
KABARMUH.ID, PURWOKERTO — Semarak Milad ke-70 SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto tidak hanya ditandai dengan perayaan perjalanan panjang sekolah, tetapi juga dengan gelora prestasi dan kreativitas pelajar. Sebanyak 236 pelajar dari 27 sekolah turut memeriahkan Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Seni Kreasi Islami Tahun 2026 yang digelar di Hanggar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.30 WIB tersebut menghadirkan suasana semarak. Sejak pagi, Hanggar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto dipenuhi peserta, guru pendamping, panitia, serta tamu undangan yang datang untuk mengikuti dan menyaksikan rangkaian perlombaan.
Olimpiade dan seni kreasi Islami tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Banyumas, Wahyu Adhi Pibrianto, S.STP., M.A. Dalam sambutannya, Wahyu menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.
Ia juga mengajak para pelajar untuk mempertimbangkan SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. “Kalau bisa mendaftar sekarang di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, tidak usah menunggu yang akan datang,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta dan tamu undangan.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pembentukan karakter dan akhlak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Bukan Sekadar Berebut Juara
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas, H. Asep Saeful Anwar, S.P., M.P., mengapresiasi penyelenggaraan Olimpiade PAI dan Seni Kreasi Islami yang mendapat sambutan positif dari berbagai sekolah.
Menurut Asep, kehadiran 236 pelajar dari 27 sekolah menunjukkan tingginya antusiasme sekaligus menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang perjumpaan dan silaturahmi antar pelajar. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, Olimpiade PAI dan Seni Kreasi Islami menjadi sarana mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas seni, karakter, ukhuwah, serta kecintaan generasi muda terhadap ajaran Islam. “Jumlah dan keberagaman peserta ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dan menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan pelajar dari berbagai sekolah dalam suasana yang positif, religius, dan penuh persaudaraan,” katanya.
Asep menambahkan, nilai-nilai Islam Berkemajuan perlu terus ditanamkan dalam kehidupan pelajar melalui berbagai kegiatan positif yang mampu memadukan pengetahuan, kreativitas, akhlak, dan semangat berprestasi.
Empat Cabang, Ratusan Pelajar Unjuk Potensi
Dalam gelaran tersebut, Olimpiade PAI menjadi salah satu cabang yang mendapat antusiasme tinggi. Sebanyak 105 peserta dari 27 SMP/MTs se-Kabupaten Banyumas mengikuti kompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Selain Olimpiade PAI, terdapat tiga cabang seni kreasi Islami lainnya. Puisi Islami diikuti 29 peserta, Story Telling sebanyak 27 peserta, sedangkan Paduan Suara Islami diikuti 75 peserta yang terbagi dalam lima regu.
Keempat cabang perlombaan tersebut memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan yang beragam. Olimpiade PAI menguji penguasaan pengetahuan keislaman, sementara Puisi Islami, Story Telling, dan Paduan Suara Islami menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, serta bakat seni bernuansa Islami. Antusiasme peserta terlihat sepanjang perlombaan. Mereka tampil dengan penuh percaya diri sekaligus menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.
Lahirkan Para Juara
Persaingan yang berlangsung semarak akhirnya melahirkan para juara dari masing-masing cabang perlombaan.
Pada Olimpiade PAI, SMP Muhammadiyah Beji Kedungbanteng berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto, sedangkan Juara III diraih SMP UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto). Sementara itu, pada cabang Paduan Suara Islami, Juara I diraih SMP Islam Andalusia Kebasen, Juara II SMP Muhammadiyah Jatilawang, dan Juara III MTs Muhammadiyah Pekuncen.

Pada cabang Puisi Islami, Juara I diraih SMP Al-Irsyad Al-Islamiyah Boarding School Purwokerto. Juara II dan Juara III masing-masing diraih SMP Al-Irsyad Al-Islamiyah Purwokerto. Adapun cabang Story Telling menempatkan SMP Negeri 2 Purwokerto sebagai Juara I. Juara II diraih SMP Al-Irsyad Al-Islamiyah Boarding School Purwokerto, sementara Juara III diraih SMP Al-Irsyad Al-Islamiyah Purwokerto.
Milad ke-70, Perkuat Pendidikan Berkarakter
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, Imam Suyanto, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah, Majelis Dikdasmen, panitia, juri, guru pendamping, hingga seluruh peserta. “Alhamdulillah pelaksanaan Olimpiade berjalan dengan baik, aman, dan nyaman. Terima kasih kepada Disdikdasmen, Majelis Dikdasmen, panitia, juri, guru pendamping, dan seluruh peserta. Semoga silaturahmi antarsekolah semakin erat dan semangat Islam Berkemajuan terus tertanam di hati para pelajar,” ujarnya.
Menurut Imam, Milad ke-70 SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan kekuatan iman.
Melalui Olimpiade PAI dan Seni Kreasi Islami, nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam kompetisi yang sehat, kreativitas, silaturahmi, dan pengembangan potensi peserta didik.
Semarak Milad ke-70 akhirnya bukan sekadar tentang bertambahnya usia SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi panggung bagi generasi muda untuk belajar, berprestasi, berkarya, memperkuat ukhuwah, dan menumbuhkan semangat Islam Berkemajuan.
Dari Hanggar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan dibawa para pelajar untuk memberikan manfaat bagi sekolah, umat, dan bangsa. Muhammadiyah Mencerahkan, Banyumas Berkemajuan!
Kontributor: Tarqum Aziz | JurnalisMu
Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi



