Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Sekularisasi Agama Normatif: Transformasi Norma Agama dalam Dunia Kedistopiaan

Sekularisasi Agama Normatif: Transformasi Norma Agama dalam Dunia Kedistopiaan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
  • visibility 294
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Muhammad Ainur Hadi, Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Sekuler adalah Istilah dalam bahasa Arab yang berarti laa diniyyah atau dunyawiyyah, yaitu sesuatu yang tidak berhubungan dengan agama atau keduniawiaan. Selain itu ada istilah sekularisasi dan sekularisme, sekularisme sendiri adalah proses pemisahan antara agama dan negara atau pemisahan diri dari kekuasaan institusi agama. Istilah sekularisasi dalam historisnya senantiasa mengalami perkembangan, hingga seringkali diartikan dengan makna yang berbeda-beda tergantung pada topik, sudut pandang, tujuan dan objek kajian dari orang yang menggunakannya. Misalnya pada abad ke 18, istilah sekularisasi dihubungkan dengan masalah kekuasaan dan kekayaan milik Rohaniawan. Pada abad ke 19, sekularisasi dimaksudkan untuk  penyerahan kekuasaan dan hak milik gereja kepada negara dan yayasan duniawi. Dan terakhir pada abad ke 20, istilah sekularisasi mengalami perkembangan secara konseptual yang cukup panjang, sehingga memiliki makna dan arti yang beragam namun tetap memiliki makna yang tidak jauh berbeda yakni perubahan peran agama dalam masyarakat atau sekularisasi juga bisa diartikan sebagai kehidupan yang tidak didasarkan pada ajaran agama.

Selanjutnya sekularisme, ialah paham atau ideologi yang menolak bentuk peraturan sakral. Dalam politik istilah sekularisme dimaknai sebagai pergerakan menuju pemisahan antara agama dan pemerintahan. Salah satu hal yang membedakan antara keduanya yakni, sekularisme merupakan sebuah ideologi, sedangkan sekularisasi adalah suatu gerakan sosial yang memisahkan diri dari kekuasaan institusi agama dalam berbagai aspek. Adapun perbedaan dari ketiga istilah yang telah disebutkan adalah, sekuler lebih tertuju pada suatu sifat dari sebuah pemikiran. Sedangkan sekularisme lebih tertuju pada penyebutan suatu ideologi atau paham yang dihasilkan dari sekularisasi. Adapun sekularisasi adalah sebuah proses menuju sekuler dan sekularisme yang hendak menjauhkan diri dari kehidupan  yang memiliki nilai-nilai agama.

Secara normatif agama difahami sebagai suatu sistem norma atau kaidah berasal dari dzat yang diimaninya yakni, Tuhan. Salah satu bentuk proses sekularisasi berakar pada agama sebagai sistem norma adalah transformasi nilai/norma dalam sebuah agama. Sekularisasi sebagai proses transformasi dimaksudkan di sini adalah suatu proses perubahan dari nilai-nilai religius yang bersumber atau berporos pada nilai-nilai transendental dan kekuatan ilahiah ke arah bentuk nilai-nilai bersifat sekular, dalam artian duniawi. Bila ditinjau dari prosesnya, maka transformasi religius tidak lebih dari proses pergeseran nilai-nilai religius ke arah bentuk nilai-nilai sekular (profan, temporal). Pergeseran ini diakibatkan oleh tumbuhnya sikap para penganut agama yang cenderung untuk melakukan adaptasi diri dengan struktur kehidupan masyarakat modern, yang bersifat materialistik, rasional, dan pragmatik, serta sangat menuntut terwujudnya pemenuhan kebutuhan hidupnya masing-masing.

Sedangkan Distopia adalah istilah untuk menggambarkan keadaan atau tempat yang imajiner, di mana kesenjangan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sangatlah buruk, tidak manusiawi, dan menakutkan, distopia sendiri merupakan lawan kata dari utopia (masyarakat yang sempurna). Seorang youtuber @Thimothyronald dalam salah satu vidio nya yang berjudul “Hidup itu Tidak Adil”, dia mengatakan : “Salah satu kota di Cina yang namanya Chongqing, disana lu akan tau dengan jelas seberapa distopia dunia itu. Indonesia belum nyampai sana, itu lu bisa lihat bangunan super mewah udah kayak di masa depan. Ada MRT lewatin apartemen orang berentet pakai G-Class lewat, lalu ada pemulung disampingnya. Jakarta udah mirip ada orang yang cuma gaji UMR dan ada orang yang punya gedung cuma belum terlalu kelihatan kesenjangan sosialnya. Indonesia akan mengarah kearah sana, kesenjangan sosial itu akan semakin besar yang miskin akan semakin ditindas dan yang kaya akan semakin kaya, karena orang kaya berpikir orang miskin itu yang bikin repot.”

Distopia disebabkan pertumbuhan ekonomi yang cepat hingga menjadi salah satu penyebab masalah kesenjangan sosial antara orang kaya elite dan orang biasa atau miskin. Kontrol ketat pemerintah terhadap kebebasan setiap individu dan pengawasan massal melalui teknologi memberikan kesan distopia, dimana privasi dan kebebasan individu terancam sehingga menimbulkan perasaan ketidakamanan. Semua hal tersebut menciptakan atmosfer yang mencekam dan masalah sosial akan semakin memburuk.

