BeritaKaltimPersyarikatan

PWM Kaltim Bekali Delegasi Muktamar Nasyiatul Aisyiyah dan Tapak Suci, Tegaskan Jaga Marwah Persyarikatan dan Tolak Politik Transaksional

PWM Kalimantan Timur berharap seluruh utusan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik Kalimantan Timur, serta menjadi duta Persyarikatan yang menunjukkan integritas, kedewasaan, dan semangat berkemajuan.

Samarinda – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur memberikan pembekalan kepada para utusan yang akan mengikuti Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta (Solo) dan Muktamar Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, yang akan berlangsung secara bersamaan pada 6–9 Agustus 2026. Pembekalan tersebut dilaksanakan di Kantor PWM Kalimantan Timur, Samarinda, pada Senin (3/8/2026) sebagai bagian dari ikhtiar mempersiapkan delegasi agar mampu menjalankan amanah Persyarikatan dengan penuh tanggung jawab.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur, yaitu Ketua KH. M. Jafron, Sekretaris H. Amir Hady, serta para Wakil Ketua H. Abdul Azis Muslim, H. A. Sobyan Herman, dan H. Abdullah.

Dari unsur utusan Muktamar Tapak Suci tingkat wilayah, hadir Ketua Pimpinan Wilayah XIII Tapak Suci Kalimantan Timur H. Ego Arifin dan Sekretaris Ridwan Ramadhan. Sementara dari unsur Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah hadir Ketua Rini Astuti, Sekretaris Misbahul Afifah, serta Paula Mariana Kustiawan dan Dwi Astri Andriani sebagai bagian dari delegasi PWNA Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Ketua PWM Kalimantan Timur KH. M. Jafron menegaskan bahwa para peserta muktamar bukan sekadar hadir sebagai delegasi, melainkan membawa amanah besar untuk menjaga nama baik Muhammadiyah dan menunjukkan keteladanan sebagai kader Persyarikatan.

«”Saudara-saudara berangkat bukan membawa kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi membawa amanah Muhammadiyah Kalimantan Timur. Karena itu, jagalah akhlak bermusyawarah, perkuat ukhuwah, hormati seluruh peserta, dan jadilah duta Persyarikatan yang menunjukkan kedewasaan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” pesan KH. M. Jafron.»

Ia juga mengingatkan bahwa muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi yang harus dimaknai sebagai sarana ibadah dan dakwah, bukan arena kompetisi yang menghalalkan segala cara.

«”Siapa pun yang terpilih adalah keputusan musyawarah yang harus diterima dengan lapang dada. Yang paling penting bukan siapa yang menang, tetapi bagaimana Muhammadiyah dan organisasi otonomnya semakin maju, semakin berkemajuan, dan semakin memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.”»

Sementara itu, Sekretaris PWM Kalimantan Timur H. Amir Hady mengingatkan seluruh delegasi agar senantiasa memegang teguh nilai-nilai organisasi, menaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, serta menjaga disiplin selama mengikuti seluruh rangkaian muktamar.

«”Kita ingin delegasi Kalimantan Timur dikenal karena integritasnya, kedisiplinannya, serta kemampuannya membangun komunikasi dan persaudaraan dengan seluruh peserta dari berbagai wilayah. Jadilah teladan dalam setiap forum, baik di dalam maupun di luar persidangan, sampaikan usulan, saran dan rekomendasi serta program kerja yang berdampak pada wilayah dan daerah, terutama upaya rekrutmen dan penambahan anggota, baik bagi NA maupun bagi Tapak Suci” ujarnya.»

Menurutnya, muktamar adalah momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas jejaring dakwah antarkader Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Para Wakil Ketua PWM Kalimantan Timur yang hadir juga menyampaikan pesan-pesan normatif kepada seluruh peserta. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam berkhidmat, mengutamakan kepentingan Persyarikatan di atas kepentingan pribadi, menjunjung tinggi adab dalam berbeda pendapat, serta memperkuat semangat kolektif-kolegial yang menjadi ciri kepemimpinan Muhammadiyah.

Dalam pembekalan tersebut, PWM Kalimantan Timur juga menegaskan kembali pesan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan permusyawaratan organisasi. Edaran tersebut mengingatkan seluruh kader agar menjadikan musyawarah sebagai wahana pengabdian kepada Allah SWT dan kemajuan Persyarikatan, serta menolak segala bentuk politik transaksional, politik uang, mobilisasi kepentingan kelompok, maupun intervensi pihak luar yang dapat merusak marwah Muhammadiyah.

Selain itu, seluruh peserta diharapkan menjaga ukhuwah Islamiyah, menjunjung tinggi etika bermusyawarah, mengedepankan dialog yang santun, serta menerima setiap keputusan muktamar dengan jiwa besar sebagai hasil permusyawaratan yang dilandasi hikmah.

PWM Kalimantan Timur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Tapak Suci dan Nasyiatul Aisyiyah yang telah mempersiapkan diri mengikuti agenda nasional tersebut. Kehadiran delegasi dari Kalimantan Timur diharapkan tidak hanya berpartisipasi dalam proses persidangan, tetapi juga memberikan kontribusi pemikiran bagi penguatan gerakan dakwah, kaderisasi, dan pengembangan organisasi di tingkat nasional.

Berdasarkan dokumen peserta yang diterima PWM Kalimantan Timur, delegasi Muktamar Tapak Suci berjumlah 19 orang, berasal dari unsur Pimpinan Wilayah XIII serta Pimpinan Daerah Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Timur, dan Berau.

Sementara itu, delegasi Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Timur juga berjumlah 19 orang, terdiri atas unsur Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang memperoleh mandat resmi untuk mengikuti Muktamar pada 7–8 Agustus 2026 di Hotel Syariah Lorin dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Mengakhiri pembekalan, seluruh jajaran PWM Kalimantan Timur mendoakan agar seluruh delegasi diberikan kesehatan, kelancaran perjalanan, kemudahan dalam menjalankan amanah, serta mampu membawa pulang hasil-hasil muktamar yang semakin memperkuat gerakan Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Tapak Suci di Kalimantan Timur.

“Berangkat membawa amanah, bermusyawarah dengan hikmah, dan pulang membawa kemajuan untuk Persyarikatan.”(ay.1)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button