Berbuah Manis, Perjuangan Siswa MI MULA di Pesisir Pantai Sabet Deretan Juara
- account_circle Adi Kurnia
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, LAMONGAN – Suasana haru dan bangga menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Modern Paciran pada Sabtu (12/9/2026). Di tengah ribuan pasang mata dan sengitnya persaingan ajang regional Mudama Got Talent, riuh tepuk tangan membahana ketika nama MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA) berkali-kali dipanggil menuju panggung kehormatan.
Bukan hal mudah bagi para siswa tingkat dasar ini untuk berdiri di sana. Selama hampir satu bulan penuh, tubuh-tubuh mungil itu menempa diri. Di bawah terik matahari dan empasan angin pesisir, mereka melatih baris-berbaris, merangkai tali pionering, hingga menyelaraskan gerakan semaphore. Rasa lelah yang menumpuk seolah terbayar tuntas saat sederet trofi kebanggaan berhasil mereka peluk erat.
Di kategori kepanduan Hizbul Wathan, kontingen MI MULA sukses membawa pulang piala dari berbagai cabang, yakni: Juara 1 Pionering Putra, Juara 3 Pionering Putri, Juara 3 PBB Putra, Juara Harapan 1 Semaphore Dance Putri, dan Juara Harapan 3 PBB Putri
Bagi Nugi, siswa kelas 6 peserta Pionering Putra, kemenangan ini adalah buah dari ketekunan yang pantang menyerah. Senyum lebar tak lepas dari bibirnya saat mengenang perjuangan timnya yang berlatih tanpa kenal lelah. “Usaha keras kami selama ini rasanya terbayar lunas,” ungkapnya penuh rasa puas.
Sementara itu, cerita berkesan juga datang dari Riska, siswi kelas 6 yang memimpin sebagai Komandan Peleton (Danton) PBB Putri. Meski meraih Juara Harapan 3, tak ada raut kecewa di wajahnya. Dengan kedewasaan yang menyentuh hati, ia justru menganggap hasil ini sebagai pelajaran berharga. Bagi Riska, pengalaman menempa mental di lapangan jauh lebih bernilai untuk masa depannya.
Keberhasilan anak-anak ini tidak lepas dari genggaman tangan dingin para guru dan pelatih Hizbul Wathan yang mendampingi dengan penuh kesabaran. Kepala MI Muhammadiyah 09 Labuhan, Ma’in, S.HI., tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kontingen.
“Semangat belajar, kedisiplinan, dan kerja sama tim yang solid menjadi kunci utama anak-anak mampu menyelesaikan tiap tantangan sesuai juknis hingga meraih juara,” tutur Ma’in penuh rasa syukur.
Menembus deretan juara di tingkat Jawa Timur—bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan dari kota-kota besar seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, hingga Tuban—membuktikan bahwa kerja keras dan ketulusan tidak pernah mengkhianati hasil. Sinergi indah antara siswa, pelatih, sekolah, dan orang tua telah merajut kisah inspiratif ini, mengukir kenangan manis yang akan terus membakar semangat mereka untuk melangkah lebih tinggi.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan bahwa proses pendidikan karakter di tingkat dasar tidak hanya berpusat di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan kepanduan seperti Hizbul Wathan, para siswa secara tidak langsung ditempa untuk memiliki mental pantang menyerah, ketahanan fisik, serta kedisiplinan yang tinggi. Keterampilan praktis—mulai dari ketelitian merangkai simpul pionering hingga kekompakan dalam baris-berbaris—menjadi media nyata untuk melatih kecerdasan kinestetik, pemecahan masalah, dan kepemimpinan sejak dini.
Lebih dari sekadar meraih trofi, dinamika berkompetisi di tingkat regional mengajarkan anak-anak tentang arti penting kematangan emosional. Sikap saling mendukung saat lelah, rasa puas atas hasil kerja keras, hingga keikhlasan menerima peringkat sebagai bahan evaluasi adalah fondasi penting bagi pembentukan kecerdasan emosional.
Sinergi antara kebebasan berekspresi, bimbingan penuh kesabaran dari para pendidik, dan dukungan moral orang tua menjadi kunci utama dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh dan berkarakter di masa depan.
Penulis: Marmulik Hidayah
- Penulis: Adi Kurnia
Saat ini belum ada komentar