Kemudian dari semua definisi topik setiap istilah dan contoh yang telah dipaparkan, menjelaskan bahwa nilai agama yang berisi segala norma dalam mewujudkan kasih sayang, kesetaraan, kesatuan dan kebebasan dalam hak asasi manusia akan mengalami perubahan kearah sebaliknya. Ketika terjadinya distopia secara tidak langsung akan merujuk pada makna sekularisasi terhadap perubahan nilai-nilai agama kepada nilai-nilai yang sekuler. Manusia sedikit demi sedikit merubah nilai atau esensi religius dari adanya agama, peran dan fungsi agama menjadi sangat sempit dalam ranah kehidupan sosial.  Dan bukan hanya tranformasi nilai-nilai agama saja, bahkan eksistensi agama itu sendiri perlahan akan hilang dari masyarakat(dunia).

Demikian proses sekularisasi normatif dalam dunia kedistopiaan yang terjadi di kehidupan masyarakat akibat perkembangan era modern, pada akhirnya melahirkan perubahan persepsi masyarakat pada peran agama itu sendiri. Dan perubahan persepsi ini melahirkan sikap ketidakpedulian mereka atas peran agama dan religiusisme baik pada diri sendiri maupun dalam kehidupan sosial. Dan kota-kota besar yang ada di negara Indonesia terutama di era modern kini terancam terjadi distopia.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMKM Sulit Naik Kelas, Guru Besar UMS Soroti Lemahnya Ekosistem dan Tata Kelola

    UMKM Sulit Naik Kelas, Guru Besar UMS Soroti Lemahnya Ekosistem dan Tata Kelola

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Permasalahan stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total UMKM dinilai menunjukkan rendahnya mobilitas vertikal pelaku usaha, sehingga berdampak pada produktivitas, daya saing, hingga kontribusi ekspor nasional yang masih terbatas. Fenomena ini menjadi perhatian serius Prof. Kussudyarsana, Ph.D., […]

  • Harun Joko Prayitno Resmi Pimpin LLDIKTI Wilayah VI, Fokus Tingkatkan Mutu PTS Jateng

    Harun Joko Prayitno Resmi Pimpin LLDIKTI Wilayah VI, Fokus Tingkatkan Mutu PTS Jateng

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG – Plt. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan komitmennya untuk mendorong Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Tengah menjadi perguruan tinggi yang bermutu dan berdampak. Hal tersebut disampaikan saat acara Pisah Sambut Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah pada Rabu, (7/5) […]

  • MHES UMS Gelar Diseminasi, Selaraskan Riset Ekonomi Islam Dengan Standar Negara OKI

    MHES UMS Gelar Diseminasi, Selaraskan Riset Ekonomi Islam Dengan Standar Negara OKI

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Riset Penelitian Internasional Mahasiswa dan kuliah tamu yang bertema Akad Mudharabah dalam Asuransi Syariah dari Perspektif Fikih Islam dan Hukum Positif: Kajian Yurisprudensi Legalitas komparatif Zakat termasuk dalam daftar faktor ekonomi di Kabupaten Bandung. Kegiatan yang […]

  • Adakan Kajian Fiqih Lingkungan Aisyiyah Berkomitmen menjadi Garda Terdepan Pembela Lingkungan

    Adakan Kajian Fiqih Lingkungan Aisyiyah Berkomitmen menjadi Garda Terdepan Pembela Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 195
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana bersama Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Daerah Aisyiyah Sukoharjo mengadakan kajian perdana tentang Fiqih Lingkungan yang bertema Menyambut Ramadhan sebagai Momentum Perubahan melalui platform Zoom Meeting. Aisyiyah, sebagai organisasi wanita Muhammadiyah, telah lama dikenal sebagai pilar pendidikan, sosial, dan kesehatan. Kajian ini menyoroti upaya dan kontribusi […]

  • Tingkatkan Branding Ormawa, UMS Kupas Tuntas Strategi Konten Kreatif

    Tingkatkan Branding Ormawa, UMS Kupas Tuntas Strategi Konten Kreatif

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang unggul melalui pelatihan pengelolaan media dan konten kreatif yang digelar oleh Biro Kemahasiswaan, Selasa, (27/5) di Ruang Meeting Besar Griya Mahasiswa Kampus I. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menciptakan konten inspiratif, efektif, dan relevan di era digital. […]

  • Syiar Dakwah Muhammadiyah Lampung Hingga Pelosok Dente Teladas Tulang Bawang

    Syiar Dakwah Muhammadiyah Lampung Hingga Pelosok Dente Teladas Tulang Bawang

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulang Bawang – Syiar dan Dakwah Muhammadiyah hadir hingga pelosok Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang. Lokasi tersebut ada di ujung timur Kabupaten Tulang Bawang, jadi tempat yang bisa dibilang pelosok karena untuk sampai ke tempat tersebut harus melalui Jalan Lintas Timur Lampung, lalu menyusuri jalan terjal dan bergejolak hingga mengarungi sungai dengan penyebarangan Hasan […]

expand_less