Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Pentingnya Pendidikan Berkualitas: Warisan Pemikiran Buya Hamka dalam Membentuk Pribadi Berkarakter Penerus Bangsa

Pentingnya Pendidikan Berkualitas: Warisan Pemikiran Buya Hamka dalam Membentuk Pribadi Berkarakter Penerus Bangsa

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
  • visibility 275
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Helmi Nurrohman*

Dalam mewujudkan penerus bangsa yang berkarakter dan unggul, pentingnya pendidikan berkualitas menjadi pilar utama. Warisan pemikiran Buya Hamka menjelma sebagai panduan berharga dalam membentuk pribadi yang kokoh dan berintegritas. Dimana banyaknya kemerosotan dalam pembangunan karakter pada penerus bangsa ini, sehingga timbul kecemasan bagaimana kualitas para penerus bangsa ini?. Buya Hamka, sebagai seorang intelektual dan ulama besar Indonesia, telah meninggalkan warisan pemikiran yang memandang hal ini sebagai aspek krusial dalam memajukan masyarakat. Konsep-konsep yang diusung oleh Buya Hamka, serta pemaparan tentang betapa hal ini menjadi pondasi yang tak dapat digantikan dalam membentuk individu yang memiliki karakter, yang pada gilirannya menjadi pendorong positif bagi kelangsungan dan kemajuan bangsa.

Menurut Hamka, dalam bukunya pribadi hebat. Pribadi yang besar adalah pilar utama dalam membentuk kebangsaan, karena kebesaran pribadi menjadi landasan kuat yang menggerakkan kemajuan suatu bangsa. Sebaliknya, keteguhan bangsa merupakan faktor penting yang membentuk karakter pribadi, menciptakan kohesi sosial yang esensial untuk pertumbuhan bersama.

Bisa di lihat, bahwa seberapa crusial sebuah pendidikan karakter untuk kemajuan sebuah bangsa atau negara. lalu apakah hanya pemuda saja yang harus mendapatkan pendidikan karakter dan akhlak untuk kemajuan sebuah bangsa? Tentu tidak, ada beberapa elemen seperti orang tua dan guru, yang harus sudah lepas dari penjajahan jiwa dan pemikiran kolot yang ditanamkan pada masa penjajahan sehingga menimbulkan banyaknya karakter pribadi orang tua dan guru kita, yang tidak berani berbeda dengan pendapat umum, berpikir dengan pikiran orang lain, tidak sanggupnya menyatakan pendirian sendiri. Secara tidak langsung tersampaikan kepada penerus bangsa kita ini.

Oleh karena itu, kita tidak hanya dapat mengandalkan sistem pendidikan tradisional. Selain itu, kita harus mengedepankan sistem pendidikan yang menekankan kemampuan berpikir dan berkerja. Kemampuan untuk merumuskan dan mengaplikasikan ide atau gagasan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci. Individu dengan kualitas seperti ini diperlukan untuk mengisi kemerdekaan ini, pribadi yang telah melepaskan diri dari bayang-bayang penjajahan jiwa yang ditinggalkan oleh masa penjajahan dahulu.

Lalu pendidikan karakter seperti apa yang harus kita ikuti, apakah seperti barat yang memakai ilmu pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan hidup,nafsu, dan materi. Sehingga terciptalah Bom Atom dan Nuklir yang mengancam kehidupan manusia. Atau seperti timur yang hanya menggunakan ilmu untuk mementingkan kebatinan saja, dan mengesampingkan dunia, sehingga matilah semangat mereka untuk berjuang untuk kepentingan dunia.

Menurut Hamka dalam bukunya pribadi hebat. .Kita harus memiliki cita-cita, kemauan, pemikiran, dan usaha untuk menyatukan kedua kepentingan tersebut. Tujuan utama kita adalah kebahagiaan bagi bangsa dan tanah air, serta setelahnya bagi seluruh dunia. Ini mencakup dimensi lahir dan batin, materi dan jiwa, jasmani dan ruhani, kekuatan dan pengaruh, ilmu pengetahuan dan usaha, serta keyakinan agama dan pandangan kemanusiaan. Dengan mengintegrasikan semua aspek ini, kita dapat mencapai kemajuan yang holistik dan berkelanjutan.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk menanamkan pada setiap anak bangsa bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian materi atau urusan akhirat semata. Ilmu pengetahuan haruslah menjadi landasan untuk membentuk karakter pribadi yang seimbang, menggabungkan aspek materi, rohani, dan jiwa. Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya fokus pada dunia yang akan datang atau kepentingan duniawi semata, namun juga memberikan perhatian pada realitas kehidupan sehari-hari.

