Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Solusi Cerdas Qur’ani untuk Membendung Peredaran Hoaks

Solusi Cerdas Qur’ani untuk Membendung Peredaran Hoaks

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
  • visibility 972
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: M. Andhim dan An-najmi FR

Bagai hujan di bulan Januari. Tanpa diharapkan pun datangnya hampir setiap hari. Begitu dengan hari-hari kita yang terus dibanjiri oleh bayang-bayang hoaks. Nampaknya hoaks atau kabar bohong itu telah mewarnai kehidupan manusia modern. Karena hoaks itu sendiri sudah menjadi ciri dari era di mana manusia hidup saat ini. Era yang familiar dengan julukan post-truth.  Suatu masa yang cenderung mengabaikan fakta dan kebenaran. Manser (1996) sebagaimana yang dikutip oleh ulya (2018) mengatakan bahwa hoaks atau kabar bohong merupakan anak kandung dari era post-truth. Motif penyebar hoaks dalam menyebarkan hoaks itu sendiri beraneka ragam. Bagi mereka yang sadar, hoaks merupakan alat yang ampuh untuk menciptakan kegaduhan, kebencian, hingga konflik antar pihak yang menjadi sasaran.  Sedangkan pelaku penyebar hoaks yang tidak menyadari tindakannya,  hanya dijadikan sebagai alat untuk mendukung kepentingan oleh pihak yang tidak bertangung jawab.

Saluran terbesar penyebaran hoaks di Indonesia menurut survei Mastel tahun 2019 ialah sebesar 87,50 % melalui media sosial. Sedangkan media cetak hanya berkisar pada angka 6,40 %. Data ini menunjukkan bahwa peran teknologi dalam penyebaran hoaks cukup tinggi. Survei yang melibatkan 941 responden ini juga menunjukan bahwa kontent dari hoaks itu sendiri didominasi oleh isu sosial-politik (93,20%), disusul oleh isu SARA (76,20%), kemudian isu pemerintahan (61,70%), dan ada beberapa isu yang lainnya seperti kesehatan, bencana alam, lowongan kerja, pangan, keuangan, IPTEK, dan berita duka. Data hasil Survei ini mengafirmasi bahwa status Indonesia sampai detik ini masih gawat darurat dari hoaks. Perlu penanganan yang cepat dan tepat dari seluruh elemen bangsa. Tak terkecuali umat Islam, mengingat posisinya sebagai umat mayoritas. Mari kita buka pedoman hidup kita.

Istilah berita bohong (hoaks) dalam al-Qur’an bisa diidentifikasi dari pengertian kata  al-Ifku yang berarti keterbalikan. Adapun yang dimaksud di sini ialah sebuah kebohongan besar, karena kebohongan adalah pemutarbalikan fakta.  Islam memandang hoaks ini sebagai sesuatu yang harus dihindari oleh seorang mukmin. Karena dampak yang timbulkan cukup dahsyat adanya. Umumnya berupa perselisihan, permusuhan, hingga berujung pada pertumpahan darah di mana-mana. Oleh karenanya tak tanggung-tanggung banyak ayat yang melarangnya.

Selain anjuran untuk meninggalkan hoaks. Al-Qur’an juga menawarkan berbagai solusi untuk membendung peredaran hoaks. Salah satu ayat yang berkaitan perihal ini ialah an-Nisa’ ayat 83. Didalamnya mengajarkan kepada umat Islam tentang bagaimana etika serta tata cara menyikapi datangnya suatu berita. Begitupula yang dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir, yang menegaskan pengingkaran terhadap orang yang tergesa-gesa dalam menanggapi berbagai urusan sebelum meneliti kebenarannya. Tanpa pikir panjang segeralah ia memberitakan dan menyiarkannya. Padahal belum tahu kebenaran kabar yang diterimanya. “Kuwi wong sembrono” julukan mereka oleh warga Pantai Utara.

Di dalam tafsir al-Wajiz dijelaskan bahwa an-Nisa’:83  memuat pengajaran dari Allah tentang perbuatan yang tidak patut dikerjakan. Seyogyanya apabila datang kepada mereka suatu perkara penting. Perkara umum yang berkaitan dengan kebahagiaan kaum mukminin. Serta  kekhawatiran yang mengakibatkan suatu musibah atas mereka. Maka mereka harus memastikan terlebih dahulu dan tidak tergesa-gesa untuk menyebarkan kabar itu. Ayat ini juga mengisyaratkan tentang larangan dari sikap terburu-buru dalam menyampaikan informasi yang baru saja didapatkan. Seharusnya dalam perkara seperti itu perlu memastikan (tabayun) sebelum membicarakan dan menyebarluaskannya

Tabayun atau verifikasi berita merupakan satu amal solih yang memberikan banyak maslahat. Selain memutus tali kebathilan (dusta), tabayun juga merupakan upaya preventif dari timbulnya kerusakan yang akan diakibatkan. Salah satu metode untuk tabayun dapat menerapkan teori asbabun nuzul. Mula-mula dengan melihat profil penyebar berita atau riwayat postingan-postingannya. Jika riwayat postingan-postingan sebelumnya menunjukkan kebiasaan membagikan kabar bohong. Patut diwaspadai, alih-alih dicurigai bahwa  postingan-postingan berikutnya pun juga tak akan jauh beda dengan postingan sebelumnya.

