Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tingkatkan Kepekaan Toleransi, Keberagaman, dan Keterampilan Pedagogis, PSBPS Selenggarakan Pelatihan Nasional

Tingkatkan Kepekaan Toleransi, Keberagaman, dan Keterampilan Pedagogis, PSBPS Selenggarakan Pelatihan Nasional

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 13 Jun 2024
  • visibility 182
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Surakarta – Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa setidaknya dalam dua decade ini mengalami penurunan makna. Hal ini dikarenakan kurangnya keseriusan kita dalam mengimplementasikan Pancasila. Akibatnya, masyarakat cenderung melihat keberagaman dan perbedaan etnis, suku, serta agama sebagai beban, bukannya sebagai kekayaan.

Melihat permasalahan tersebut, Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta (PSBPS UMS) bekerja sama dengan Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) menginisiasi program Revitalisasi, Institusionalisasi, dan Standardisasi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Indonesia (RISP3TI). Program ini juga didukung oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan PP Muhammadiyah.

Salah satu aktivitas dalam program ini adalah Pelatihan Standardisasi untuk Dosen Pancasila. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi profesional dosen yang mengajar mata kuliah Pendidikan Pancasila, terutama dalam aspek wawasan toleransi, keberagaman, dan keterampilan mengajar. Pelatihan ini diselenggarakan untuk memastikan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat, meningkatkan kemampuan dalam pengajaran, serta melakukan evaluasi hasil belajar untuk peningkatan kualitas berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dosen dalam mengajar agar kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila menjadi lebih optimal.

Surakarta menjadi kota kelima atas penyelenggaraan pelatihan ini setelah sebelumnya telah dilakukan di Jakarta (Universitas Muhammadiyah Jakarta), Kalimantan Timur (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur), Sumatra (Universitas Jambi), dan Surabaya (Universitas Muhammadiyah Surabaya). Pelatihan kali ini dilaksanakan sejak tanggal 11-13 Juni 2024 di Ruang Seminar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta dari berbagai Universitas di Indonesia baik negeri maupun swasta antara lain Universitas Negeri Semarang, Universitas Ivet Semarang, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Salatiga, UNIMMA, dan Universitas Borneo Tarakan.

Yayah Khisbiyah selaku Direktur PSBPS UMS mengatakan bahwa acara ini adalah bentuk komitmen Muhammadiyah dalam mendukung Pancasila sebagai Darul ’Ahdi Wa Syahadah. Dirinya juga menyampaikan bahwa Pancasila tidak lagi dipandang hanya sebagai teori akan tetapi mesti diejawantahkan dalam perilaku.

Dirinya turut menambahkan bahwa program ini juga merupakan  respon dari kemunduran demokrasi yang terjadi kebelakang, bukan hanya yang terjadi di masyarakat akan tetapi juga di lingkup penyelenggara negara. Disanalah PSBPS melihat peluang bagaimana cara menyemai nilai-nilai Pancasila dalam lokus perguruan tinggi yang punya massa yang cukup banyak.

“Tujuan dari program ini adalah memberikan efek yang multiplier, dimana dosen bisa meningkatkan metode pembelajaran, andragogi, pedagogi dan student-centered learning.” Tambahnya.

Harun Joko Prayitno, selaku Wakil Rektor I UMS dan mewakili Rektor menyampaikan bahwa  materi Pancasila yang dahulu menjadi momok yang hanya berkutat pada hafalan harus dirubah menjadi amalan. Nilai Pancasila perlu secara terus menerus dibumikan dalam bentuk perilaku di berbagai kalangan, khususnya generasi muda. UMS dalam hal ini telah memberikan konsep baru yakni Pancasila sebagai Laku. “Pancasila bukan hanya be Hafalan tapi be amalan, Pancasila harus menjadi laku bukan hanya sebagai hafalan.” Ujarnya.

Harun Joko menambahkan bahwa ide atau gagasan program Pancasila sebagai Laku merupakan sebuah invensi baru. Bila berkaca pada empat pilar UNESCO, selama ini Pancasila masih pada tataran “ learning to know” saja, tapi dalam program ini Pancasila sudah berhasil mencapai pada tataran “learning to do”. Kedepannya, Harun berharap program ini dapat diterjemahkan dalam sebuah program dengan menaikkan level menjadi “learning to be” hingga “learning to live together”.

Acara kemudian dibuka oleh Andi Bayu Bawono, selaku perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dirinya turut menambahkan bahwa program ini berasal dari berbagai keresahan salah satunya degradasi moral yang terjadi di lingkup masyarakat.

Pada sesi orientasi program, Mohammad Thoyibi mengungkapkan hasil penelitian PSBPS menunjukkan bahwa materi pembelajaran Pendidikan Pancasila masih dianggap tekstual, metode pengajaran dosen monoton, dan capaian pembelajaran terbatas pada kognisi tanpa mengakomodasi aspek afeksi . “Dengan pelatihan ini, diharapkan metode pembelajaran dapat menjadi lebih interaktif, kritis-reflektif, dan andragogis dalam penerapannya,” ujar Thoyibi.

Thoyibi juga menekankan pentingnya standardisasi dosen pengajar Pancasila untuk pengembangan profesionalisme sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh DIKTI dan amanat UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dosen diharapkan mampu merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil belajar, membimbing, melatih, serta melakukan penelitian. Selain itu, mereka juga diharapkan melaksanakan tugas tambahan dan pengabdian kepada masyarakat.

