Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Cinta Palsu: Bela Palestina tapi Dilanda Ketakutan

Cinta Palsu: Bela Palestina tapi Dilanda Ketakutan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
  • visibility 179
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Akbar Syifa, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMS

Hampir seluruh dunia menggelar aksi bela Palestina tidak hanya di timur yang bernotabene Mayoritas masyarakat muslim. Menariknya ada juga sebagian diantaranya yang menyerukan kebebasan Palestina di negara -.negara barat seperti amerika terkhusus universitas terkenal Colombia University, New York University dll. Kemudian di Indonesia tak mau kalah, mengutip CNN Indonesia 172 kampus Muhammadiyah bersatu gelar aksi bela Palestina.

Aksi ini digelar dengan satu tujuan pembebasan Palestina dari penjajahan Israel. Tidak heran jika aksi ini mendapatkan perhatian dari seluruh dunia. Mengutip dari Al Jazeera setidaknya 35.00 orang yang tewas akibat genosida yang dilancarkan oleh Israel. Kemudian 80.000 orang Palestina yang terluka terhitung dari tanggal  7 Oktober 2023 – 7 mei 2024. Tidak hanya itu bangunan bangunan seperti rumah sakit, sekolah, universitas, toko – toko hancur lebur oleh serangan Israel.

Saya turut berduka cita atas genosida yang terjadi di Palestina, saya tulis artikel ini sebagai bentuk keberpihakan dan dukungan terhadap Palestina. Kemudian tidak lupa senantiasa kirimkan doa untuk saudara saudaraku disana agar tetap diberi kesabaran dan ketegaran. Saya berikan apresiasi kepada siapa saja yang sampai detik ini memperjuangkan kebebasan Palestina. Ini bukan tentang persoalan agama, tapi ini tentang kemanusiaan. Sehingga mau atau tidak, seluruh manusia yang memiliki akal wajib menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Makna Cinta Tanpa Kata “Tapi”

Menyayangi, membela, memperjuangkan,  menghormati itu semua terangkum dalam satu kata yaitu “cinta”. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan cinta? cinta (al-hubb) secara bahasa adalah  kasih sayang. Secara istilah, makna cinta dalam islam sendiri sangatlah suci. Cinta haruslah didasari oleh kasih sayang dan dibuktikan dengan perbuatan. Dan apa- apa yang kita cintai di bumi ini haruslah karena Allah Ta’ala. Sangat tidak baik, bahkan berbahaya jika kita mencintai hanya karena nawa nafsu.

Nabi Muhammad mengorelasikannya dengan keimanan. “Dari Anas dari Nabi Saw bersabda: Tidaklah beriman seseorang diantara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.”(HR. Bukhari).

Hadis di atas menunjukkan bahwa keimanan seseorang dapat dikatakan sempurna apabila ia bisa mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, sepanjang dalam hal kebaikan. Saudara yang dimaksud disini tidak terbatas hanya saudara kandung, saudara seayah atau seibu, akan tetapi lebih luas lagi mencakup saudara sesama manusia, termasuk orang-orang Palestina.

Kerelaan mengorbankan apa pun adalah konsekuensi dari buah cinta yang lekat dalam jiwa. Ibaratnya seperti seseorang yang sedang jatuh cinta kepada perempuan, maka ia akan berkorban apapun baik dari segi harta, tenaga, dan pikiran demi mendapatkan hati perempuan yang diidamkan. Begitu pula dengan kecintaan kita terhadap Palestina tidak boleh ada batasan karena mungkin takut terjadi perang dunia 3, Amerika akan membenci Indonesia, dan alasan alasan lain. Sebab seseorang tidak bisa dikatakan mencintai jika masih beralasan dan tidak mau berkorban.

Kekuasaan yang lemah dihantui ketakutan

Pada level cinta terhadap Palestina penulis bagi menjadi 3 tingkatan. Pertama, kecintaan tingkat individu. Kedua, kecintaan tingkat masyarakat. Ketiga, tingkat negera.

Cinta Palestina tingkat individu adalah keyakinan hati sepenuhnya atau tidak ada keraguan sama sekali bahwa Genosida Palestina oleh Israel benar benar nyata. Bukan konspirasi yang dibuat buat atau rekayasa media. Oleh karena itu dalam tingkat ini yang berperan adalah hati setiap individu masing masing apakah kita percaya atau tidak. Walaupun sudah banyak bukti jelas pembantaian, penghancuran tersebar di berbagai media. Apakah anda masih tidak percaya ?

Cinta Palestina tingkat masyarakat adalah bentuk keyakinan hati yang kemudian direalisasikan ke segala sesuatu perbuatan. Adapun contohnya seperti menggelar aksi bela Palestina, boikot produk Israel, mengumpulkan dana untuk kebutuhan orang Palestina. Saya kira dalam hal ini mereka sudah cukup vokal dalam memperjuangkan kebebasan Palestina.

Terakhir yang paling penting yaitu cinta Palestina tingkat negara adalah sebuah kekuasaan yang berdaulat memiliki kebebasan dalam meyakini, memutuskan, bertindak tentang isu Palestina. Bagaimana dengan negara Indonesia apakah sudah mencintai Palestina sepenuhnya? Nyatanya belum.

