Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Mencari Jalan Pemilu Tanpa Money Politic

Mencari Jalan Pemilu Tanpa Money Politic

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
  • visibility 276
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rendy Nanda Saputra
Ketua Umum PK IMM FAI UMY

Pesta Demokrasi di Indonesia dilaksanakan selama 5 tahun sekali. Diwaktu tersebut kalangan migran berbondong-bondong untuk pulang dengan niatan ikut serta dalam pemilihan dan sekalian berkunjung ke keluarga dikampung akantetapi, ada juga yang tidak memilih pulang dengan cara pindah TPS atau memilih golput. Pemilihan umum selayaknya media penyalur suara rakyat untuk memilih pemimpin yang di percayainya dengan berasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil atau biasa disebut dengan Luberjurdil. Faktanya pesta demokrasi yang 5 tahun sekali tersebut tak selalu sejalan dengan asas-asas yang telah ditetapkan, kecurangan berada Dimana-mana salahsatunya yakni politik uang atau biasa dikenal sebagai money politic.

Praktik money politik seakan menjadi penyakit kronis yang menggerogoti tubuh demokrasi Indonesia. Praktik politik uang atau money politic bisa muncul dimulai dari pra kampanye, saat kampanye bahkan serangan fajar yang mengetok pintu tiba-tiba demi meraih kemenangan. Masyarakat dihantui dengan bantuan sosial seperti beras, minyak, dll dengan jaminan ketika yang memberikan terpilih kehidupan rakyat akan makmur sejahtera. Praktik tersebut hanya akan menghasilkan pemimpin yang curang dan korup lantaran banyaknya biaya yang dikeluarkan, seperti biaya mahar politik, kendaraan partai, kampanye dll. Yang menjadi pertanyaan mengapa politik uang sungguh subur setiap pemilu berlangsung?

Praktik politik uang memiliki dampak buruk bagi cara berfikir masyarakat dan menghabiskan uang banyak bagi para calon pejabat yang akan mencalon. Money Politik akan menimbulkan politik transaksional yang sering dimaknai sebagai politik saling memberi dan menerima, politik simbiosis mutualisme, siapa dapat apa, hari ini menjadi problematika yang parah pada pesta demokrasi lima tahunan yang agaknya susah diurai dan diperbaiki. Pada tulisan kali ini penulis ingin sedikit mengulas mengenai bagaimana buruknya kualitas demokrasi lima tahunan yang ada di Indonesia, dan kemudian membahas mungkinkah politik uang atau money politic bisa dihilangkan atau setidaknya dikurangi.

Demokrasi dan Politik Uang yang Mencederai

Makna sederhana dari demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Artinya demokrasi mendudukan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam sebuah negara. Mengutip dari Jean Jaques Rousseau dalam teori yang disebut sebagai contract social (perjanjian masyarakat) terdapat banyak prinsip penting demokrasi yang mengalami perubahan pasca reformasi. Diantarannya yakni pemilihan umum langsung, prinsip pemilihan umum tidak langsung, umum, bebas, dan rahasia (LUBER) akantetapi juga jujur dan adil (JURDIL). Perubahan ini idealnya memiliki kapasitas untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita dibandingkan sebelumnya.

Pemilu yang digadang sebagai wujud demokrasi yang seseungguhnya justru tercederai dengan praktik kecurangan dan politik uang. Tujuan awal untuk mendaoatkan pemimpin yang ideal, pro rakyat, selalu membela hak-hak kaum tertindas, menemani rakyat dikala suka dan suka, namun sebaliknya pemimpin yang terpilih karena politik uang. Dalam pandangan Thomas Hobbes korupsi politik adalah sebuah praktik yang haram dilakukan berupa penyelewengan yang dilakukan pejabat atau politisi demi mengusung kepentingan pribadi dan meninggalkan kepentingan rakyat. Janji-janji yang terpampang pada baliho yang besar seakan menjadi janji manis yang jarang ter realisasikan. Begitu banyak kasus politik uang merajalela di negeri ini dari tataran pusat hingga daerah bahkan masuk ke ranah pelosok desa. Tentu hal tersebut menurut hemat penulis adalah sebuah kompetisi yang tidak fair, selayaknya para calon mengeluarkan gagasan yang apik dan kemudian di laksanakan ketika terpilih, bukan hanya janji manis yang tak berujung dan sumpah palsu yang di khianati.

Mungkingkah Politik Tanpa Uang?

Berangkat dari pertanyaan diawal “Mengapa politik uang sungguh subur setiap pemilu berlangsung?”. Menurut jurnal yang dirillis oleh Majelis Republik Indonesia setidaknya ada 3 penyebab mengapa politik uang tumbuh begitu subur. Pertama, karena ketidakmampuan dan rendahnya kempetensi kontestan sehingga harus menggunakan politik uang guna meraup suara rakyat sebanyak-banyaknya. Kedua, sikap pragmatis yang menilai pemilu tidak dapat merubah apa-apa termasuk nasibnya. Ketiga, pengawasan dan penegakan hukum terhadap politik uang yang lemah serta dalam rana habu-abu.

Fakta politik uang yang silang sengkarut terjadi dimata kita semua setiap pesta demokrasi berlangsung. Dibeberapa kalangan mahasiswa bertanya apakah bisa benang kusut politik transaksional ini bisa diurai? Sudah barang tentu yang menjawab hanyalah bersifat normatif dan kalaupun hal itu bisa diurai pasti tidak semudah seseorang dalam membalikkan tangan. Meningat money politik merupakan sebuah hal yang wajar bagi masyarakat bahkan menjadi sebuah budaya yang selalu dirawat sehingga, butuh waktu yang cukup panjang untuk proses netralisirnya.

