Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tingkatkan Kepekaan Toleransi, Keberagaman, dan Keterampilan Pedagogis, PSBPS Selenggarakan Pelatihan Nasional

Tingkatkan Kepekaan Toleransi, Keberagaman, dan Keterampilan Pedagogis, PSBPS Selenggarakan Pelatihan Nasional

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 13 Jun 2024
  • visibility 244
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Surakarta – Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa setidaknya dalam dua decade ini mengalami penurunan makna. Hal ini dikarenakan kurangnya keseriusan kita dalam mengimplementasikan Pancasila. Akibatnya, masyarakat cenderung melihat keberagaman dan perbedaan etnis, suku, serta agama sebagai beban, bukannya sebagai kekayaan.

Melihat permasalahan tersebut, Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta (PSBPS UMS) bekerja sama dengan Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) menginisiasi program Revitalisasi, Institusionalisasi, dan Standardisasi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Indonesia (RISP3TI). Program ini juga didukung oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan PP Muhammadiyah.

Salah satu aktivitas dalam program ini adalah Pelatihan Standardisasi untuk Dosen Pancasila. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi profesional dosen yang mengajar mata kuliah Pendidikan Pancasila, terutama dalam aspek wawasan toleransi, keberagaman, dan keterampilan mengajar. Pelatihan ini diselenggarakan untuk memastikan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat, meningkatkan kemampuan dalam pengajaran, serta melakukan evaluasi hasil belajar untuk peningkatan kualitas berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dosen dalam mengajar agar kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila menjadi lebih optimal.

Surakarta menjadi kota kelima atas penyelenggaraan pelatihan ini setelah sebelumnya telah dilakukan di Jakarta (Universitas Muhammadiyah Jakarta), Kalimantan Timur (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur), Sumatra (Universitas Jambi), dan Surabaya (Universitas Muhammadiyah Surabaya). Pelatihan kali ini dilaksanakan sejak tanggal 11-13 Juni 2024 di Ruang Seminar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta dari berbagai Universitas di Indonesia baik negeri maupun swasta antara lain Universitas Negeri Semarang, Universitas Ivet Semarang, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Salatiga, UNIMMA, dan Universitas Borneo Tarakan.

Yayah Khisbiyah selaku Direktur PSBPS UMS mengatakan bahwa acara ini adalah bentuk komitmen Muhammadiyah dalam mendukung Pancasila sebagai Darul ’Ahdi Wa Syahadah. Dirinya juga menyampaikan bahwa Pancasila tidak lagi dipandang hanya sebagai teori akan tetapi mesti diejawantahkan dalam perilaku.

Dirinya turut menambahkan bahwa program ini juga merupakan  respon dari kemunduran demokrasi yang terjadi kebelakang, bukan hanya yang terjadi di masyarakat akan tetapi juga di lingkup penyelenggara negara. Disanalah PSBPS melihat peluang bagaimana cara menyemai nilai-nilai Pancasila dalam lokus perguruan tinggi yang punya massa yang cukup banyak.

“Tujuan dari program ini adalah memberikan efek yang multiplier, dimana dosen bisa meningkatkan metode pembelajaran, andragogi, pedagogi dan student-centered learning.” Tambahnya.

Harun Joko Prayitno, selaku Wakil Rektor I UMS dan mewakili Rektor menyampaikan bahwa  materi Pancasila yang dahulu menjadi momok yang hanya berkutat pada hafalan harus dirubah menjadi amalan. Nilai Pancasila perlu secara terus menerus dibumikan dalam bentuk perilaku di berbagai kalangan, khususnya generasi muda. UMS dalam hal ini telah memberikan konsep baru yakni Pancasila sebagai Laku. “Pancasila bukan hanya be Hafalan tapi be amalan, Pancasila harus menjadi laku bukan hanya sebagai hafalan.” Ujarnya.

Harun Joko menambahkan bahwa ide atau gagasan program Pancasila sebagai Laku merupakan sebuah invensi baru. Bila berkaca pada empat pilar UNESCO, selama ini Pancasila masih pada tataran “ learning to know” saja, tapi dalam program ini Pancasila sudah berhasil mencapai pada tataran “learning to do”. Kedepannya, Harun berharap program ini dapat diterjemahkan dalam sebuah program dengan menaikkan level menjadi “learning to be” hingga “learning to live together”.

Acara kemudian dibuka oleh Andi Bayu Bawono, selaku perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dirinya turut menambahkan bahwa program ini berasal dari berbagai keresahan salah satunya degradasi moral yang terjadi di lingkup masyarakat.

Pada sesi orientasi program, Mohammad Thoyibi mengungkapkan hasil penelitian PSBPS menunjukkan bahwa materi pembelajaran Pendidikan Pancasila masih dianggap tekstual, metode pengajaran dosen monoton, dan capaian pembelajaran terbatas pada kognisi tanpa mengakomodasi aspek afeksi . “Dengan pelatihan ini, diharapkan metode pembelajaran dapat menjadi lebih interaktif, kritis-reflektif, dan andragogis dalam penerapannya,” ujar Thoyibi.

Thoyibi juga menekankan pentingnya standardisasi dosen pengajar Pancasila untuk pengembangan profesionalisme sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh DIKTI dan amanat UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dosen diharapkan mampu merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil belajar, membimbing, melatih, serta melakukan penelitian. Selain itu, mereka juga diharapkan melaksanakan tugas tambahan dan pengabdian kepada masyarakat.