Dalam rangka menciptakan karakter baru bagi anak bangsa, kita perlu mengembangkan pribadi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai materi dan spiritual, tanpa mengabaikan konteks dunia yang sedang dijalani saat ini. Hal ini akan membentuk kepribadian yang tangguh, berani, dan mampu mempertahankan identitas bangsa tanpa harus tunduk kepada pengaruh dari pribadi bangsa lain.Dengan demikian, langkah ini bukan hanya tentang menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mengarah pada pembentukan karakter yang kokoh dan berdaya, menjadikan anak bangsa mampu menghadapi tantangan dunia modern dengan keberanian dan keutuhan nilai-nilai kulturalnya. Mari bersama-sama menyatukan aspek-aspek tersebut dalam pendidikan dan pembinaan generasi penerus, agar tercipta bangsa yang berkarakter dan mampu berkontribusi positif dalam skala global.

“Kepada pemuda, bebanmu akan berat, jiwamu harus kuat. Akan tetapi, aku percaya langkahmu akan jaya. Kuatkan pribadimu” – HAMKA

*Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PDM Cilacap Resmi Kukuhkan UPP (Unsur Pembantu Pimpinan)

    Ketua PDM Cilacap Resmi Kukuhkan UPP (Unsur Pembantu Pimpinan)

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 238
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Cilacap – Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Cilacap, Dr. KH. Habib Ghazali, M.Sy secara resmi mengukuhkan Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) di gedung Dakwah Aisyiyah Cilacap, Sabtu (16/9/2023). Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Cilacap, Dr. KH. Habib Ghazali, M.Sy secara resmi mengukuhkan Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) dalam upaya mendukung pelaksanaan program kerjanya. Pengukuhan […]

  • Cegah KDRT, Mahasiswa UMS Edukasi Warga tentang Kesadaran Hukum dan Perlindungan Hak Perempuan

    Cegah KDRT, Mahasiswa UMS Edukasi Warga tentang Kesadaran Hukum dan Perlindungan Hak Perempuan

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Hukum dan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan workshop bertema “Peningkatan Kesadaran Hukum dan Perlindungan Hak-Hak Perempuan dalam Lingkup Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (BA) 5, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Acara ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) […]

  • Menyemai Semangat Literasi di Hari Buku Nasional

    Menyemai Semangat Literasi di Hari Buku Nasional

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Di tengah era serba digital, Impian Nopitasari, Dosen Tidak Tetap (DTT) Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), terus menyalakan semangat literasi melalui tulisan dan karya. Tak hanya mengajar di kelas, ia juga produktif menulis dan telah menerbitkan lima buku, yakni Kembang Pasren, Si Jlitheng, Payung Biru Jeta, […]

  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan “75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah” dari Suara Merdeka Network

    Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan “75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah” dari Suara Merdeka Network

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menerima apresiasi sebagai salah satu dari 75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah dalam peringatan HUT ke-75 Suara Merdeka yang diselenggarakan di Kota Semarang. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam mendorong pendidikan melalui pendekatan humanis dan kolaboratif. Acara ini sekaligus menjadi penegas bahwa kemajuan suatu daerah […]

  • Ilmu Komunikasi UMS Jajaki Kolaborasi Tri Dharma Lewat Benchmarking ke FISIP UNDIP

    Ilmu Komunikasi UMS Jajaki Kolaborasi Tri Dharma Lewat Benchmarking ke FISIP UNDIP

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 95
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, ‎SEMARANG – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melaksanakan kegiatan benchmarking ke Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat FISIP UNDIP tersebut menjadi ajang berbagi praktik baik dalam pengelolaan program […]

  • Kopdargab BikersMu Korwil Jawa Timur ke 6, Sekaligus Baksos dan Pengukuhan BikersMu Chapter TulungAgung

    Kopdargab BikersMu Korwil Jawa Timur ke 6, Sekaligus Baksos dan Pengukuhan BikersMu Chapter TulungAgung

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pemberangkatan peserta touring oleh Ustadz Kusnadi Ikhwani dan Abah Sutrimo (Pengurus LPCPRM PP Muhammadiyah dan Ta’mir Masjid Al Fattah). Gelaran Kopdar Gabungan (Kopdargab) VI BikersMu Korwil Jawa Timur di Tulungagung pada (9–10/52026) tidak hanya menjadi ajang berkumpul para rider Muhammadiyah, tetapi juga menghadirkan rangkaian agenda yang sarat nilai dakwah, sosial, organisasi, hingga kepedulian lingkungan. Mengusung semangat […]

expand_less