
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pimpinan Hizbul Wathan Kafilah Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Milad HW UMS yang ke-16 di Ruang Meeting Besar Griya Mahasiswa UMS pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Milad yang ke-16 Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) sebagai momentum refleksi perjalanan gerakan kepanduan sekaligus penguatan komitmen dalam mencetak kader pemimpin yang berkarakter Islami dan berdampak bagi masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga besar HW UMS, Dewan Kafilah, serta pimpinan HW UMS.
Rangkaian acara Milad ke-16 HW UMS diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan prosesi simbolis pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan organisasi selama 16 tahun. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengesahan buku pegangan dan majalah Hizbul Wathan UMS sebagai upaya penguatan literasi, dokumentasi sejarah, serta pengembangan kader secara berkelanjutan.

Salah satu agenda utama dalam peringatan Milad ini adalah talkshow bersama para perintis berdirinya HW UMS yang membahas sejarah, dinamika, serta nilai-nilai perjuangan yang melandasi terbentuknya Hizbul Wathan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Diskusi ini menjadi ruang transfer nilai dan pengalaman lintas generasi, sekaligus pengingat bahwa perjalanan HW UMS dibangun melalui proses panjang, tantangan, dan konsistensi kader.
Dalam sambutannya, Ketua Kafilah HW UMS menyampaikan bahwa usia 16 tahun merupakan fase penting untuk melakukan refleksi dan evaluasi gerakan. Ia menegaskan bahwa perjalanan Hizbul Wathan UMS selama ini telah melahirkan kader-kader yang tangguh, berkarakter Islami, serta memiliki kapasitas kepemimpinan. Milad ke-16 ini diharapkan menjadi momentum untuk terus menumbuhkan semangat kaderisasi dan memperluas dampak gerakan Hizbul Wathan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah, Ramanda Sutan, menekankan bahwa eksistensi Hizbul Wathan hingga saat ini tidak terlepas dari perjalanan sejarah yang panjang. Ia menyampaikan bahwa Hizbul Wathan pernah mengalami masa tenggelam akibat kebijakan politik sejak tahun 1961, sebelum kemudian bangkit kembali pada tahun 1999. Kebangkitan tersebut secara resmi ditanfidzkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tahun 2000 dengan mandat agar Hizbul Wathan berdiri dan berkembang di seluruh jenjang pendidikan Muhammadiyah.
“Kita patut bersyukur bahwa Hizbul Wathan hingga hari ini tetap relevan dan eksis dalam gagasan awal pendiriannya. Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa Hizbul Wathan memiliki daya tahan dan nilai perjuangan yang terus hidup dalam kader-kadernya,” ungkap Ramanda Sutan.
Melalui peringatan Milad ke-16 ini, Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta meneguhkan kembali perannya sebagai wadah pembinaan kader yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan kepanduan. Ke depan, HW UMS diharapkan terus berkembang, menjaga nilai-nilai perjuangan, serta melahirkan kader pemimpin yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat luas.
Kontributor: Muham/Media HW UMS
Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi



