan nilai ekonomi yang tinggi.

Namun, ia memilih menjadikan setiap tantangan sebagai ruang pembelajaran.

“Kami terus berinovasi, mendengarkan kebutuhan pelanggan, dan melakukan evaluasi. Tantangan bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi bagian dari proses yang membentuk sebuah usaha menjadi lebih kuat dan lebih matang,” katanya.

Konsistensi menjaga kualitas, memperluas jejaring, serta meningkatkan kemampuan tim menjadi strategi yang terus dilakukan agar Eco Crafting ID mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

Menjadi Inspirasi bagi Generasi Muda

Bagi Syofatun, generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku perubahan melalui kewirausahaan. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi akan memberikan manfaat lebih besar apabila diolah dengan kreativitas, inovasi, dan tanggung jawab.

Ia berharap semakin banyak anak muda, khususnya kader Muhammadiyah, yang berani memulai usaha tanpa meninggalkan nilai-nilai idealisme.

“Jangan takut memulai. Banyak anak muda terlalu lama menunggu waktu yang dianggap tepat, padahal kesempatan terbaik untuk belajar justru dimulai ketika kita berani mengambil langkah pertama. Bangun usaha dengan kualitas, integritas, dan niat untuk memberi manfaat, karena dari sanalah kepercayaan akan tumbuh,” pesannya.

Menurutnya, kewirausahaan bukan sekadar tentang menciptakan keuntungan, tetapi juga tentang membangun kemandirian, membuka peluang bagi orang lain, dan menghadirkan solusi atas persoalan di masyarakat.

Semangat belajar, berkarya, dan berdaya yang terus ia jalani menjadi cerminan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia usaha. Dari batu alam Campurdarat, Syofatun Nadifah membuktikan bahwa perempuan muda Muhammadiyah mampu menjadi entrepreneur yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, dan menghidupkan nilai-nilai Islam Berkemajuan melalui karya nyata.

Di tengah tantangan zaman, kisah Syofatun menjadi pengingat bahwa kewirausahaan bukan sekadar pilihan profesi. Bagi kader Muhammadiyah, ia dapat menjadi jalan dakwah, ruang pengabdian, dan ikhtiar menghadirkan kemajuan yang berpihak pada kemanusiaan serta kesejahteraan umat.

Kontributor: Jihan Muthaharoh

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Health Innovation Hackathon 2026, UMS Buka Peluang bagi Peserta Multidisiplin

    Health Innovation Hackathon 2026, UMS Buka Peluang bagi Peserta Multidisiplin

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • account_circle Nurul Fahri Friyanda
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk pertama kalinya menjadi penyelenggara program Hackathon 2026 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Melalui program bertajuk Health Innovation Hackathon 2026, UMS mendorong pengembangan solusi inovatif berbasis teknologi untuk menjawab permasalahan nyata di bidang kesehatan, obat, dan industri. Ketua Tim Task Force Program Hackathon 2026 […]

  • Komunitas motor BikersMu Chapter Kota Bogor menggelar kegiatan Micro Touring ke Situ Daun

    Komunitas motor BikersMu Chapter Kota Bogor menggelar kegiatan Micro Touring ke Situ Daun

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BOGOR – Komunitas motor BikersMu Chapter Kota Bogor menggelar kegiatan Micro Touring ke Situ Daun, Tenjolaya, Kabupaten Bogor, pada Ahad (1/6/2025). Touring ini digelar sebagai bentuk syiar dakwah dengan cara yang unik dan menyenangkan, yakni melalui hobi berkendara. Rombongan bikers berangkat dari Klinik PKU Muhammadiyah Bubulak, Kota Bogor, dan konvoi menuju lokasi Ground Breaking […]

  • Musyda XII IPM Lampung Timur, Satukan Langkah Wujudkan Era Baru

    Musyda XII IPM Lampung Timur, Satukan Langkah Wujudkan Era Baru

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMPUNG – Musyawarah Daerah (Musyda) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung Timur sukses terlaksana pada Jumat–Ahad, 25–27 September 2026 bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Marga Tiga  dengan mengusung tema “Satukan Langkah, Wujudkan Era Baru IPM Lampung Timur”. Kegiatan ini diikuti oleh 173 peserta dari unsur Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Ranting (PR) IPM se-Kabupaten Lampung […]

  • Pemikiran Reformis Pendidikan KH. Mas Mansur

    Pemikiran Reformis Pendidikan KH. Mas Mansur

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Oleh: Ade Irpansyah, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya Muhammadiyah, yang jadi organisasi Islam terbesar di Indonesia, udah duluan banget dalam nggabungin ajaran Islam sama kebutuhan zaman sekarang, terutama lewat perubahan di bidang pendidikan. Di masa penjajahan Belanda yang penuh tantangan, KH. Mas Mansur (1896-1946) muncul sebagai pemikir keren yang ngepimpin Muhammadiyah hampir dua puluh tahun (1923-1942). […]

  • Gas Poll Dakwah! BikersMu Chapter Sragen Korwil Jateng Sukses Taklukkan Jalur Jatim Selama Tiga Hari

    Gas Poll Dakwah! BikersMu Chapter Sragen Korwil Jateng Sukses Taklukkan Jalur Jatim Selama Tiga Hari

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 854
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SRAGEN – Komunitas dakwah Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Chapter Sragen sukses menggelar kegiatan touring dakwah selama tiga hari penuh, mulai dari Jumat (3/7) hingga Ahad (5/7). Diikuti oleh 43 peserta, perjalanan ini terasa spesial karena didampingi langsung oleh 5 orang Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, yaitu: KH. Muh Sauman, KH. Mustaqim, KH. Budi Santoso, KH. […]

  • Ketua LPP PWM Jateng: Pengasuh dan Mudir Harus 24 Jam Dampingi Santri dan Ustadz

    Ketua LPP PWM Jateng: Pengasuh dan Mudir Harus 24 Jam Dampingi Santri dan Ustadz

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 236
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purbalingga – Ketua LPP PWM Jawa Tengah KH. M. Irzal Fadholi didampingi anggota lembaga beserta Lazismu UMS hadir di pesantren Darussalam Slingga Purbalingga guna memberikan semangat dan pendampingan pengelolaan pesantren yang baik, Ahad, (17/9/2023). Kehadiran rombongan diterima langsung mudir PPMTQ dan Kepala MA PPMTQ Darussalam di kantor pesantren. Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Quran (PPMTQ) […]

expand_less