Dari pandangan penulis Negara Indonesia belum memaksimalkan kekuasaan untuk membela Palestina mungkin karena ada ketakutan ketakutan lain seperti hubungan diplomasi Amerika dan Indonesia, stabilitas ekonomi dll. Sehingga bisa dikatakan Indonesia hanya sekedar cinta palsu sebab masih ada ketakutan. Walaupun banyak media mengabarkan Menlu sudah mengutuk, walk out sidang PBB, memberikan donasi sebanyak banyaknya. Akan tetapi jika genosida  masih terjadi di Palestina maka Indonesia masih gagal. Bantuan donasi hanya memanjangkan penderitaan warga Palestina bukan menghentikan penderitaan.

Bersatu Demi Kemanusiaan

Oleh karena itu gerbong terakhir untuk memperjuangkan Palestina tiada lain kembali pada  setiap masing masing negara termasuk Indonesia sendiri.  Saya sebagai warga negara meminta pertanggung jawaban dari pemimpin negara Indonesia atas genosida Palestina oleh Israel.  Manfaatkanlah kekuasaan yang dipegang dalam segi keputusan dan tindakan dalam memperjuangkan Palestina jika Indonesia betul betul cinta Palestina 100 %.

Saatnya kita bersatu dalam kemanusiaan sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga kehormatan umat manusia. Walaupun dalam memperjuangkan semua itu pasti ada ujian seperti ketakutan, kekurangan harta dan jiwa  sebagaimana Q.s Al Baqarah ayat 155 :

“Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang orang yang sabar.”

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MAJELIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH LAMPUNG DATANG MENYAPA PESISIR BARAT DAN LAMPUNG BARAT UPAYA SELARASKAN PROGRAM

    MAJELIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH LAMPUNG DATANG MENYAPA PESISIR BARAT DAN LAMPUNG BARAT UPAYA SELARASKAN PROGRAM

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 244
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Kegiatan Datang Menyapa (DAMEN) Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung telah dilakukan pekan lalu pada tanggal 10 dan 11 Agustus 2024 di Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Lampung Barat guna menyampaikan program bidang nelayan dan kelautan, program Bidang 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) berkolaborasi dengan program Jaringan Nelayan Muhammadiyah (JALAMU), […]

  • GURU: MEMAKNAI SANG PEMBANGUN NEGERI

    GURU: MEMAKNAI SANG PEMBANGUN NEGERI

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Oleh : Andi Rezti Maharani* Seorang tentara akan lahir dari seorang guru. Seorang insinyur akan lahir dari seorang guru. Seorang dokter bahkan akan lahir dari seorang guru. Apapun profesinya, lahir dari guru dan pula suatu saat akan menjadi guru. Guru bagi istrinya, maupun guru untuk anak-anaknya. Mari kita membahas spesifikasi profesi seorang guru. Guru merupakan […]

  • PCM Babulu Gelar Kajian Tahsin Al-Qur’an Surah Al-Lail di Masjid Darul Ihsan

    PCM Babulu Gelar Kajian Tahsin Al-Qur’an Surah Al-Lail di Masjid Darul Ihsan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Penajam Paser Utara — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babulu kembali menggelar Kajian Ba’da Subuh ke-147 pada Ahad, 5 April 2026, di Masjid Darul Ihsan. Kegiatan yang juga disiarkan melalui Live Facebook ini berlangsung pukul 05.20–06.00 WITA dan diikuti jamaah masjid, warga persyarikatan, serta masyarakat sekitar dengan antusias. Pada kesempatan tersebut, Ust. Drs. Rusman Maha menyampaikan […]

  • LOMBA CABANG RANTING MASJID MUHAMMADIYAH (CRM) 2024

    LOMBA CABANG RANTING MASJID MUHAMMADIYAH (CRM) 2024

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 355
    • 0Komentar

    LPCR-PM PP Muhammadiyah mempersembahkan Lomba Semarak CRM Awards & Expo 2024. – Lomba Foto – Lomba TikTok – Lomba Vlog – ⁠Lomba Cover Lagu   ‼ TOTAL HADIAH 54 JUTA RUPIAH ‼ DEADLINE PENGUMPULAN: Selasa, 15 Oktober 2024 INFO SELENGKAPNYA: https://lpcr.or.id/tor-lomba-crm-2024

  • Menuju Penggunaan Gawai yang Sehat: Peran Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa dalam Memerangi Adiksi Gawai di Kalangan Masyarakat

    Menuju Penggunaan Gawai yang Sehat: Peran Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa dalam Memerangi Adiksi Gawai di Kalangan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 378
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Malang – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu komitmen yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa yang sedang  menjalani studi di universitas tersebut. Kegiatan ini merupakan cara bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat sekitar. Kegiatan PMM yang dilaksanakan oleh kelompok 39 gelombang 3 pada tanggal 12 Februari 2023, merupakan wujud […]

  • Kolaborasi PC IMM Jakarta Pusat dan LPSK RI: Merawat Politik Kemanusiaan untuk Perlindungan Korban dan Korban

    Kolaborasi PC IMM Jakarta Pusat dan LPSK RI: Merawat Politik Kemanusiaan untuk Perlindungan Korban dan Korban

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta Pusat – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Jakarta Pusat bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Republik Indonesia (LPSK RI) menggelar diskusi publik bertajuk “Politik Kemanusiaan 2025: Merawat Nalar Politik Kemanusiaan untuk Perlindungan Saksi dan Korban”, yang berlangsung di Kopi Nako Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (17/10), sebagai lokasi strategis […]

expand_less