Abdillah selaku salah satu peserta yang berasal dari Universitas Negeri Semarang mengungkapkan bahwa dirinya cukup senang dengan agenda seperti ini. Dirinya mengaku sebagai dosen dirinya masih kurang terkait masalah Pancasila. Dirinya juga bercerita bahwa sekitar 2 tahun kebelakang dirinya diamanahi untuk mengajar Pancasila, padahal dirinya memiliki latar belakang pendidikan formal yang berbeda. “Ya saya merasa butuh ilmu lagi, dan harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut.” Tambahnya.

Ditemui terpisah, Pinem, peserta dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menegaskan bahwa “nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang luhur, seharusnya menjadi pijakan kita. Tetapi sebaliknya, Pancasila secara tidak kita sadari, semakin jauh dari perilaku kita. Mirisnya lagi, Pancasila semakin teranak tirikan dalam berbangsa dan bernegara”.

Lebih lanjut, Pinem menyatakan bahwa saat ini kehidupan yang semakin pragmatis, kapitalis dan liberalis semakin menjauhkan kita dari nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, 30 tahun perjalanan reformasi yang semakin keluar dari jangkar peradaban dan keadaban. Sudah selayaknya Pancasila bisa menjadi tenda dalam berbangsa dan bernegara dalam menangkis semua ideologi yang datang dari luar dan menjauhkan kita dari akar-akar kemanusiaan yang majemuk dan multikultural.

Pinem berharap bahwa selain pembelajaran Pancasila yang menarik dengan sistem pembelajaran aktif, tetapi Pancasila juga dapat dijadikan sebagai penggerak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilainya bukan sekedar kata-kata, tetapi juga laku. Sehingga, antara kata dan laku betul-betul menjadi harapan kita semua dan aksi nyata di tengah kehidupan kita semua. Pelatihan ini juga diharapkan bisa menjadi resonansi ke seluruh kampus dan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Gelar Sumpah Profesi Fisioterapis, Dukung Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer

    UMS Gelar Sumpah Profesi Fisioterapis, Dukung Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengukuhkan 145 mahasiswa dalam Sumpah Profesi Fisioterapis angkatan IX Tahun Ajaran 2024/2025. Dihadiri oleh para keluarga lulusan dari berbagai daerah, prosesi sakral ini dilaksanakan di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan, Selasa (23/12). Ketua Program Profesi Fisioterapis, Suryo Saputra Perdana, S.Fis., M.Sc., PT., melaporkan bahwa berdasarkan surat keputusan […]

  • Tim UMS Raih Juara 2 Lomba Debat Mahasiswa Nasional Tahun 2025

    Tim UMS Raih Juara 2 Lomba Debat Mahasiswa Nasional Tahun 2025

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam kancah nasional. Tim debat UMS yang terdiri dari Afrah Khoeronnisa (Prodi Bisnis Digital) dan Sintia Nafisa Munawaroh (Prodi Ilmu Komunikasi kelas internasional), dengan dosen pendamping lomba Qanita Masykuroh, S.S., M.Hum., berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Debat Mahasiswa Nasional Tahun 2025 yang […]

  • Dari Pra-Modern ke Modern: Pesan Kritis Dr. Hamim Ilyas di Studium General Pondok Shabran UMS

    Dari Pra-Modern ke Modern: Pesan Kritis Dr. Hamim Ilyas di Studium General Pondok Shabran UMS

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Studium General Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Wawasan Wasathiyah dan Ijtihad Maqasidi dalam Manhaj Tarjih: Ikhtiar Mewujudkan Islam yang Inklusif, Substantif, dan Responsif terhadap Tantangan Kehidupan Modern”, Ahad (1/2/2026). Kegiatan ini digelar di Gedung Pascasarjana Lantai 5 UMS dan diikuti oleh seluruh mahasantri […]

  • Prof. Harun Joko Prayitno Akhiri Tugas Plt. Kepala LLDIKTI VI, Torehkan Implementasi PTS Berdampak

    Prof. Harun Joko Prayitno Akhiri Tugas Plt. Kepala LLDIKTI VI, Torehkan Implementasi PTS Berdampak

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum, resmi mengakhiri tugasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah pada Selasa (5/8). Selama tiga bulan menjabat, Harun berhasil mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi, termasuk menambah jumlah institusi dan program studi terakreditasi unggul. […]

  • Muhammadiyah Cabang Majenang Gelar Tabligh Akbar di Alun-Alun Kecamatan Majenang

    Muhammadiyah Cabang Majenang Gelar Tabligh Akbar di Alun-Alun Kecamatan Majenang

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 232
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Cilacap – Sekretaris PWM Jawa Tengah memberikan Tausyiah pada arena Pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Majenang Cilacap di Alun-alun Kecamatan Majenang, Ahad, (24/9/2023/10 Robiul Awal 1445 H). Acara bersejarah bagi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Majenang yang dilaksanakan di alun-alun Kecamatan Majenang ini berlangsung sangat hikmat dan ikuti oleh ribuan jama’ah persyarikatan. H. […]

  • UMS Sambut Mahasiswa Internasional Lewat Welcoming Orientation 2025

    UMS Sambut Mahasiswa Internasional Lewat Welcoming Orientation 2025

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Welcoming Orientation bagi mahasiswa internasional pada 27–28 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Induk Siti Walidah dan menjadi agenda rutin untuk menyambut serta mengenalkan lingkungan kampus, nilai, dan budaya akademik kepada para mahasiswa asing. Acara dibuka oleh Wakil Rektor […]

expand_less