Belajar TOGA secara Langsung, Siswa MIM Tawangsari Antusias Praktek Membuat Minuman Bunga Telang
- account_circle Nurul Fahri Friyanda
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Praktek membuat minuman dari Bunga Telang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID; SURAKARTA – Mengenalkan manfaat tanaman obat keluarga (TOGA) kepada anak usia sekolah dapat dilakukan melalui pembelajaran yang menyenangkan dan praktik secara langsung. Pendekatan tersebut diterapkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Tawangsari, Teras, Boyolali, yang melibatkan siswa kelas VI.
Kegiatan yang dipimpin oleh Ir. Dinda Safitri, S.T., M.Eng., Asisten Ahli Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini bertujuan mengenalkan berbagai jenis tanaman obat keluarga, manfaatnya, serta cara pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, siswa kami ajak untuk memahami bahwa tanaman yang tumbuh di lingkungan sekitar tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara bijak sebagai bagian dari pengetahuan tentang kesehatan dan pemanfaatan sumber daya alam,” ujarnya, Sabtu, (9/10/2026).
Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai TOGA. Selanjutnya, siswa mendapatkan materi tentang pengertian TOGA, jenis-jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan, serta manfaat dan cara pengolahannya. Materi disampaikan dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami oleh siswa.
“Tidak hanya menerima materi, siswa juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung pengolahan tanaman menjadi produk minuman. Pada sesi praktik, siswa kami ajak membuat minuman berbahan dasar bunga telang yang dikombinasikan dengan serai dan jeruk nipis,” katanya.
Perpaduan bahan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menarik sekaligus memperkenalkan variasi pemanfaatan tanaman dan rempah dalam pengolahan minuman.
“Antusiasme siswa terlihat selama mengikuti rangkaian kegiatan, khususnya pada sesi praktik pembuatan minuman. Pembelajaran yang memadukan penjelasan materi dan pengalaman langsung ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal bahan-bahan alami secara lebih dekat, mengamati proses pengolahannya, serta memahami penerapan pengetahuan yang telah diperoleh,” tambahnya.
Apresiasi terhadap program ini datang dari pihak mitra. Guru kelas VI MIM Tawangsari, Riyoko, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini.
“Saya merasa senang karena kegiatan PkM memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa, terutama melalui praktik langsung pembuatan minuman berbahan bunga telang, serai, dan jeruk nipis,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat membantu siswa mengenal potensi tanaman di lingkungan sekitar sekaligus membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan posttest untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti penyampaian materi dan praktik. Pretest dan posttest menjadi bagian dari evaluasi kegiatan untuk melihat perubahan pemahaman siswa mengenai TOGA.
Melalui kegiatan PkM dengan skim dengan skim Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M), Rabu (4/10 2026),siswa diharapkan semakin mengenal potensi tanaman di lingkungan sekitar, memahami cara pemanfaatannya, serta tumbuh kepedulian untuk menjaga dan mengembangkan tanaman yang bermanfaat.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran kontekstual di sekolah, sehingga pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman praktik yang menyenangkan.
Pengenalan TOGA sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dengan demikian, tanaman yang dijumpai sehari-hari dapat menjadi sumber pembelajaran yang bermakna bagi generasi muda.
Kontributor: Adi/Humas
Editor: Nurul Fahri
- Penulis: Nurul Fahri Friyanda