Salah satu cara untuk bisa melawan politik uang adalah dengan politik bersih. Akantetapi penerapan politik bersih tidak semudah yang dibayangkan, karena kekuasaanlah adalah menjadi tujuan utama. Jika paradigma yang dikenakan adalah mengahalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan sulit mengharapkan politik uang sirna. Namun sebaliknya jika paradigma yang dikenakan adalah pemilu sebagai bukan sebagai ajang perebutan kekuasaan melainkan sebagai sarana mensejahterahkan rakyat, dan pemimpin sebagai pelayan dari Masyarakat masih memungkinkan upaya perubahan menuju politik bersih itu ada.

Rasanya tagline politik uang vs politik bersih bukan sebuah hal yang mudah disandingkan. Menurut Indah Sri Utari ada empat persoalan utama ditengah kompleksitas problematika politik uang. Pertama, Terjadinya krisis nilai yakni gejala kemerosotan :pola bersama” tentang apa yang benar, baik, dan luhur sebagai bangsa. Kedua, krisis kewibawaan hukum. Ketiga, belum terciptanya demokrasi yang terkonsolidasi, dan yang terakhir. Keempat, krisis sumber daya ekonomi.

Kesimpulan

Sejarah pesta demokrasi telah menyaksikan politik uang. Indonesia mungkin hanya model dan bentuknya yang selalu berubah sesuai dengan waktu dan kebutuhan. Politik transaksional melibatkan politisi dan mesin politiknya serta masyarakat pemilih yang pragmatis dan materialis. Hubungan simbiosis mutulisme ini telah secara bertahap merusak dan menghancurkan demokrasi. Politik uang yang menggurita dalam sendi-sendi kehidupan demokrasi kita tetap harus dilawan melalui kesadaran kolektif berupa sikap anti politik uang dan menggelorakan spirit politik yang bersih dan santun.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Il tuo punto di riferimento affidabile per le avventure di gioco online in Italia con Blaze Spins Casino

    Il tuo punto di riferimento affidabile per le avventure di gioco online in Italia con Blaze Spins Casino

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Noi di blaze spins casino crediamo che ogni giocatore meriti un’avventura colma di esperienze di gioco eccezionali, proprio qui in Italia. La nostra estesa selezione di giochi, unita a bonus allettanti, ci rende la destinazione perfetta per il divertimento online. Ci impegniamo a creare un ambiente sicuro ed giusto per tutti i giocatori. Ma questo […]

  • Prodi Teknik Mesin UMS Gelar Temu Wali Mahasiswa, Perkuat Sinergi Kampus dan Orang Tua

    Prodi Teknik Mesin UMS Gelar Temu Wali Mahasiswa, Perkuat Sinergi Kampus dan Orang Tua

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perkuat sinergi antara pihak kampus dan orang tua mahasiswa, Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kegiatan temu wali mahasiswa angkatan 2025 pada hari Sabtu (10/1) dimana kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di ruang seminar lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh […]

  • Perkuat Hubungan Antar-Koperasi, KOPMA UMS Sambut Kunjungan Studi Banding KOPMA UNIMMA 

    Perkuat Hubungan Antar-Koperasi, KOPMA UMS Sambut Kunjungan Studi Banding KOPMA UNIMMA 

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar kegiatan studi banding pada Kamis, 14 Mei 2026, bertempat di Ruang Meeting Besar Griya Mahasiswa UMS. Kegiatan ini mengusung tema “Menjalin Silaturahmi dan Membangun Sinergi Antar Koperasi Mahasiswa.” Ketua KOPMA UMS, Rieby Queenana Agustin R, dalam […]

  • Diah Meirawati Paparkan Tantangan dan Strategi Pemberdayaan Perempuan di Pelatihan ‘Aisyiyah

    Diah Meirawati Paparkan Tantangan dan Strategi Pemberdayaan Perempuan di Pelatihan ‘Aisyiyah

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, METRO — Pelatihan Pemberdayaan Perempuan yang digelar oleh ‘Aisyiyah menghadirkan pemateri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB). Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Diah Meirawati, M.Kes., memaparkan berbagai tantangan sekaligus strategi penguatan peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat, pada Ahad,14/12/2025 Dalam pemaparannya, Diah Meirawati menegaskan bahwa perempuan ‘Aisyiyah memiliki […]

  • PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta Luncurkan Buku “Futurologi Gerakan IMM

    PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta Luncurkan Buku “Futurologi Gerakan IMM

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KABARMH.ID, YOGYAKARTA – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Abdul Razaq Fakhruddin Kota Yogyakarta resmi meluncurkan buku berjudul Futurologi Gerakan IMM sebagai langkah strategis memperkuat basis intelektual dan arah transformasi gerakan mahasiswa di era disrupsi. Launching buku ini menjadi momentum reflektif sekaligus proyektif dalam membaca masa depan gerakan IMM di tengah dinamika sosial, politik, dan […]

  • UMS Lolos Dua Kategori Tingkat Nasional Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2025

    UMS Lolos Dua Kategori Tingkat Nasional Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2025

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 22
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaju ke tingkat nasional dalam Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2025. Pengumuman tersebut tertuang dalam pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jawa Tengah. Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M., menjelaskan UMS lolos pada dua kategori, […]

expand_less