Dari Pondok Asy-Syifa’ ke Pondok Shabran UMS, Hammam Alghazy Kembali Berbagi Inspirasi Kepada Para Santri

KABARMUH.ID, JEPARA- Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo , Nalumsari, Jepara terus membuka ruang bagi para santri untuk memperluas wawasan keislaman, membangun pola pikir, dan mempersiapkan arah kehidupan. Salah satunya melalui Kajian Tsaqofah Islamiyah yang rutin dilaksanakan setiap Jumat malam selepas Maghrib ( 28/08/2026 M/ 16 Rabiul Awal 1448 H)
Kajian kali ini terasa lebih istimewa karena menghadirkan Hammam, alumni Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo yang kini melanjutkan studinya di Shabran, Solo. Kehadirannya menjadi momentum bagi Hammam untuk kembali menyapa almamater sekaligus berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi kepada para santri.
Mengangkat tema “Menemukan Arah Hidup: Dari Ikut-Ikutan Menuju Visi Seorang Muslim”, Hammam mengajak para santri untuk tidak menjalani kehidupan hanya dengan mengikuti arus. Para santri didorong untuk memiliki prinsip, mengenali potensi diri, memperluas wawasan, serta mulai membangun visi kehidupan sebagai seorang Muslim.
Dalam kajiannya, Hammam menjelaskan bahwa tujuan hidup seorang Muslim adalah beribadah kepada Allah SWT. Berbagai aktivitas seperti belajar, bekerja, mengembangkan kemampuan, dan menjalankan tanggung jawab merupakan sarana (wasilah) untuk menuju kebaikan dan memperoleh ridha Allah.

Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam kajian adalah pentingnya membaca. Membaca tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas memperoleh informasi, tetapi juga sebagai jalan untuk memperluas wawasan, memahami kehidupan, mengenali persoalan, dan menemukan kebutuhan yang ada di tengah masyarakat. Dari sanalah seseorang dapat mulai menemukan peran yang ingin dijalankan.
Hammam juga mengingatkan para santri agar tidak khawatir apabila saat ini belum mengetahui secara pasti akan menjadi apa di masa depan. Yang lebih penting adalah membangun fondasi sejak dini: iman, kebiasaan belajar, kemampuan membaca, kemampuan berpikir, karakter, dan wawasan yang luas.
Bagi santri, kehidupan di pesantren merupakan bagian penting dari proses tersebut. Hafalan Al-Qur’an, pembelajaran Bahasa Arab, fikih, akidah, akhlak, kajian, dan diskusi bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi sarana untuk membentuk kepribadian dan kemampuan yang nantinya dapat diwujudkan dalam amal serta memberikan manfaat.
Kehadiran alumni dalam kajian rutin ini juga menjadi bentuk nyata bahwa hubungan antara pesantren dan alumni tidak berhenti setelah kelulusan. Perjalanan alumni dalam menempuh pendidikan di jenjang berikutnya dapat menjadi sumber inspirasi bagi santri yang masih berada dalam proses menyiapkan masa depannya.

Pada akhirnya, para santri diajak memahami sebuah rangkaian sederhana namun penting:
Iman → Ilmu → Wawasan → Visi → Amal → Manfaat.
Jangan hanya mengikuti arus. Jangan hanya mencari profesi. Jangan hanya mengejar kesuksesan. Tetapi bangunlah visi hidup yang berorientasi kepada Allah dan jadikan ilmu yang dimiliki sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi umat.
Melalui Kajian Tsaqofah Islamiyah yang rutin dilaksanakan setiap Jumat malam, Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo terus berupaya membangun budaya belajar dan berpikir di kalangan santri. Sementara itu, keterlibatan alumni menjadi warna tersendiri dalam proses tersebut kembali ke almamater, berbagi pengalaman, dan menyalakan inspirasi untuk generasi berikutnya. (Penulis/Fasichu Thoriqul Haq)
Editor : Amtsal Ajhar