Perlu ketelitian dan penuh kewaspadaan sebelum membagikan informasi baru. Bahasa kerennya “saring sebelum sharing”.  Selanjutnya untuk mendapatkan pemahaman/ makna yang tepat dari suatu berita perlu mencari tahu konteks  dimana kabar itu muncul.  Karena seorang anak, tak mungkin hadir tanpa seorang ibu. Demikian halnya dengan teks (berita), yang takkan pernah lepas dari konteks yang ada di belakangnya. Perlunya kita melakukan ini taklain untuk menghindari mis-informasi  dan dis-informasi terhadap suatu peristiwa. Bukankah kita yakin kepada hari akhir? Jika kita yakin, pasti kita akan lebih memilih berdiam diri daripada harus menyebar kabar yang belum jelas kepastiannya.  Mari bersama tahan diri supaya tiada lagi dusta  yang beredar di antara kita. Tabik!

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanggapi Tingginya Kasus DBD dan Chikungunya, Mahasiswa KKN FIK UMS Hadirkan Inovasi Puding Labu Kuning melalui SAPA Waspada

    Tanggapi Tingginya Kasus DBD dan Chikungunya, Mahasiswa KKN FIK UMS Hadirkan Inovasi Puding Labu Kuning melalui SAPA Waspada

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan chikungunya di Dukuh Jetis dan Bancakan, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 37 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan program SAPA Waspada sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap kedua penyakit tersebut. Program ini […]

  • Muchamad Arifin Tegaskan MLC Bukan Akhir, tapi Awal Dakwah

    Muchamad Arifin Tegaskan MLC Bukan Akhir, tapi Awal Dakwah

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah meluncurkan Mualaf Learning Center (MLC) Muhammadiyah di RS Universitas Muhammadiyah Semarang, Sabtu (13/9). Peresmian dilakukan oleh Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, dan dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari tokoh Muhammadiyah, akademisi, aparat kepolisian, jajaran LDK se-Jawa Tengah, serta beberapa utusan […]

  • DIKLATSAR KOKAM Kabupaten Pekalongan 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Pentingnya Trilogi KOKAM

    DIKLATSAR KOKAM Kabupaten Pekalongan 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Pentingnya Trilogi KOKAM

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 102
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Pekalongan — Rangkaian kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar atau DIKLATSAR Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 resmi ditutup pada Ahad, 14 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 12–14 Juni 2026, tersebut dilaksanakan di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Penutupan kegiatan berlangsung dengan penuh […]

  • Berkembang atau Tumbang di Tengah Jalan?

    Berkembang atau Tumbang di Tengah Jalan?

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.467
    • 0Komentar

    “KITA akan menjadi saksi perubahan. baik dari hal-hal kecil yang dapat mengubah kebiasaan, hingga revolusi besar yang dalam senyap memusnahkan peradaban. Hanya akan ada dua pilihan; berkembang atau tumbang di tengah jalan?” Stephen Elop, CEO Nokia, sebelum menyerahkan divisi handset perusahaannya kepada Microsoft berkata, “We didn’t do anything wrong, but then we lost.” Nokia tidak […]

  • PCM Grogol Gelar Tarhib Ramadhan, Teguhkan Persaudaraan dan Pemahaman Kalender Hijriyah

    PCM Grogol Gelar Tarhib Ramadhan, Teguhkan Persaudaraan dan Pemahaman Kalender Hijriyah

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO – Tarhib Ramadhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Grogol digelar pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Baitul Makmur Solo Baru, Sukoharjo. Masjid yang sejuk dan nyaman tersebut menjadi lokasi utama kegiatan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh seluruh pimpinan Cabang Muhammadiyah, ’Aisyiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), serta […]

  • Mengenal Filantropi Islam

    Mengenal Filantropi Islam

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 229
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Hari ke-5 di bulan Ramadhan 1445 H. Masjid Islamic Center UAD mengundang Ustaz Andi Suseno, S.Th.I., M.Ag. (Kabid Kurikulum dan SDM PERSADA UAD) sebagai Pemateri pada kajian menjelang berbuka puasa ini. Dia menyampaikan tentang Filanthropi Islam. Di mana Filantropi merupakan rasa kecintaan, kasih sayang serta kedermawanan sesama manusia. Dari hal itu, tujuan […]

expand_less