Abdillah selaku salah satu peserta yang berasal dari Universitas Negeri Semarang mengungkapkan bahwa dirinya cukup senang dengan agenda seperti ini. Dirinya mengaku sebagai dosen dirinya masih kurang terkait masalah Pancasila. Dirinya juga bercerita bahwa sekitar 2 tahun kebelakang dirinya diamanahi untuk mengajar Pancasila, padahal dirinya memiliki latar belakang pendidikan formal yang berbeda. “Ya saya merasa butuh ilmu lagi, dan harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut.” Tambahnya.

Ditemui terpisah, Pinem, peserta dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menegaskan bahwa “nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang luhur, seharusnya menjadi pijakan kita. Tetapi sebaliknya, Pancasila secara tidak kita sadari, semakin jauh dari perilaku kita. Mirisnya lagi, Pancasila semakin teranak tirikan dalam berbangsa dan bernegara”.

Lebih lanjut, Pinem menyatakan bahwa saat ini kehidupan yang semakin pragmatis, kapitalis dan liberalis semakin menjauhkan kita dari nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, 30 tahun perjalanan reformasi yang semakin keluar dari jangkar peradaban dan keadaban. Sudah selayaknya Pancasila bisa menjadi tenda dalam berbangsa dan bernegara dalam menangkis semua ideologi yang datang dari luar dan menjauhkan kita dari akar-akar kemanusiaan yang majemuk dan multikultural.

Pinem berharap bahwa selain pembelajaran Pancasila yang menarik dengan sistem pembelajaran aktif, tetapi Pancasila juga dapat dijadikan sebagai penggerak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilainya bukan sekedar kata-kata, tetapi juga laku. Sehingga, antara kata dan laku betul-betul menjadi harapan kita semua dan aksi nyata di tengah kehidupan kita semua. Pelatihan ini juga diharapkan bisa menjadi resonansi ke seluruh kampus dan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gransino Casino – Quick‑Hit Slots & Live Action for the Fast‑Paced Player

    Gransino Casino – Quick‑Hit Slots & Live Action for the Fast‑Paced Player

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Dla graczy, którzy pragną natychmiastowych emocji i błyskawicznych wypłat, Gransino prezentuje bufet wysokiej energii slotów i stołów na żywo, które podtrzymują adrenalinę od momentu zalogowania się. Niezależnie od tego, czy ścigasz się o szybkie wygrane na Gates of Olympus, czy testujesz odważny zakład w Lightning Roulette, platforma została stworzona dla tych krótkich, intensywnych sesji, które […]

  • Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika

    Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali menggelar kegiatan Kopdar ke-4 pada Sabtu, 1 November 2025, di Aula Masjid Al Fattah, Jl. Mayjend Suprapto, Tulungagung. Mengangkat tema “Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika,” kegiatan ini dihadiri sekitar 70 peserta dari kalangan pengusaha dan pegiat bisnis. Sesi pertama menghadirkan […]

  • Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Provinsi Lampung Adakan Pelatihan Muballighat

    Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Provinsi Lampung Adakan Pelatihan Muballighat

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Upaya meningkatkan kualitas dan kapasitas muballighat, Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Provinsi Lampung menyelenggarakan Pelatihan Muballighat ‘Aisyiyah dengan tema Peningkatan Kompetensi Muballighat untuk Tata Kelola Tabligh ‘Aisyiyah di Provinsi Lampung yang bertempat di Gedung Dakwah ‘Aisyiyah, Jalan Tulang Bawang No. 33 Enggal Bandar Lampung, pada tanggal 5 – 6 […]

  • SUMU Sukses Gelar Kopdar Venture Capital Academy, Bahas Strategi Menggalang Investasi

    SUMU Sukses Gelar Kopdar Venture Capital Academy, Bahas Strategi Menggalang Investasi

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) sukses menggelar Kopi Darat (Kopdar) Venture Capital Academy di Burza Hotel Yogyakarta pada Sabtu (19/4/25). Acara ini dihadiri oleh 50 pengusaha dari berbagai daerah yang tertarik untuk belajar lebih lanjut mengenai dunia venture capital dan menambah wawasan opsi pendanaan untuk mengembangkan usaha mereka. Kopdar Venture Capital Academy ini […]

  • Dorong Pendidikan Berkelanjutan, HMP PTI UMS Adakan Seminar Nasional PIMPEL 2026

    Dorong Pendidikan Berkelanjutan, HMP PTI UMS Adakan Seminar Nasional PIMPEL 2026

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah Mahasiswa & Pelajar (PIMPEL). Kegiatan itu mengusung tema “Edu-Volution: Tech for Sustainable Learning” dan diadakan pada hari Kamis, 11 Juni 2026 di Auditorium Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta. […]

  • Inovasi Tim UMS Ubah Sisa Pangan Jadi Pelet Ikan untuk Kurangi Sampah Organik

    Inovasi Tim UMS Ubah Sisa Pangan Jadi Pelet Ikan untuk Kurangi Sampah Organik

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melakukan pengabdian untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dialami oleh masyarakat. Melalui kolaborasi bersama antara BUMDES Gajah Makmur Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar dengan Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Pendidikan Biologi UMS, tim membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan pengolahan sampah […]

expand_less